Trump Ultimatum Hamas: Bebaskan Sandera atau Hadapi Hukuman Berat

Suarakitanews.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras kepada Hamas melalui platform Truth Social, Rabu (5/3/2025). Dalam pernyataannya yang mengejutkan dunia, Trump menyampaikan bahwa Hamas harus segera membebaskan seluruh sandera di Gaza, atau menghadapi “hukuman berat”.

Ancaman Terbuka dari Presiden AS

Trump secara tegas menyatakan:

“Tidak ada satupun anggota Hamas yang akan selamat jika kalian tidak mematuhi perintah saya. Masa depan yang indah menanti kalian (rakyat Gaza), tapi tidak akan terjadi jika kalian masih menahan sandera. Jika kalian tetap melakukannya, kalian akan mati! Buatlah keputusan yang cerdas. BEBASKAN SANDERA SEKARANG, ATAU KALIAN AKAN MENGHADAPI HUKUMAN BERAT!”

Pernyataan ini disampaikan setelah Gedung Putih mengonfirmasi adanya kontak langsung yang belum pernah terjadi sebelumnya antara utusan AS dan Hamas, yang menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri AS terhadap kelompok yang dikategorikan sebagai organisasi teroris.

Pertemuan Langsung dengan Hamas

Negosiasi yang berlangsung di Doha dipimpin oleh Adam Boehler, utusan khusus Trump untuk urusan sandera. Boehler diketahui telah bertemu dengan pejabat Hamas dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, komunikasi antara Hamas, AS, dan Israel selalu melalui perantara Mesir dan Qatar.

Namun, kali ini Trump telah memberikan mandat penuh kepada utusannya untuk “berbicara kepada siapapun”, sebagai bagian dari upaya membebaskan sandera yang tersisa.

Jumlah Sandera Masih Hidup

Pejabat Israel melaporkan bahwa masih terdapat 24 sandera hidup di Gaza, termasuk satu warga negara Amerika, Edan Alexander. Sementara itu, 35 jenazah sandera masih belum dikembalikan.

Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan sikap resmi terhadap Amerika Serikat terkait pembicaraan langsung dengan Hamas.

Reaksi Hamas dan Kelompok Bersenjata Palestina

Hamas mengecam pernyataan Trump dan menyebutnya sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah Israel untuk menarik diri dari gencatan senjata.
Sementara itu, Brigade Mujahidin Palestina menuduh AS sebagai “mitra dalam kejahatan genosida” dan menuding ancaman Trump sebagai bukti kurangnya keseriusan dalam menjalankan kesepakatan yang telah dimediasi.

Penulis : Mita Putri
Sumber : instagram @voa

Mita Putri

Artikel Terkait

Krisis Migran Ceuta dan Melilla: Pengerahan Militer Spanyol di Tengah Sengketa Kedaulatan Berabad-Abad

Suarakitanews – Tegangan diplomatik kembali memanas di Selat Gibraltar setelah Pemerintah Spanyol mengerahkan pasukan militer tambahan ke Ceuta, sebuah wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara. Langkah drastis ini diambil sebagai…

Lanjutkan Membaca

// // //
Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela: Kisah Perempuan Berjam-jam Mencari Kabar Keluarganya di Caracas

Venezuela, Suarakitanews — Sebuah pesan suara singkat di WhatsApp menjadi awal dari berjam-jam kecemasan yang tak terlupakan. “Baru saja terjadi gempa yang sangat hebat, saat ini masih terasa gunangannya,” demikian…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri