Rupiah Melemah atas Dolar AS: Ini Penyebab Utama dan Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia

Suarakitanews – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada Januari 2026 dan bahkan sempat nyaris menembus level Rp 17.000 per dolar AS pada Selasa (20/01/26). Angka ini mencatatkan rekor terendah sepanjang sejarah dan memicu kekhawatiran publik terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Jika dibandingkan secara historis, pelemahan rupiah kali ini melampaui krisis moneter 1998, ketika rupiah sempat menyentuh Rp 16.800 per dolar AS. Sementara itu, pada krisis keuangan global 2008, nilai tukar rupiah masih bertahan di kisaran Rp 12.600 per dolar AS.

Rupiah Sangat Sensitif terhadap Sentimen Global

Secara historis, rupiah dikenal sangat sensitif terhadap sentimen pasar global. Mengutip laporan Reuters, perubahan kebijakan moneter global, terutama dari Amerika Serikat, kerap memengaruhi arus modal di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Namun demikian, faktor domestik juga memiliki peran besar dalam pelemahan rupiah sepanjang setahun terakhir.

Defisit APBN 2025 Jadi Sorotan

Salah satu faktor utama yang menekan nilai tukar rupiah adalah defisit APBN 2025 yang mencapai 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau setara Rp 697,1 triliun. Angka ini menjadi defisit paling lebar dalam dua dekade terakhir, kecuali pada masa pandemi.

Akibatnya, kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal meningkat dan mendorong terjadinya aliran modal keluar, khususnya dari pasar obligasi. Kondisi ini secara langsung memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah.

Isu Independensi Bank Indonesia

Selain defisit anggaran, muncul pula isu terkait independensi Bank Indonesia (BI) yang turut memengaruhi persepsi investor. Ketidakpastian kebijakan moneter sering kali membuat pelaku pasar bersikap lebih berhati-hati, sehingga permintaan terhadap aset berdenominasi dolar AS meningkat.

Pencalonan Deputi Gubernur BI Jadi Perbincangan

Isu pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia juga sempat dikaitkan dengan pelemahan rupiah. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan tersebut.

“Kalau Anda lihat, rupiah kan melemah sebelum Pak Thomas ditunjuk untuk menjadi calon deputi gubernur Bank Indonesia,” ujar Purbaya pada Kamis (22/01/26), dikutip dari Kompas.com.

Lebih lanjut, Purbaya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia meyakini Bank Indonesia memiliki strategi yang tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Permintaan Dolar Naik Jelang Ramadhan

Di sisi lain, menjelang bulan Ramadhan, permintaan dolar AS biasanya meningkat. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan impor bahan pangan dan konsumsi yang cenderung naik. Menurut sejumlah ekonom, peningkatan permintaan dolar musiman ini ikut memperberat tekanan terhadap rupiah dalam jangka pendek.

Kesimpulan

Dengan kombinasi tekanan global dan domestik—mulai dari defisit APBN, isu kebijakan moneter, hingga peningkatan permintaan dolar—pelemahan rupiah menjadi fenomena yang sulit dihindari. Ke depan, stabilitas nilai tukar sangat bergantung pada koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, serta kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan pasar.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Paradoks Norwegia: Negara Hijau yang Kaya Raya dari Ekspor Minyak — Apa Dampak Perang Timur Tengah bagi Dana Triliunannya?

Suarakitanews — [Norwegia], Norwegia memimpin dunia dalam transisi energi bersih, namun di saat yang sama meraup triliunan rupiah dari ekspor minyak dan gas bumi. Paradoks ini kini kembali diuji oleh…

Lanjutkan Membaca

// // //
Dampak Perang AS-Iran terhadap Nilai Tukar Mata Uang Dunia: Rupiah, Rupee, hingga Rubel

Suarakitanews – Ketika konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran meletus pada akhir Februari 2025, dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah. Dampak perang AS-Iran terhadap nilai tukar mata…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri