Suarakitanews [JAKARTA] – Musim haji 2026 resmi dimulai dengan lebih dari 1,51 juta jamaah Muslim dari seluruh dunia tiba di Arab Saudi — meningkat sekitar 11.000 orang dibanding tahun lalu. Namun, tahun ini perjalanan ibadah terbesar umat Islam itu berlangsung di bawah bayang-bayang konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.
Pertanyaannya: bagaimana Indonesia memastikan keselamatan lebih dari 221.000 jamaahnya?
Situasi Kawasan yang Masih Bergejolak
Meskipun gencatan senjata rapuh telah diberlakukan, situasi di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya stabil. Sebelum gencatan senjata itu, Iran sempat melancarkan gelombang serangan rudal dan drone ke Arab Saudi serta negara-negara Teluk lainnya sebagai respons atas serangan udara AS dan Israel.
Bahkan pada 8 Maret 2026, dua warga sipil di Kota Al-Kharj, Arab Saudi, tewas akibat serangan Iran, bersamaan dengan gugurnya seorang anggota militer AS di Pangkalan Udara Prince Sultan yang berada di dekatnya.
Sebagai langkah antisipatif, Kementerian Pertahanan Arab Saudi merilis video sistem pertahanan udara yang digelar di sekitar Kota Mekkah, seraya menyatakan bahwa pasukan mereka siap menghadapi segala ancaman udara demi keselamatan para tamu Allah.
Kuota Haji Indonesia 2026: 221.000 Jamaah
Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia mendapatkan kuota haji resmi sebesar 221.000 orang pada tahun ini. Keberangkatan perdana dilakukan pada 22 dan 23 April 2026.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan konflik secara aktif.
“Mudah-mudahan pertikaian di Timur Tengah bisa segera menurun dan kami berharap mereka yang berseteru di sana menghormati proses haji umat Islam dari seluruh dunia,” ujarnya, seperti dikutip Antara, 29 Maret 2026.
3 Langkah Mitigasi Pemerintah Indonesia
Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Setidaknya ada tiga langkah konkret yang telah diambil:
- Koordinasi Lintas Kementerian
Pada 16 April 2026, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggelar koordinasi khusus guna memastikan keamanan dan keselamatan seluruh jamaah haji Indonesia 2026. - Jalur Penerbangan Menghindari Wilayah Konflik
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menegaskan bahwa seluruh maskapai pengelola penerbangan haji diwajibkan menghindari wilayah udara yang masuk dalam zona konflik. Penerbangan langsung menuju Jeddah tetap berjalan sesuai jadwal. - Penundaan Bukan Pembatalan — Prioritas Keselamatan
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menekankan bahwa keselamatan jamaah adalah prioritas mutlak.
“Penundaan bukanlah pembatalan, melainkan langkah mitigasi risiko. Dan ini menunjukkan negara hadir untuk memastikan perlindungan, kepastian, dan ketenangan bagi seluruh jemaah,” tegasnya.
Suara Jamaah: Antara Syukur dan Doa Perdamaian
Di tengah ketegangan geopolitik, para jamaah dari berbagai negara justru membawa pesan yang seragam: harapan akan perdamaian.
Mohammed Chahada, jamaah asal Mesir berusia 50-an tahun, mengungkapkan keprihatinannya usai menunaikan tawaf di Masjidil Haram.
“Perang di Iran telah berdampak pada seluruh dunia. Tidak ada yang menginginkan perang atau kerugian bagi negara dan rakyat,” ujarnya kepada AFP.
Sementara itu, Jreish Mohammed, pria asal Maroko berusia 68 tahun, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.
“Saya telah ingin menunaikan ibadah haji sepanjang hidup saya, selama 40 atau 50 tahun. Dan tahun ini, impian saya menjadi kenyataan.”
Rangkaian Ibadah Haji 2026
Para jamaah yang tiba di Mekkah langsung menghadapi tantangan pertama: suhu mencapai 45 derajat Celsius. Mereka memulai ritual dengan tawaf — mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali di Masjidil Haram.
Selanjutnya, perjalanan spiritual berlanjut ke:
- Mina — bermalam di tenda, sekitar 5 km dari Mekkah
- Gunung Arafah — puncak haji, tempat Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbah terakhirnya
- Muzdalifah & Jumarat — melengkapi rukun dan wajib haji
Haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan sekali seumur hidup oleh setiap Muslim dewasa yang mampu secara fisik dan finansial, dan dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah dalam kalender Hijriah.
Penutup
Meski diwarnai ketidakpastian geopolitik, semangat jutaan umat Muslim yang datang dari penjuru dunia tidak surut. Indonesia, sebagai salah satu pengirim jamaah haji terbesar, telah membuktikan bahwa kehadiran negara dalam melindungi warganya tetap nyata — bahkan di tengah ancaman konflik sekalipun.








