Retorika Anti-Asing Prabowo: Strategi Nasionalisme atau Tanda Otoritarianisme?

  • News
  • June 12, 2025

Suarakitanews – Sejak awal menjabat sebagai Presiden Indonesia, Prabowo Subianto telah konsisten menyuarakan kekhawatiran tentang “kekuatan asing” yang disebutnya berusaha melemahkan kedaulatan bangsa. Dalam pidatonya pada Peringatan Hari Pancasila, Senin (02/06/2025), Prabowo kembali menegaskan pandangannya bahwa kekuatan asing terus bekerja untuk mencegah Indonesia menjadi negara kuat.

“Kekuatan Asing” dan Narasi Nasionalisme Prabowo

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengajak masyarakat untuk bersatu dan waspada terhadap provokasi. Ia menuding ada pendanaan asing yang mengalir ke LSM guna menciptakan konflik internal. Narasi anti-asing ini kembali mencuat, sejalan dengan sikap Prabowo yang sejak lama menyoroti peran kekuatan luar dalam kekacauan di Indonesia.

Respons dari Akademisi dan Pegiat Hak Asasi

Pernyataan Prabowo menuai kritik tajam dari aktivis dan akademisi. Usman Hamid dari Amnesty International menegaskan bahwa masalah utama bukan LSM asing, melainkan korupsi di kalangan elite. Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti juga menilai retorika Prabowo bersifat demagogis dan berpotensi memecah belah masyarakat melalui isu nasionalisme sempit.

Mengapa Retorika Ini Dinilai Berbahaya?

Penggunaan istilah seperti “antek asing” terhadap pengkritik pemerintah bisa menciptakan suasana intimidatif bagi masyarakat sipil. Retorika semacam ini, menurut para pengamat, berpotensi melemahkan demokrasi dan memperkuat kultus individu terhadap pemimpin.

Lebih jauh lagi, narasi seperti ini bisa memberikan legitimasi bagi pendukung pemerintah untuk melakukan persekusi terhadap pihak yang berbeda pandangan.

Strategi Politik atau Bahaya Demokrasi?

Retorika anti-asing yang terus diulang oleh Prabowo dapat dilihat sebagai strategi politik untuk menggalang dukungan rakyat dengan sentimen nasionalisme. Namun, di sisi lain, retorika ini juga berpotensi menimbulkan polarisasi, membungkam kritik, dan bahkan mengarah pada otoritarianisme.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap kritis, tidak mudah termakan narasi yang menyederhanakan masalah, serta mendukung keberadaan LSM dan gerakan sipil sebagai bagian dari sistem demokrasi yang sehat.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Laporan Khusus: Jejak Sunyi Sang “Manusia Bayangan Republik” Zulkifli Lubis

Suara Kita News. Com, Dalam lembaran sejarah Indonesia, panggung utama kerap dikuasai oleh mereka yang bersuara lantang di atas mimbar. Namun, di balik layar sejarah kemerdekaan, terdapat figur-figur yang memilih…

Lanjutkan Membaca

// // //
  • News
  • July 1, 2026
  • //
Biaya Visa Jepang Resmi Naik 5 Kali Lipat per 1 Juli 2026, Turis Indonesia Wajib Tahu!

Suarakitanews — Kabar penting bagi Anda yang berencana liburan ke Negeri Sakura: biaya visa Jepang naik secara signifikan mulai 1 Juli 2026. Kenaikan ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan lonjakan…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri