Efisiensi Anggaran ala Prabowo: Proyek Infrastruktur Mandek, Riset Mati Suri, PNS Kerja Gelap-gelapan?

Suarakitanews.com – Sejak awal masa jabatannya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan efisiensi anggaran di berbagai kementerian dan lembaga. Tujuannya adalah untuk memuluskan program prioritasnya, seperti Makan Bergizi Gratis. Namun, kebijakan ini justru menuai polemik dan dikhawatirkan berdampak buruk bagi perekonomian Indonesia.

Dampak yang Mengkhawatirkan

Salah satu dampak yang paling terasa adalah pemangkasan anggaran di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebesar Rp81,38 triliun. Akibatnya, sejumlah proyek infrastruktur terpaksa dibatalkan. Tak hanya itu, anggaran untuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga dipangkas habis, sehingga kegiatan riset dan inovasi di Indonesia terancam mati suri.

Lebih miris lagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengalami imbasnya. Alat operasional utama mereka terancam mati, sehingga akurasi informasi gempa dan tsunami bisa menurun.

PNS Kerja dalam Kegelapan

Tak hanya proyek-proyek besar, efisiensi anggaran juga berdampak pada hal-hal kecil. Seorang PNS di Jakarta, Ina, menceritakan pengalamannya bekerja di ruang rapat tanpa lampu. Listrik kantor bahkan dimatikan sejak pukul 16.15 WIB.

“Pimpinan bilang, kami privileged, bisa bekerja sebagai pelayan publik. Untuk itu, kami diminta melaksanakan kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat ini dengan sepenuh hati,” kata Ina.

Kontroversi Kebijakan Efisiensi

Kebijakan efisiensi anggaran ini menuai kontroversi di kalangan ekonom. Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin pemerintah bisa bekerja efisien setelah menambah jumlah kementerian dan mengangkat lebih dari 100 menteri dan wakil menteri.

Para ekonom juga khawatir kebijakan ini justru menjadi bumerang dan membuat ekonomi Indonesia terguncang. Pasalnya, pemangkasan anggaran di berbagai sektor dapat menurunkan daya beli masyarakat dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Prioritas yang Dipertanyakan

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan hasil penghematan akan digunakan untuk mendanai program-program yang lebih berdampak bagi masyarakat, termasuk Makan Bergizi Gratis. Namun, banyak pihak yang mempertanyakan prioritas pemerintah dalam kondisi ekonomi yang belum stabil.

Kebijakan efisiensi anggaran Presiden Prabowo Subianto memang bertujuan untuk memuluskan program prioritasnya. Namun, dampaknya justru sangat mengkhawatirkan. Proyek infrastruktur mandek, riset mati suri, hingga PNS kerja gelap-gelapan menjadi bukti bahwa kebijakan ini perlu dievaluasi kembali.

Penulis : Mita
Courtesy by Instagram @bbcindonesia

Mita Putri

Artikel Terkait

Viral! Menteri Kerap “Melapor” ke Seskab Teddy yang Setara Eselon II, Pengamat: Ini Tidak Tepat

Jakarta, Suarakitanews – Kebiasaan sejumlah menteri yang kerap “melapor” kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menuai polemik di tengah masyarakat. Pengamat birokrasi dan administrasi negara dari Universitas Indonesia, Dian…

Lanjutkan Membaca

// // //
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Daftar Lengkap Pejabat Baru, Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup

Suarakitanews, Jakarta – Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Daftar Lengkap Pejabat Baru dan Posisi Strategis yang Berubah. Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle kabinet pada Senin (27/04) di Istana Negara, Jakarta. Langkah…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri