Dramatis! 5 Orang Selamat Setelah Sepekan Terjebak di Gua Banjir Laos dengan Lorong Hanya 50 Cm

  • News
  • June 12, 2026

Suarakitanews, Laos — Operasi penyelamatan yang menegangkan berhasil diselesaikan di Provinsi Xaysomboun, Laos, setelah tim gabungan penyelamat dari Laos dan Thailand menemukan lima orang dalam kondisi hidup di dalam sebuah gua yang terendam banjir. Korban sebelumnya terjebak selama hampir sepekan penuh akibat pintu masuk gua tertutup oleh longsor dan air banjir.

Tujuh Orang Masuk, Lima Berhasil Ditemukan Selamat

Ketujuh warga Provinsi Xaysomboun tersebut memasuki gua pada Rabu pekan lalu dengan tujuan mencari endapan emas dan satwa liar. Namun, hujan lebat yang melanda wilayah tersebut mengakibatkan longsor yang menutup akses keluar dari gua. Akibatnya, seluruh anggota kelompok terjebak di dalam tanpa bisa keluar.

Setelah pencarian intensif selama berhari-hari, tim penyelamat akhirnya menemukan lima orang dalam keadaan selamat pada pukul 16.30 waktu setempat. Namun, dua orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian, dan operasi penyelamatan terus dilanjutkan.

Tantangan Ekstrem: Lorong Sempit 50 Cm dan Udara Terkontaminasi

Operasi penyelamatan ini bukan perkara mudah. Sistem gua yang membentang jauh ke dalam perut bumi memiliki sejumlah lorong yang hanya berukuran sekitar 50 sentimeter — cukup sempit untuk mempersulit pergerakan penyelam berperlengkapan lengkap.

Rekaman video yang dibagikan tim penyelamat memperlihatkan para penyelam harus merangkak melewati lorong berlumpur yang hampir seluruhnya terendam air. Selain itu, Mikko Paasi, penyelam spesialis asal Finlandia yang terlibat dalam misi ini, mengungkapkan bahwa tim harus menavigasi ratusan meter jalur sempit, menghadapi air banjir, potensi runtuhan, sekaligus risiko kualitas udara yang terkontaminasi.

“Sangat sempit, ada lubang berukuran 50 cm,” ungkap tim penyelamat dalam keterangannya.

Paasi memperkirakan para korban terjebak sekitar 300 meter dari pintu keluar gua, sementara lokasi gua itu sendiri berada sekitar 120 kilometer di utara ibu kota Vientiane.

“Saya Masih Gemetar” — Ungkap Koordinator Penyelamat

Keberhasilan penyelamatan ini disambut haru oleh seluruh tim. Bounkham Luanglath dari organisasi Rescue Volunteer for People mengaku tak mampu menyembunyikan emosinya usai misi berhasil.

“Saya masih gemetar. Tim kami berhasil melakukannya,” ujarnya dalam pesan suara yang dikirimkan kepada Associated Press.

Lebih lanjut, organisasi tersebut mengkonfirmasi melalui unggahan resmi di media sosial: “Kami telah menemukan lima orang dalam keadaan hidup dan selamat. Masih ada dua orang yang sedang kami cari.”

Area Tanpa Kepemilikan, Destinasi Warga Lokal Mencari Nafkah

Seorang penyelamat asal Laos yang hanya mau disebut sebagai Baeng menjelaskan bahwa kawasan gua tersebut tidak dimiliki oleh siapapun dan selama ini memang kerap dimanfaatkan warga setempat.

“Penduduk setempat biasanya datang ke sana untuk menggali lubang dan mencari makanan,” jelasnya kepada AFP.

Oleh karena itu, aktivitas masuk ke dalam gua tersebut bukan hal yang asing bagi warga sekitar — meskipun tanpa pengawasan dan persiapan keselamatan yang memadai.

Mengingatkan Tragedi Gua Thailand 2018

Operasi penyelamatan di Laos ini seketika mengingatkan dunia pada Tragedi Gua Tham Luang, Thailand, 2018 — salah satu operasi penyelamatan terbesar dalam sejarah.

Kengkach Bangkawong, salah satu anggota tim penyelamat dalam operasi Laos kali ini, adalah orang yang sama yang turut serta dalam misi heroik menyelamatkan 12 anak laki-laki dan pelatih sepak bola mereka yang terjebak dua minggu di gua banjir di Provinsi Chiang Rai. Tidak hanya itu, operasi Thailand 2018 tersebut bahkan melibatkan lebih dari 10.000 ahli dari berbagai negara dan menyita perhatian seluruh dunia.

Sebagai hasilnya, kisah luar biasa itu kemudian diabadikan dalam film layar lebar Thirteen Lives serta dokumenter The Rescue.

Operasi Masih Berlanjut

Sementara itu, upaya pencarian terhadap dua korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim gabungan. Bounkham memastikan bahwa operasi tidak akan dihentikan hingga seluruh anggota kelompok berhasil dievakuasi.

Kisah penyelamatan di gua banjir Laos ini sekali lagi membuktikan betapa luar biasanya dedikasi para penyelamat yang rela mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan sesama — bahkan di lorong sempit yang hanya muat satu tubuh.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Laporan Khusus: Jejak Sunyi Sang “Manusia Bayangan Republik” Zulkifli Lubis

Suara Kita News. Com, Dalam lembaran sejarah Indonesia, panggung utama kerap dikuasai oleh mereka yang bersuara lantang di atas mimbar. Namun, di balik layar sejarah kemerdekaan, terdapat figur-figur yang memilih…

Lanjutkan Membaca

// // //
  • News
  • July 1, 2026
  • //
Biaya Visa Jepang Resmi Naik 5 Kali Lipat per 1 Juli 2026, Turis Indonesia Wajib Tahu!

Suarakitanews — Kabar penting bagi Anda yang berencana liburan ke Negeri Sakura: biaya visa Jepang naik secara signifikan mulai 1 Juli 2026. Kenaikan ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan lonjakan…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri