Peran Intelijen dalam Gelombang Demonstrasi: Antara Pengamanan dan Kontroversi

  • News
  • September 13, 2025

Suarakitanews – Isu peran intelijen dalam gelombang demonstrasi kembali mencuat setelah viralnya penangkapan seorang pria yang diduga anggota intelijen TNI oleh polisi pada 30 Agustus lalu. Peristiwa tersebut langsung memantik kecurigaan publik mengenai dugaan keterlibatan militer dalam aksi unjuk rasa.

Namun, dugaan itu telah dibantah keras oleh Juru Bicara TNI, Brigjen Freddy Ardianzah. Menurutnya, kabar tersebut tidak benar, bahkan menyesatkan, serta berpotensi merusak citra TNI di mata masyarakat.

Kisruh Penangkapan Intelijen di Tengah Demonstrasi

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang anggota Brimob merangkul seorang laki-laki yang dituduh sebagai ‘provokator’. Belakangan, laki-laki itu diketahui memiliki kartu identitas Badan Intelijen Strategis (BAIS). Situasi inilah yang kemudian menimbulkan tanda tanya besar tentang apa sebenarnya peran intelijen dalam demonstrasi.

Pakar politik dan keamanan, Muradi, menilai insiden saling tangkap antar aparat menunjukkan buruknya koordinasi antara Polri dan TNI. Ia menyebut peristiwa itu sebagai hal yang “lucu”, namun juga mengkhawatirkan karena memperlihatkan lemahnya sistem komando di lapangan.

Dugaan Manipulasi Aksi Massa

Lebih jauh, Muradi mengungkapkan bahwa keberadaan intel tidak hanya bertugas memata-matai pihak yang dianggap berseberangan dengan pemerintah. Menurutnya, ada kemungkinan intelijen juga terlibat dalam membelokkan agenda tuntutan demonstran.

“Kerusuhan, perusakan fasilitas umum hingga aksi penjarahan bisa saja sengaja diciptakan untuk menyudutkan massa aksi,” ujar Muradi. Hal ini tentu menimbulkan persepsi negatif bahwa demonstrasi seolah identik dengan kericuhan.

TNI-Polri Saling Klarifikasi

Menanggapi tudingan tersebut, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menegaskan bahwa bila pun benar ada intel di lapangan, identitasnya tidak semestinya disebarkan ke publik. Menurutnya, kehadiran TNI dalam demonstrasi bertujuan membantu Polri meredam situasi, bukan menciptakan masalah baru.

Sementara itu, Kapuspen TNI Brigjen Freddy Ardianzah kembali menegaskan bahwa selama rangkaian aksi unjuk rasa di Jakarta, tidak ada satu pun prajurit TNI yang ditangkap kepolisian.

Intelijen di Persimpangan Kontroversi

Peran intelijen dalam demonstrasi memang tidak bisa dilepaskan dari fungsi negara untuk menjaga stabilitas keamanan. Namun, ketika kehadiran mereka justru memunculkan kontroversi, kepercayaan publik terhadap aparat bisa terganggu.

Ke depan, yang dibutuhkan bukan sekadar klarifikasi, melainkan transparansi dan koordinasi yang lebih baik antara TNI dan Polri. Tanpa itu, isu peran intelijen dalam gelombang demonstrasi akan terus menjadi sorotan dan bahan spekulasi masyarakat.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Laporan Khusus: Jejak Sunyi Sang “Manusia Bayangan Republik” Zulkifli Lubis

Suara Kita News. Com, Dalam lembaran sejarah Indonesia, panggung utama kerap dikuasai oleh mereka yang bersuara lantang di atas mimbar. Namun, di balik layar sejarah kemerdekaan, terdapat figur-figur yang memilih…

Lanjutkan Membaca

// // //
  • News
  • July 1, 2026
  • //
Biaya Visa Jepang Resmi Naik 5 Kali Lipat per 1 Juli 2026, Turis Indonesia Wajib Tahu!

Suarakitanews — Kabar penting bagi Anda yang berencana liburan ke Negeri Sakura: biaya visa Jepang naik secara signifikan mulai 1 Juli 2026. Kenaikan ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan lonjakan…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri