Dedikasi Mohtar Efendi Dampingi Penyandang Tuli Belajar Al-Qur’an Selama 5 Tahun

Suarakitanews, Pamekasan – Dedikasi Mohtar Efendi mengajarkan Al-Qur’an kepada penyandang tuli di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menjadi inspirasi tentang arti pengabdian tanpa pamrih. Selama lima tahun terakhir, pria berusia 42 tahun itu secara sukarela mendampingi puluhan santri difabel belajar mengaji menggunakan bahasa isyarat.

Setiap akhir pekan, Mohtar Efendi rutin berpindah dari masjid ke masjid demi mengajar penyandang tuli membaca Al-Qur’an. Meski tidak menerima bayaran, semangatnya tidak pernah surut.

“Senyum mereka adalah kebahagiaan saya. Tidak bisa saya tukar dengan rupiah,” ujar Mohtar.

Mengajar dengan Bahasa Isyarat di Masjid Pamekasan

Kegiatan belajar mengaji tersebut berlangsung di Masjid Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan. Dengan menggunakan bahasa isyarat Bisindo, Mohtar membimbing para peserta memahami huruf hijaiyah, membaca Al-Qur’an, hingga mempelajari ilmu agama Islam.

Selain mengajar, Mohtar juga mendampingi para penyandang tuli untuk salat berjamaah dan berkegiatan sosial bersama. Karena itu, hubungan mereka tidak sekadar antara guru dan murid, tetapi juga seperti keluarga.

Tidak hanya di masjid, Mohtar bahkan rela mendatangi rumah anak didiknya agar mereka tetap bisa belajar mengaji dengan nyaman.

Awal Ketertarikan Belajar Bahasa Isyarat

Ketertarikan Mohtar terhadap dunia penyandang tuli bermula pada 2021. Saat itu, ia bertemu tiga santri tuli yang sedang berdakwah di sebuah masjid dekat rumahnya di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Sejak pertemuan tersebut, Mohtar merasa terpanggil untuk mempelajari bahasa isyarat agar bisa membantu mereka memahami ilmu agama.

Kemudian, ia belajar dasar-dasar bahasa isyarat di sebuah pondok pesantren di Magetan, Jawa Timur. Setelah itu, kemampuan tersebut terus ia kembangkan secara mandiri.

Berkat kegigihannya, kini Mohtar mampu mengajar puluhan penyandang tuli membaca Al-Qur’an dengan metode bahasa isyarat.

Berangkat dari Keprihatinan terhadap Pendidikan Difabel

Mohtar mengaku prihatin karena banyak penyandang tuli di Pamekasan belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik. Bahkan, sebagian hanya memahami huruf abjad meski pernah bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB).

Di sisi lain, keterbatasan fasilitas pendidikan inklusif menjadi tantangan tersendiri. Hingga kini, belum ada madrasah khusus difabel atau pesantren inklusif di Kabupaten Pamekasan.

Karena itu, kehadiran Mohtar menjadi harapan baru bagi para penyandang tuli untuk mendapatkan akses pendidikan agama yang lebih layak.

Sempat Kesulitan Mencari Tempat Belajar

Perjalanan Mohtar Efendi mendampingi penyandang tuli tidak selalu berjalan mudah. Pada awalnya, kegiatan belajar mengaji dilakukan di rumah salah satu murid karena belum memiliki tempat tetap.

Selanjutnya, ia sempat memanfaatkan musala milik Dinas Sosial Kabupaten Pamekasan. Namun, lokasi tersebut dinilai kurang memadai untuk kegiatan rutin.

Hingga akhirnya, Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan memberikan fasilitas penggunaan Masjid Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari sebagai tempat belajar tetap.

Meski demikian, tantangan lain masih terus dihadapi, terutama terkait fasilitas belajar seperti Al-Qur’an bahasa isyarat yang harganya cukup mahal.

Ingin Menyusun Buku Panduan untuk Penyandang Tuli

Kini, hasil perjuangan Mohtar mulai terlihat. Beberapa muridnya sudah mampu membaca Al-Qur’an dengan cukup lancar menggunakan bahasa isyarat.

Salah satunya adalah Izas, perempuan berusia 21 tahun yang mengaku semakin memahami ilmu agama setelah belajar bersama Mohtar sejak 2022.
Selain itu, Ratih, peserta lainnya, juga semakin percaya diri membaca ayat demi ayat Al-Qur’an.

Melihat perkembangan tersebut, Mohtar bercita-cita menyusun buku panduan pembelajaran agama khusus bagi penyandang tuli. Nantinya, buku itu diharapkan dapat digunakan sekolah maupun madrasah inklusif di Indonesia.

Dengan penuh ketulusan, Mohtar membuktikan bahwa pengabdian tidak selalu tentang materi. Sebaliknya, kepedulian dan ketulusan mampu menghadirkan harapan baru bagi mereka yang selama ini kesulitan mendapatkan akses pendidikan agama.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Dugaan Mark-Up Anggaran Sekolah Rakyat: Harga Sepatu hingga Bingkai Foto Presiden Dinilai Tidak Wajar

Suarakitanews – Dugaan penggelembungan anggaran atau mark-up dalam program Sekolah Rakyat menjadi sorotan publik setelah sejumlah harga barang pengadaan dinilai jauh di atas harga pasar. Temuan tersebut ramai diperbincangkan di…

Lanjutkan Membaca

// // //
LPDP Gandeng TNI untuk Pembekalan, DPR hingga Awardee Pertanyakan Urgensinya

Suarakitanews – Pembekalan LPDP oleh TNI Tuai Kritik, Awardee: Apa Hubungannya dengan – Kebijakan pemerintah melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pembekalan penerima beasiswa LPDP memicu perdebatan publik. Sejumlah penerima…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri