Suarakitanews.com – Serangan Israel di Gaza Tuai Kecaman, Negara-Negara Eropa Suarakan Dukungan untuk Palestina di Hari Nakba. Pada tanggal 15 Mei 2025 lalu, bertepatan dengan Hari Nakba—hari bersejarah yang memperingati pengusiran lebih dari 700 ribu warga Palestina pada tahun 1948—ribuan warga di berbagai kota besar Eropa turun ke jalan untuk menunjukkan dukungan terhadap Palestina dan mengecam serangan militer Israel di Gaza.
Gelombang Aksi Solidaritas di Kota-Kota Besar Eropa
Di Stockholm, Swedia, Lapangan Odenplan dipenuhi massa yang membawa bendera Palestina dan potret korban serangan. Aktivis Yahudi Dror Feiler menyebut tindakan Israel sebagai genosida, sementara pendeta Ann Christin Kristiansson menyerukan perlawanan sipil terhadap kekerasan tersebut.
Sementara itu, di London, Inggris, ratusan ribu orang berpawai menuju Downing Street dengan seruan lantang “Hentikan genosida di Gaza”. Tokoh-tokoh seperti Jeremy Corbyn dan Duta Besar Palestina Husam Zomlot turut mengecam krisis kemanusiaan yang terus memburuk akibat blokade Israel.
Di Berlin, Jerman, ratusan peserta aksi membawa poster bertuliskan “Diam berarti ikut bersalah”. Ketegangan meningkat seiring penahanan sejumlah demonstran oleh aparat keamanan.
Tak hanya itu, Amsterdam, Belanda dan Athena, Yunani juga menjadi pusat aksi protes. Di Dam Square Amsterdam, massa menuntut diakhirinya pendudukan dan menyerukan boikot terhadap Israel. Sementara di Athena, warga berbaris menuju Kedutaan Besar AS dan Israel sambil membawa bendera Palestina dan mengenakan keffiyeh.
Pemerintah Eropa Bersatu Keluarkan Surat Terbuka
Tak hanya masyarakat sipil, sejumlah pemerintahan Eropa turut mengambil sikap tegas. Dalam sebuah surat terbuka bersama, pemimpin dari Islandia, Irlandia, Luksemburg, Malta, Norwegia, Slovenia, dan Spanyol menyampaikan tiga tuntutan utama:
- Menghentikan operasi militer Israel di Gaza dan mencabut blokade untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.
- Menyerukan gencatan senjata dan pembebasan semua sandera melalui negosiasi yang dimediasi AS, Mesir, dan Qatar.
- Mendukung solusi dua negara serta menolak ekspansi pemukiman ilegal dan pengusiran paksa di Tepi Barat.
Pemerintah Inggris, Prancis, dan Kanada juga menyatakan dukungan terhadap pengakuan negara Palestina sebagai bagian dari jalan keluar damai. Dalam pernyataan bersama, mereka menegaskan kesiapan untuk bekerja sama demi mewujudkan solusi dua negara yang adil dan berkelanjutan.
Ketegangan Meningkat: Israel Klaim Gaza Akan Dikuasai Sepenuhnya
Di sisi lain, pada 21 Mei 2025, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa Gaza akan berada di bawah kendali penuh Israel. Meskipun menyatakan kesiapan untuk “gencatan senjata sementara” guna memulangkan sandera, Israel tetap melanjutkan operasi intensif di wilayah tersebut.
Sebagai bentuk protes, pemerintah Inggris juga menyatakan akan menangguhkan perjanjian dagang dengan Israel, dengan Perdana Menteri Keir Starmer menyebut penderitaan anak-anak di Gaza sebagai sesuatu yang “tidak bisa diterima”.
Perhatian Khusus
Serangan Israel di Gaza kini mendapat perhatian serius dari masyarakat dan pemerintah di seluruh Eropa. Aksi solidaritas yang bertepatan dengan Hari Nakba menegaskan bahwa suara publik dan diplomasi internasional semakin berpihak pada keadilan dan perdamaian. Dukungan terhadap solusi dua negara pun menguat, memperlihatkan harapan baru di tengah konflik panjang antara Palestina dan Israel.
Penulis : Mita Putri








