Pakistan–Afghanistan Kembali Memanas: Sejarah Pelik, Serangan Balasan, dan Ancaman Konflik Terbuka

Suarakitanews – Konflik Pakistan–Afghanistan kembali menjadi sorotan dunia setelah kedua negara terlibat dalam serangan militer balasan di sepanjang perbatasan. Ketegangan terbaru ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan bagian dari sejarah panjang dan pelik hubungan dua negara bertetangga tersebut.

Eskalasi Terbaru Konflik Pakistan–Afghanistan. Ketegangan meningkat ketika pemerintah Taliban di Afghanistan mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap pos militer Pakistan di wilayah perbatasan pada Kamis malam (26/02/2026).

Sebagai respons, Pakistan segera membombardir sejumlah wilayah di Afghanistan pada Jumat dini hari (27/02/2026), termasuk ibu kota Kabul serta provinsi Kandahar dan Paktika.

Menurut klaim Pakistan, serangan tersebut menargetkan 22 fasilitas militer Afghanistan. Sementara itu, Taliban menyatakan telah menyerang sejumlah pangkalan militer Pakistan menggunakan drone.

Namun demikian, klaim korban jiwa dari kedua pihak masih simpang siur dan belum terverifikasi secara independen.

Perang Drone dan Klaim Korban Jiwa

Taliban mengklaim drone mereka menargetkan tiga lokasi strategis di Pakistan, termasuk fasilitas militer di Nowshera dan Abbottabad. Sebaliknya, otoritas Pakistan menyatakan seluruh drone berhasil dihancurkan.

Di sisi lain, Pakistan mengklaim ratusan tentara Taliban tewas dan puluhan fasilitas militer dihancurkan. Akan tetapi, Taliban membantah angka tersebut dan menyebut korban dari pihaknya jauh lebih sedikit.

Dengan demikian, konflik Pakistan Afghanistan kali ini menandai peningkatan eskalasi yang cukup signifikan dibanding bentrokan sebelumnya.

Sejarah Pelik Hubungan Pakistan dan Afghanistan

Hubungan kedua negara memang telah lama diwarnai kecurigaan dan konflik.
Sebelum penarikan pasukan Amerika Serikat pada 2021, pemerintah Afghanistan saat itu menuduh Pakistan mendukung Taliban. Meski demikian, Pakistan selalu membantah tuduhan tersebut.

Sebaliknya, Pakistan justru berperan dalam memfasilitasi Perjanjian Doha yang membuka jalan bagi penarikan pasukan AS dan kembalinya Taliban berkuasa.

Namun setelah Taliban kembali memimpin Afghanistan, harapan Pakistan agar situasi perbatasan membaik tidak terwujud.

Peran TTP dalam Ketegangan Perbatasan

Pakistan secara konsisten menuduh kelompok Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) menggunakan wilayah Afghanistan sebagai basis serangan ke Pakistan.

Taliban Afghanistan membantah tuduhan tersebut. Akan tetapi, analis menilai keterkaitan historis antara Taliban Afghanistan dan TTP membuat situasi semakin kompleks.

Dengan kata lain, konflik ini bukan sekadar persoalan perbatasan, melainkan juga persoalan keamanan regional yang lebih luas.

Faktor India dan Rivalitas Regional

Selain isu TTP, dinamika geopolitik kawasan turut memperkeruh hubungan kedua negara.

Kunjungan Menteri Luar Negeri Afghanistan ke New Delhi beberapa waktu lalu dinilai sebagai langkah diplomatik penting. Namun, Pakistan menilai kedekatan Afghanistan dengan India sebagai ancaman strategis.
Sementara itu, India membantah memberikan dukungan kepada kelompok anti-Pakistan di Afghanistan.

Oleh sebab itu, rivalitas India–Pakistan turut menjadi faktor yang memperuncing konflik Pakistan Afghanistan saat ini.

Respon Internasional dan Seruan Gencatan Senjata

Ketegangan ini memicu kekhawatiran internasional. Beberapa negara dan organisasi global menyerukan de-eskalasi.

China mendesak kedua pihak menahan diri. Iran mengingatkan pentingnya solidaritas, terutama di bulan Ramadan. Selain itu, PBB juga meminta kedua negara segera menghentikan pertempuran.

Meski demikian, retorika dari kedua belah pihak masih cukup keras, sehingga potensi konflik terbuka belum sepenuhnya mereda.

Mengapa Konflik Kali Ini Berbeda?

Berbeda dengan bentrokan sebelumnya, serangan terbaru Pakistan disebut langsung menargetkan fasilitas pemerintah Taliban, bukan sekadar kelompok militan.

Artinya, konflik ini berpotensi berubah dari operasi kontra-terorisme menjadi konfrontasi langsung antar negara.

Walaupun Pakistan memiliki kekuatan militer yang jauh lebih besar, Taliban dikenal memiliki pengalaman panjang dalam perang gerilya.

Dengan demikian, jika tidak segera diredam, konflik Pakistan–Afghanistan bisa berkembang menjadi krisis regional yang lebih luas.

Kesimpulan

Konflik Pakistan Afghanistan bukan sekadar bentrokan perbatasan biasa. Sebaliknya, ia merupakan akumulasi dari sejarah panjang ketegangan, persoalan TTP, rivalitas geopolitik regional, dan ketidakpercayaan mendalam di antara kedua negara.

Oleh karena itu, dialog dan diplomasi menjadi satu-satunya jalan realistis untuk mencegah konflik berkepanjangan yang dapat mengancam stabilitas Asia Selatan.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Krisis Migran Ceuta dan Melilla: Pengerahan Militer Spanyol di Tengah Sengketa Kedaulatan Berabad-Abad

Suarakitanews – Tegangan diplomatik kembali memanas di Selat Gibraltar setelah Pemerintah Spanyol mengerahkan pasukan militer tambahan ke Ceuta, sebuah wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara. Langkah drastis ini diambil sebagai…

Lanjutkan Membaca

// // //
Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela: Kisah Perempuan Berjam-jam Mencari Kabar Keluarganya di Caracas

Venezuela, Suarakitanews — Sebuah pesan suara singkat di WhatsApp menjadi awal dari berjam-jam kecemasan yang tak terlupakan. “Baru saja terjadi gempa yang sangat hebat, saat ini masih terasa gunangannya,” demikian…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri