Misi Kemanusiaan ke Gaza Berujung Penangkapan, Keluarga WNI Minta Prabowo Bertindak

Suarakitanews – Tangis dan kecemasan menyelimuti keluarga sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap otoritas Israel saat mengikuti ekspedisi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza.

Mereka ditahan setelah kapal yang membawa bantuan kemanusiaan dicegat di perairan internasional dekat Gaza. Di tengah situasi tersebut, keluarga para relawan dan jurnalis Indonesia memohon pemerintah segera bertindak untuk membebaskan mereka.

Salah satu suara paling menyentuh datang dari Sutrawati Kaharuddin, ibu dari Andi Angga Prasadewa, relawan kemanusiaan asal Makassar yang ikut dalam pelayaran tersebut.

“Anak saya bukan teroris yang harus diculik. Dia tidak membawa senjata, dia hanya membawa makanan dan obat-obatan untuk warga Palestina,” ujar Sutrawati dengan penuh haru.

Israel Tangkap 9 WNI dalam Ekspedisi Gaza

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa sembilan WNI ditangkap Israel pada Selasa (19/05) saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza.

Selain relawan kemanusiaan, dua jurnalis dari Republika juga termasuk dalam rombongan yang ditahan. Pemerintah Indonesia menyatakan sedang menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan seluruh WNI tersebut.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mendesak pemerintah memanfaatkan forum internasional, termasuk Board of Peace (BOP), untuk menekan Israel.

Selain itu, ia menilai penahanan terhadap awak kapal kemanusiaan di perairan internasional tidak dapat dibenarkan.

Kisah Thoudy, Jurnalis Indonesia yang Kini Ditahan Israel

Salah satu WNI yang ditahan adalah Thoudy Bada Rifanbillahi, jurnalis foto Republika. Ibundanya, Hany Hanifah Humanisa, mengaku awalnya sempat melarang sang anak berlayar ke Gaza karena khawatir terhadap risiko yang dihadapi.

Namun demikian, Hany akhirnya memberi izin karena melihat semangat dan dedikasi anaknya terhadap dunia jurnalistik.

“Saya tahu passion Thoudy ada di situ. Dia ingin melihat langsung dan mendokumentasikan apa yang terjadi di Gaza,” kata Hany.

Pada awal Mei, Thoudy berangkat ke Turki untuk meliput ekspedisi GSF. Setelah itu, ia ikut berlayar bersama puluhan aktivis kemanusiaan internasional menuju Gaza.

Selama perjalanan, Hany masih sempat berkomunikasi dengan anaknya. Akan tetapi, kontak terakhir terjadi ketika kapal sudah berada sekitar 200 mil laut dari Gaza.

Enam jam kemudian, komunikasi terputus dan Thoudy dilaporkan ditangkap oleh otoritas Israel.

Relawan Indonesia Disebut Membawa Bantuan Kemanusiaan

Di sisi lain, keluarga Andi Angga Prasadewa menegaskan bahwa misi yang diikuti putranya murni bersifat kemanusiaan.

Angga diketahui bekerja di Rumah Zakat dan sudah beberapa kali membawa bantuan ke Gaza melalui jalur darat. Namun, perjalanan kali ini dilakukan lewat laut bersama Global Sumud Flotilla.

Menurut keluarganya, Angga hanya membawa bantuan berupa makanan dan obat-obatan untuk warga Palestina.

Karena itu, keluarga menolak keras tuduhan Israel yang menyebut ekspedisi tersebut sebagai bentuk provokasi atau dukungan terhadap Hamas.

Pemerintah Indonesia Didesak Bertindak Cepat

Hingga kini, keluarga korban masih menunggu perkembangan diplomasi pemerintah Indonesia. Mereka berharap Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Luar Negeri dapat segera membawa pulang seluruh WNI dengan selamat.

Selain itu, berbagai organisasi dan lembaga yang terlibat dalam misi GSF juga disebut telah menyiapkan tim hukum internasional untuk membantu proses pembebasan para relawan dan jurnalis yang ditahan.

Sementara itu, Kemlu RI menegaskan bahwa Israel harus menjamin keselamatan seluruh awak kapal kemanusiaan dan memastikan bantuan untuk warga Gaza tetap dapat disalurkan.

Penangkapan di Tengah Krisis Kemanusiaan Gaza

Penangkapan relawan internasional, termasuk WNI, terjadi di tengah memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza akibat konflik berkepanjangan.

Berbagai organisasi internasional terus menyerukan pembukaan akses bantuan kemanusiaan untuk warga sipil Palestina yang mengalami kekurangan makanan, obat-obatan, dan layanan kesehatan.

Karena itu, penahanan para relawan kemanusiaan memicu sorotan luas dari masyarakat internasional, termasuk di Indonesia.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Laporan Khusus: Jejak Sunyi Sang “Manusia Bayangan Republik” Zulkifli Lubis

Suara Kita News. Com, Dalam lembaran sejarah Indonesia, panggung utama kerap dikuasai oleh mereka yang bersuara lantang di atas mimbar. Namun, di balik layar sejarah kemerdekaan, terdapat figur-figur yang memilih…

Lanjutkan Membaca

// // //
  • News
  • July 1, 2026
  • //
Biaya Visa Jepang Resmi Naik 5 Kali Lipat per 1 Juli 2026, Turis Indonesia Wajib Tahu!

Suarakitanews — Kabar penting bagi Anda yang berencana liburan ke Negeri Sakura: biaya visa Jepang naik secara signifikan mulai 1 Juli 2026. Kenaikan ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan lonjakan…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri