Anggaran Pendidikan Dipangkas: Bagaimana Nasib Guru Honorer dan Pembangunan Sekolah?

Suarakitanews.com – Kabar mengejutkan datang dari dunia pendidikan Indonesia. Anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun 2025 dipangkas hingga Rp 8 triliun. Kebijakan ini tentu menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana nasib guru honorer dan pembangunan sekolah?

Ironi di Balik Pemangkasan Anggaran

Di satu sisi, pemerintah berupaya melakukan efisiensi anggaran. Namun, di sisi lain, pemangkasan ini terjadi saat masalah sertifikasi guru, kesejahteraan guru, dan ketersediaan sekolah yang belum merata masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

Pengamat pendidikan, Ubaid Matraji, menilai bahwa efisiensi anggaran ini tidak tepat. “Mestinya anggaran ditambah,” katanya. Senada dengan Ubaid, pengamat pendidikan lainnya, Iman Zanatul Haeri, menyayangkan pemangkasan ini karena bertentangan dengan amanat konstitusi, yaitu anggaran pendidikan mendapat porsi minimal 20% dari total APBN.

Dampak Nyata

Pemangkasan anggaran ini tentu akan berdampak pada berbagai aspek pendidikan. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah nasib guru honorer. Ubaid Matraji memprediksi akan terjadi pengurangan guru honorer yang jumlahnya lebih besar dari tahun lalu.

Selain itu, pembangunan sekolah juga terancam terhambat. Padahal, masih banyak sekolah yang kondisinya memprihatinkan, seperti yang terjadi di SD Negeri Pasirtenjo 4, Pandeglang, Banten. Murid-murid di sekolah ini harus belajar di luar kelas karena ruang kelas mereka rusak.

Harapan di Tengah Kekhawatiran

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar pengurangan anggaran ini tidak mengurangi layanan yang diberikan kepada masyarakat. Namun, tentu saja, harapan ini perlu diiringi dengan tindakan nyata.

Pemangkasan anggaran Kemendikdasmen 2025 merupakan kebijakan yang perlu dikaji ulang. Dampaknya tidak hanya akan dirasakan oleh guru honorer dan siswa, tetapi juga oleh masa depan pendidikan Indonesia secara keseluruhan.

Penulis : Mita
Courtesy by Antara

Mita Putri

Artikel Terkait

Dugaan Mark-Up Anggaran Sekolah Rakyat: Harga Sepatu hingga Bingkai Foto Presiden Dinilai Tidak Wajar

Suarakitanews – Dugaan penggelembungan anggaran atau mark-up dalam program Sekolah Rakyat menjadi sorotan publik setelah sejumlah harga barang pengadaan dinilai jauh di atas harga pasar. Temuan tersebut ramai diperbincangkan di…

Lanjutkan Membaca

// // //
Dedikasi Mohtar Efendi Dampingi Penyandang Tuli Belajar Al-Qur’an Selama 5 Tahun

Suarakitanews, Pamekasan – Dedikasi Mohtar Efendi mengajarkan Al-Qur’an kepada penyandang tuli di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menjadi inspirasi tentang arti pengabdian tanpa pamrih. Selama lima tahun terakhir, pria berusia 42…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri