Suara Kita News – Sejak dilantik pada 21 Oktober 2024, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti telah menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan visi “Pendidikan Bermutu Untuk Semua”. Dalam 100 hari pertama menjabat, berbagai kebijakan strategis telah diterapkan untuk menjawab tantangan sekaligus mempersiapkan generasi unggul di masa depan. Berikut adalah langkah-langkah penting yang telah dilakukan untuk mewujudkan pendidikan inklusif dan berkeadilan.
Pelatihan Guru BK dan PPG Pra Jabatan
Salah satu fokus utama Mendikdasmen adalah meningkatkan kualitas guru melalui Pelatihan Guru BK dan PPG Pra Jabatan. Pelatihan ini ditujukan untuk guru kelas di jenjang SD guna mendukung pengembangan bakat dan minat siswa serta pencegahan kekerasan. Sepanjang tahun 2024, sebanyak 1.021 guru telah mengikuti pelatihan ini, dengan target mencapai 22.000 guru pada tahun 2025. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung bagi siswa.
Peningkatan Tunjangan Profesi Guru
Untuk meningkatkan kesejahteraan guru, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 33,4 triliun untuk tunjangan profesi guru ASN dan non-ASN. Selain itu, dilakukan percepatan sertifikasi pendidik melalui kelulusan PPG, yang mencakup 605.650 guru dalam jabatan dan calon guru prajabatan pada November hingga Desember 2024. Kebijakan ini diperkuat dengan Peraturan Mendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025, yang memastikan distribusi guru berkualitas hingga ke pelosok, termasuk sekolah-sekolah yang dikelola oleh organisasi masyarakat atau swasta.
Peluncuran Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Mendikdasmen juga meluncurkan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang bertujuan membentuk karakter siswa yang tangguh dan berdaya saing. Kebiasaan tersebut meliputi:
- Bangun Pagi
- Beribadah
- Berolahraga
- Makan Sehat dan Bergizi
- Gemar Belajar
- Bermasyarakat
- Tidur Cepat
Gerakan ini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.
Integrasi Layanan Digital Pendidikan Melalui Rumah Pendidikan
Layanan yang diluncurkan pada 21 Januari 2025. Layanan ini mengintegrasikan lebih dari 950 layanan pendidikan dalam satu ekosistem digital, memudahkan akses siswa, guru, dan orang tua untuk mendapatkan informasi dan layanan pendidikan. Dengan ini, proses belajar mengajar diharapkan menjadi lebih efisien dan terarah.
Dengan berbagai kebijakan strategis ini, Mendikdasmen Abdul Mu’ti berhasil memperkuat pendidikan inklusif dan berkeadilan dalam 100 hari pertama menjabat. Langkah-langkah tersebut tidak hanya menjawab tantangan pendidikan saat ini, tetapi juga mempersiapkan generasi unggul yang siap menghadapi masa depan. Pendidikan Bermutu Untuk Semua bukan sekadar visi, melainkan aksi nyata yang terus diwujudkan.








