Paus Fransiskus ubah Tradisi Pemakaman Paus, Tinggalkan Kemewahan demi Kesederhanaan dan Kedekatan dengan Umat

Suarakitanews.com – Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik yang wafat pada Senin, 21 April 2025, di usia 88 tahun, meninggalkan sejumlah wasiat yang mengejutkan dan menyentuh hati umat Katolik di seluruh dunia. Dikenal sebagai tokoh reformis, Paus Fransiskus sekali lagi menunjukkan dedikasinya terhadap kesederhanaan hingga akhir hayatnya.

1. Peti Jenazah Kayu Sederhana: Tinggalkan Tradisi Tiga Lapisan

Salah satu poin paling menonjol dalam wasiatnya adalah keinginannya untuk dimakamkan dalam peti kayu sederhana yang dilapisi seng. Tradisi lama menggunakan tiga peti (dari kayu cemara, timah, dan kayu ek) secara bertingkat ditinggalkannya. Keputusan ini merupakan bagian dari komitmennya untuk menjauhi simbol kemewahan duniawi, sebuah nilai yang ia pegang teguh sepanjang hidupnya.

2. Perubahan Tata Letak Jenazah: Lebih Dekat dengan Umat

Biasanya, jenazah Paus disemayamkan di atas panggung tinggi (catafalque) di Basilika Santo Petrus. Namun, Paus Fransiskus memilih agar jenazahnya tetap berada dalam peti mati dengan tutup terbuka, memungkinkan umat memberikan penghormatan terakhir dalam suasana yang lebih sederhana dan penuh khidmat.

3. Dimakamkan di Luar Vatikan: Kembali ke Akar Kedekatan dengan Rakyat

Mengejutkan banyak pihak, Paus Fransiskus juga meminta agar dimakamkan di luar wilayah Vatikan, tepatnya di Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore. Ini adalah langkah yang belum pernah diambil oleh pemimpin Gereja Katolik selama lebih dari satu abad, sejak Paus Leo XIII pada tahun 1903.

Keputusan ini mencerminkan kedekatan beliau dengan umat, tempat di mana ia sering memulai dan mengakhiri Perjalanan Apostolik dengan doa di hadapan Bunda Maria.

4. Surat Wasiat Paus Fransiskus: Pesan Penuh Cinta dan Pengharapan

Dalam surat wasiat yang ditulis pada Juni 2022 dan dirilis secara resmi oleh Vatikan pada 21 April 2025, Paus Fransiskus menyampaikan:

“Aku ingin perjalanan akhirku di dunia ini berakhir di tempat suci Maria yang kuno ini… Makam tersebut hendaknya berada di tanah; sederhana, tanpa ornamen khusus, hanya memuat tulisan: Franciscus.”

Ia juga menyebutkan bahwa biaya pemakaman ditanggung oleh seorang dermawan, sebagai bentuk pengabdian dan dukungan terhadap visinya akan Gereja yang rendah hati.

5. Masa Berkabung dan Rangkaian Misa Arwah

Gereja Katolik kini memasuki masa novemdiales, yaitu masa berkabung selama sembilan hari yang dimulai sejak tanggal wafatnya. Setiap hari, misa arwah digelar di Basilika sebagai bentuk penghormatan terakhir dan doa bersama umat Katolik dari seluruh dunia.

Kesimpulan

Wasiat Paus Fransiskus menunjukkan bahwa bahkan dalam kematian, beliau tetap konsisten dengan nilai-nilai kesederhanaan dan kedekatan dengan umat. Pilihan untuk dimakamkan di luar Vatikan, dalam peti kayu sederhana, akan dikenang sebagai simbol reformasi yang menyentuh dan bermakna bagi seluruh Gereja Katolik.

Penulis : Mita Putri
Sumber : dilansir dari Narasi News Room

Mita Putri

Artikel Terkait

Laporan Khusus: Jejak Sunyi Sang “Manusia Bayangan Republik” Zulkifli Lubis

Suara Kita News. Com, Dalam lembaran sejarah Indonesia, panggung utama kerap dikuasai oleh mereka yang bersuara lantang di atas mimbar. Namun, di balik layar sejarah kemerdekaan, terdapat figur-figur yang memilih…

Lanjutkan Membaca

// // //
Krisis Migran Ceuta dan Melilla: Pengerahan Militer Spanyol di Tengah Sengketa Kedaulatan Berabad-Abad

Suarakitanews – Tegangan diplomatik kembali memanas di Selat Gibraltar setelah Pemerintah Spanyol mengerahkan pasukan militer tambahan ke Ceuta, sebuah wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara. Langkah drastis ini diambil sebagai…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri