2.721 Dapur MBG Sempat Ditutup, Pakar Ingatkan Sertifikasi SPPG Jangan Sekadar Formalitas

  • News
  • March 17, 2026

Suarakitanews – Sebanyak 2.721 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat dihentikan operasionalnya sejak 7 Maret. Penutupan ini dilakukan karena ribuan dapur tersebut belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta memiliki instalasi pengolahan limbah (IPAL) yang belum memadai.

Namun demikian, seiring berjalannya waktu, sebanyak 994 SPPG kini telah kembali beroperasi setelah mengajukan sertifikasi. Meski begitu, kondisi ini justru memunculkan kekhawatiran baru dari para pakar.

Sertifikasi SLHS Dinilai Berpotensi Hanya Formalitas

Di satu sisi, percepatan pengurusan sertifikasi memang dianggap sebagai solusi. Akan tetapi, di sisi lain, hal ini dinilai berisiko jika hanya berorientasi pada kelengkapan administrasi.

Pakar keamanan pangan dari UGM, Sri Raharjo, menegaskan bahwa sertifikasi tidak boleh sekadar menjadi formalitas.

“Jika prosesnya dipercepat tanpa pemeriksaan menyeluruh, bisa saja hanya sekadar memenuhi administrasi. Padahal, keamanan pangan tidak bisa dinilai dari selembar sertifikat saja,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kualitas fasilitas, kesiapan SDM, hingga proses pengolahan makanan harus benar-benar memenuhi standar.

Pemerintah Tetap Kejar Target

Sementara itu, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) tetap menargetkan peningkatan jumlah dapur MBG secara signifikan.

Berdasarkan data terbaru, jumlah SPPG telah mencapai 24.738 dapur, dan ditargetkan meningkat menjadi 33.000 hingga 36.617 dapur pada tahun ini.

Program ini ditujukan untuk melayani hingga 82,9 juta penerima manfaat.

Meski demikian, langkah percepatan ini menuai kritik. Pasalnya, sejumlah pihak menilai pemerintah seharusnya lebih fokus pada evaluasi daripada ekspansi.

Muncul Usulan Moratorium

Founder CISDI, Diah Saminarsih, menyarankan agar pemerintah melakukan moratorium sementara terhadap penambahan SPPG.

Tujuannya jelas, yaitu untuk memastikan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program MBG dapat dilakukan dengan optimal.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengawasan eksternal oleh Dinas Kesehatan agar standar keamanan pangan benar-benar terjaga.

Tak Hanya Administrasi, Ini Standar yang Harus Dipenuhi

Pada dasarnya, sertifikasi SLHS mencakup berbagai aspek penting. Di antaranya:

  • Fasilitas dapur yang higienis dan bebas kontaminasi
  • Peralatan masak dan penyimpanan yang sesuai standar
  • Sistem pengolahan limbah (IPAL) yang aman
  • Tenaga kerja yang terlatih dalam keamanan pangan

Oleh sebab itu, jika salah satu aspek tersebut diabaikan, maka risiko keracunan makanan bisa meningkat.

Keluhan Warga Mulai Bermunculan

Di lapangan, persoalan tidak hanya soal sertifikasi. Beberapa warga yang tinggal di sekitar dapur MBG juga mengeluhkan dampak operasional.

Misalnya, mulai dari kebisingan hingga limbah makanan yang mengganggu lingkungan sekitar. Bahkan, ada warga yang mengaku saluran airnya terdampak oleh pembuangan limbah dapur.

Keamanan Harus Jadi Prioritas

Dengan berbagai temuan tersebut, jelas bahwa program MBG tidak hanya soal distribusi makanan dalam jumlah besar. Lebih dari itu, keamanan pangan harus menjadi prioritas utama.

Jika tidak, program yang seharusnya memberikan manfaat justru berpotensi menimbulkan masalah baru.

Oleh karena itu, sertifikasi seperti SLHS seharusnya bukan hanya sekadar dokumen administratif, melainkan bukti nyata bahwa dapur benar-benar layak dan aman untuk masyarakat.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Laporan Khusus: Jejak Sunyi Sang “Manusia Bayangan Republik” Zulkifli Lubis

Suara Kita News. Com, Dalam lembaran sejarah Indonesia, panggung utama kerap dikuasai oleh mereka yang bersuara lantang di atas mimbar. Namun, di balik layar sejarah kemerdekaan, terdapat figur-figur yang memilih…

Lanjutkan Membaca

// // //
  • News
  • July 1, 2026
  • //
Biaya Visa Jepang Resmi Naik 5 Kali Lipat per 1 Juli 2026, Turis Indonesia Wajib Tahu!

Suarakitanews — Kabar penting bagi Anda yang berencana liburan ke Negeri Sakura: biaya visa Jepang naik secara signifikan mulai 1 Juli 2026. Kenaikan ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan lonjakan…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri