Suarakitanews – Donald Trump awalnya membantah keterlibatan AS dalam konflik Iran-Israel, namun kini justru meluncurkan serangan besar ke fasilitas nuklir Iran.
Ketegangan antara Iran dan Israel kini memasuki babak baru setelah Amerika Serikat secara resmi melancarkan serangan udara ke Iran pada 22 Juni 2025. Tujuh pesawat pengebom B-2 milik AS dijalankan untuk menghancurkan tiga fasilitas nuklir utama milik Iran, yaitu Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Serangan ini menandai perubahan drastis dalam sikap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya menyatakan bahwa negaranya tidak akan ikut campur dalam konflik Iran-Israel.
Perubahan Pernyataan Trump yang Penuh Inkonsistensi
Selama dua minggu terakhir, pernyataan Donald Trump menunjukkan arah politik luar negeri yang tidak konsisten dan berubah-ubah. Berikut rangkuman kronologisnya:
13 Juni 2025
Trump mengancam Iran setelah rudal Israel menghantam wilayah Iran:
“Iran harus membuat kesepakatan sebelum tidak ada lagi yang tersisa. LAKUKAN SAJA, SEBELUM TERLAMBAT.”
14 Juni 2025
Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat bahwa perang Iran-Israel harus diakhiri.
15 Juni 2025
Trump menyatakan Amerika Serikat belum terlibat, namun membuka kemungkinan untuk ikut campur:
“Kami tidak terlibat… Ada kemungkinan kami bisa terlibat.”
17 Juni 2025
Dalam satu hari, Trump:
- Menyatakan Iran tak akan menang.
- Mendesak evakuasi warga Teheran.
- Mengklaim tahu lokasi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei.
19 Juni 2025
Trump menunda serangan, membuka peluang diplomasi.
Namun hanya tiga hari berselang, pada 22 Juni 2025, serangan udara diluncurkan ke fasilitas nuklir Iran, menandai keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam konflik bersenjata tersebut.
Trump Serukan ‘Perubahan Rezim’ di Iran
Dalam pernyataan selanjutnya, Trump bahkan mendorong perubahan rezim di Iran:
“Jika rezim Iran sekarang tidak mampu untuk MAKE IRAN GREAT AGAIN, kenapa tidak ada perubahan rezim di sana? MIGA!”
Respons Iran dan Klaim Gencatan Senjata
Pada 24 Juni 2025, Trump mengumumkan gencatan senjata penuh antara Israel dan Iran. Namun, pemerintah Iran membantah telah menyepakati hal tersebut. Serangan balasan terus terjadi, termasuk serangan rudal Iran ke Israel usai pernyataan Trump dirilis.

Kesimpulan
Dengan perubahan sikap Donald Trump yang tidak konsisten dan cepat berubah, publik internasional kini mempertanyakan arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Sementara itu, konflik di kawasan Timur Tengah masih terus memanas tanpa tanda-tanda perdamaian yang nyata.
Penulis: Mita Putri








