Planning Fallacy: Ketika Kamu Terlalu Percaya Diri Mengatur Waktu (dan Akhirnya Kalah oleh Kenyataan)

Suarakitanews – “Cuma butuh dua jam kok ngerjainnya!” — Empat jam kemudian, baru setengah jalan…

Hayooo, siapa yang pernah begini?
Kalimat itu mungkin terdengar sepele, tapi sebenarnya kamu baru saja menjadi korban planning fallacy — kondisi ketika seseorang terlalu percaya diri dalam memperkirakan waktu penyelesaian sebuah tugas.

Kita sering berpikir, “Ah, ini gampang, sebentar juga selesai.” Namun kenyataannya, waktu berjalan jauh lebih cepat daripada yang kita kira. Akibatnya, pekerjaan belum juga rampung, padahal deadline sudah di depan mata.

Apa Itu Planning Fallacy?

Planning fallacy adalah bias kognitif yang membuat kita meremehkan jumlah waktu dan usaha yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu tugas.
Fenomena ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Daniel Kahneman dan Amos Tversky. Menurut mereka, manusia cenderung terlalu optimis terhadap kemampuan dirinya sendiri dan mengabaikan kemungkinan hambatan yang bisa muncul.

Ibaratnya, kamu menganggap mendaki gunung itu semudah berjalan di taman kota — padahal realitanya, ada tanjakan, batu licin, dan rasa lelah di tengah jalan.

Contoh Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari

Bayangkan kamu berpikir,

“Satu jam lagi aku harus ke kampus. Asik, masih lama nih! Scroll media sosial dulu ah…”

Scroll, scroll, scroll…
“Lima menit lagi deh,” dan akhirnya… “Lho?! Kok udah jam segini?!”

Nah, di situlah planning fallacy bekerja tanpa kamu sadari.

Dampak Planning Fallacy dalam Kehidupan

Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa menimbulkan berbagai masalah. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Terlambat mencapai tujuan.
    Kamu jadi sering meleset dari jadwal, bahkan sulit mengejar deadline.
  2. Kesulitan mengatur waktu.
    Akibat terlalu optimis, kamu tidak mengalokasikan waktu secara realistis.
  3. Tugas tidak selesai tepat waktu.
    Karena tidak memprediksi kemungkinan hambatan, akhirnya pekerjaan tertunda.
  4. Merugikan orang lain.
    Bayangkan membuat teman atau rekan kerja harus menunggu karena kamu salah perhitungan waktu — pasti tidak menyenangkan, bukan?
4 Cara Menghindari Planning Fallacy

Meskipun planning fallacy sulit dihindari sepenuhnya, kamu bisa melatih diri agar lebih realistis dalam mengatur waktu. Berikut empat strategi yang bisa kamu coba:

  1. Refleksikan Pengalamanmu

Ingat kembali pengalamanmu sebelumnya. Apakah kamu sering terlambat atau bisa menyelesaikan tugas tepat waktu? Dari sana, kamu bisa belajar memperkirakan waktu dengan lebih akurat.

  1. Gunakan Strategi “Buffer Time”

Tambahkan waktu cadangan di setiap rencanamu. Misalnya, jika kamu harus berangkat pukul 10.00, cobalah siap-siap sepuluh menit lebih awal. Waktu ekstra ini bisa jadi penyelamat.

  1. Pecah Tugas Jadi Langkah Kecil

Daripada berpikir “berangkat ke kampus,” coba uraikan menjadi: mandi, berpakaian, sarapan, menyiapkan perlengkapan, dan lain-lain. Dengan begitu, kamu tahu berapa lama tiap tahap memakan waktu.

  1. Rencanakan Secara Terbalik (Backward Planning)

Mulailah dari langkah terakhir — misalnya, kamu harus sampai pukul 10.00 — lalu hitung mundur setiap tahap yang perlu dilakukan sebelumnya. Dengan cara ini, kamu bisa tahu kapan harus mulai.

Kesimpulan: Waktu adalah Cermin Diri

Kalau kata pepatah, “waktu adalah emas.”
Namun, jika kamu sering meremehkan waktu, berarti kamu juga sedang menurunkan nilai dirimu sendiri.

Jadi, yuk mulai sekarang, berhenti meremehkan waktu dan biasakan diri untuk lebih realistis. Karena dengan mengelola waktu secara bijak, kamu bukan hanya bisa menghindari planning fallacy, tapi juga menjadi pribadi yang lebih produktif dan menghargai diri sendiri.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Coercive Control: Ketika “Aku Sayang Kamu” Berubah Jadi Penjara

Suarakitanews — Awalnya terasa seperti perhatian. Tapi lama-lama, kamu merasa sesak. Itulah wajah asli coercive control dalam hubungan — kekerasan yang datang diam-diam, bersembunyi di balik kata “aku cuma khawatir.”…

Lanjutkan Membaca

// // //
Blind Spot Adalah: Cara Mengenal Diri Lewat Johari Window dan Feedback Orang Lain

Suarakitanews – Pernahkah seseorang mengatakan sesuatu tentang dirimu, lalu kamu terdiam karena tidak menyadarinya sama sekali? Jika pernah, artinya kamu baru saja bertemu dengan blind spot milikmu sendiri. Blind spot…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri