Aksi Solidaritas Andrie Yunus Menguat, Desakan Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Menggema

  • News
  • March 17, 2026

Suarakitanews – Aksi solidaritas untuk Andrie Yunus terus meluas. Kali ini, puluhan ibu-ibu dan mahasiswa menggelar aksi di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (14/03). Mereka mendesak aparat penegak hukum agar segera mengungkap pelaku dan aktor intelektual di balik kasus penyiraman air keras tersebut.

Selain itu, para peserta aksi membawa poster berisi tuntutan keadilan. Mereka juga menyerukan agar tidak ada lagi intimidasi terhadap aktivis dan pembela hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

Salah satu peserta aksi, Naysilla Rose, menegaskan bahwa negara harus hadir dalam menjamin kebebasan berpendapat. Menurutnya, kasus yang menimpa Andrie Yunus merupakan ancaman nyata bagi masyarakat sipil.

“Teror bisa menimpa siapa saja. Oleh karena itu, sudah saatnya kita membangun kekuatan bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut solidaritas publik sangat penting untuk mengawal kasus ini. Massa aksi juga membawa bunga serta membagikan takjil sebagai simbol kepedulian dan kebersamaan.

Teror terhadap Aktivis Bukan yang Pertama

Di sisi lain, kasus teror terhadap aktivis bukanlah hal baru. Sebelumnya, sejumlah tokoh yang mengkritik isu publik juga mengalami intimidasi, mulai dari kiriman bangkai hingga ancaman kekerasan.

Bahkan, hingga kini, banyak kasus pelanggaran HAM yang belum terselesaikan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa negara belum sepenuhnya serius dalam menuntaskan kasus-kasus tersebut.

“Dari dulu sampai sekarang, banyak yang belum terjawab. Ini yang membuat publik semakin resah,” kata Naysilla.

310 Organisasi Kecam Serangan

Sementara itu, sebanyak 310 organisasi dan individu yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil turut mengecam keras serangan terhadap Andrie Yunus.

Mereka menilai penyiraman air keras tersebut bukan sekadar tindakan kriminal biasa, melainkan serangan yang terencana dan terorganisir.

Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku berjumlah dua orang dan melakukan aksinya secara cepat sebelum melarikan diri. Akibat serangan itu, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh.

Lebih jauh, koalisi menilai serangan ini berkaitan erat dengan aktivitas advokasi korban sebagai pembela HAM yang kerap mengkritik penyalahgunaan kekuasaan.

Desakan Usut Aktor Intelektual

Oleh sebab itu, Koalisi Masyarakat Sipil mendesak aparat penegak hukum untuk tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut.

Selain itu, mereka juga meminta pemerintah menjamin pemulihan korban, termasuk perawatan medis dan rehabilitasi secara menyeluruh.

“Tidak boleh ada ruang bagi teror terhadap pembela HAM di negara demokrasi,” tegas koalisi.

Polri dan Pemerintah Beri Perhatian Khusus

Menanggapi hal ini, Kapolri Listyo Sigit Prabowo disebut telah memberikan atensi khusus terhadap kasus Andrie Yunus.

Penyelidikan pun dilakukan secara berlapis, mulai dari Polres Jakarta Pusat hingga Bareskrim Mabes Polri.

Sementara itu, Menteri Koordinator Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa kasus ini diduga kuat dilakukan secara terencana.

Ia pun meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas hingga ke dalang utama di balik serangan tersebut.

Solidaritas dan Tekanan Publik Terus Menguat

Dengan meningkatnya aksi solidaritas dan tekanan publik, harapan agar kasus Andrie Yunus segera terungkap semakin besar. Namun demikian, masyarakat tetap menuntut transparansi dan keseriusan aparat dalam menegakkan keadilan.

Jika tidak, kekhawatiran akan berulangnya teror terhadap aktivis dan pembela HAM akan terus menghantui ruang demokrasi di Indonesia.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Laporan Khusus: Jejak Sunyi Sang “Manusia Bayangan Republik” Zulkifli Lubis

Suara Kita News. Com, Dalam lembaran sejarah Indonesia, panggung utama kerap dikuasai oleh mereka yang bersuara lantang di atas mimbar. Namun, di balik layar sejarah kemerdekaan, terdapat figur-figur yang memilih…

Lanjutkan Membaca

// // //
  • News
  • July 1, 2026
  • //
Biaya Visa Jepang Resmi Naik 5 Kali Lipat per 1 Juli 2026, Turis Indonesia Wajib Tahu!

Suarakitanews — Kabar penting bagi Anda yang berencana liburan ke Negeri Sakura: biaya visa Jepang naik secara signifikan mulai 1 Juli 2026. Kenaikan ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan lonjakan…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri