Suarakitanews – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Pada Minggu, 22 Juni 2025, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa AS telah berhasil menghancurkan tiga fasilitas nuklir utama Iran dalam serangan besar bertajuk Operation Midnight Hammer.
Serangan ini melibatkan lebih dari 125 pesawat tempur, termasuk jet generasi kelima dan pesawat siluman B-2, serta dukungan kapal selam. Sasaran utama operasi tersebut adalah tiga lokasi penting: Fordo, Natanz, dan Isfahan. Menurut sumber militer AS, ketiganya dihantam tanpa terdeteksi oleh sistem pertahanan Iran.
Eskalasi Konflik Iran–Israel dan Peran Amerika Serikat
Konflik bersenjata antara Iran dan Israel meletus sejak 13 Juni 2025. Namun, serangan langsung Amerika Serikat ini menandai eskalasi yang lebih luas, dengan potensi membuka front baru di Timur Tengah. Dukungan Washington terhadap Tel Aviv semakin jelas. Bahkan, Presiden Trump secara terbuka menyetujui serangan militer Israel terhadap Iran.
Menurut laporan dari Watson Institute for International and Public Affairs, total anggaran militer AS yang digelontorkan untuk mendukung Israel dan operasi di Timur Tengah mencapai 22,76 miliar dolar AS (sekitar Rp 300 triliun) dari Oktober 2023 hingga September 2024.
Iran: Militan, Strategis, dan Didukung Sekutu Timur
Meski dilanda serangan udara besar-besaran, Iran bukan tanpa kekuatan. Negara ini dikenal memiliki pasukan militer yang militan serta hubungan erat dengan kelompok seperti Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman. Dukungan tidak langsung dari negara besar seperti Rusia dan China juga menjadi faktor penting.
Pada hari yang sama, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, menyatakan bahwa beberapa negara siap memasok senjata nuklir ke Iran. Bahkan sebelumnya, Presiden Vladimir Putin dan Xi Jinping menyampaikan keprihatinan bersama melalui panggilan telepon pada 19 Juni 2025, terkait memburuknya situasi geopolitik di kawasan tersebut.
Perbandingan Kekuatan Militer Iran, Israel, dan Amerika Serikat (2025)
Untuk memahami dinamika ini secara lebih mendalam, berikut adalah peta kekuatan militer ketiga negara menurut data terbaru dari Global Firepower:
Ranking Global Kekuatan Militer (2025)

Jumlah Personel Militer Aktif

Kekuatan Udara

Kekuatan Darat

Kekuatan Laut

Anggaran Pertahanan (2025)

Siapa Lebih Kuat?
Secara kuantitatif dan teknologi militer, Amerika Serikat masih unggul secara signifikan dibanding Iran dan Israel. Namun, kekuatan militer bukan hanya soal jumlah, tetapi juga strategi, lokasi geografis, dan dukungan politik dari sekutu.
Iran mungkin kalah dalam hal teknologi canggih, namun kekuatan regional dan jaringan militan yang tersebar membuatnya menjadi lawan yang sulit ditaklukkan sepenuhnya. Sementara itu, Israel tetap menjadi kekuatan militer dominan di kawasan, berkat dukungan penuh dari AS dan teknologi tinggi yang mereka miliki.
Namun, jika eskalasi terus berlanjut, konflik ini bukan hanya akan mengguncang Timur Tengah, tetapi juga berdampak global.
Penulis: Mita Putri








