Dampak Penundaan Pengangkatan CPNS 2024: Ancaman Pengangguran Semu dan Kerugian Triliunan Rupiah

Suarakitanews.com – Keputusan pemerintah untuk menunda pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024 menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Para ekonom memperingatkan bahwa kebijakan ini dapat memicu dampak berantai yang serius terhadap perekonomian nasional, terutama di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih menghantui.

Pertama-tama, penundaan ini berpotensi meningkatkan angka pengangguran, khususnya bagi para peserta yang telah mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya. “Saya kira saya nganggurnya tinggal sebentar lagi. Ternyata diperpanjang,” ungkap Miftah, seorang peserta CPNS yang lolos seleksi. Selain itu, Miftah, yang telah membeli seragam dan bersiap pindah domisili, kini kebingungan menghadapi ketidakpastian ini. “Saya akan mencari kerja, entah jadi ojek online, atau bersih-bersih. Pokoknya yang bisa menghasilkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ekonom Celios, Bhima Yudhistira, memperkirakan bahwa kerugian akibat penundaan ini dapat mencapai lebih dari Rp 6,76 triliun jika berlangsung hingga Oktober 2025. “Keputusan pemerintah ini menciptakan pengangguran semu,” tegasnya. Di sisi lain, ekonom UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur H, menambahkan bahwa penundaan ini dapat menurunkan motivasi dan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Oleh karena itu, Achmad Nur H menekankan pentingnya solusi konkret dari pemerintah bagi para peserta yang terdampak. “Penundaan ini dapat menjadi blunder jika tidak disertai dengan solusi bagi para peserta,” katanya. Dengan demikian, pemerintah perlu segera mengambil langkah-langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak negatif dari kebijakan ini.

Sebagai kesimpulan, penundaan pengangkatan CPNS 2024 bukan hanya menimbulkan keresahan di kalangan peserta, tetapi juga mengancam stabilitas ekonomi nasional. Diperlukan kebijakan yang bijaksana dan solusi yang tepat agar dampak negatif ini tidak semakin meluas.

Penulis : Mita Putri
Sumber : instagram @bbcindonesia

Mita Putri

Artikel Terkait

Viral! Menteri Kerap “Melapor” ke Seskab Teddy yang Setara Eselon II, Pengamat: Ini Tidak Tepat

Jakarta, Suarakitanews – Kebiasaan sejumlah menteri yang kerap “melapor” kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menuai polemik di tengah masyarakat. Pengamat birokrasi dan administrasi negara dari Universitas Indonesia, Dian…

Lanjutkan Membaca

// // //
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Daftar Lengkap Pejabat Baru, Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup

Suarakitanews, Jakarta – Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Daftar Lengkap Pejabat Baru dan Posisi Strategis yang Berubah. Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle kabinet pada Senin (27/04) di Istana Negara, Jakarta. Langkah…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri