Suara kita news.com – Isu pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Antipremanisme yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat semakin memanas, setelah tantangan terbuka dilayangkan oleh Ketua Distrik Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Karawang, Asep Mulyana, S.E. Munculnya dua satgas dengan fokus yang berbeda ini telah menciptakan ketegangan yang menarik di kalangan masyarakat, khususnya di Karawang.
Satgas Antipremanisme: Fokus pada Kejahatan Jalanan
Inisiatif Gubernur Jawa Barat untuk membentuk Satgas Anti preman muncul di tengah keresahan masyarakat Karawang terkait maraknya aktivitas kelompok preman yang meresahkan di berbagai sudut wilayah. Satgas ini bertujuan untuk memberantas premanisme, yang sudah lama menjadi momok di masyarakat, dengan meningkatkan keamanan dan kenyamanan publik.
Namun, terlepas dari niat baik tersebut, pembentukan satgas ini menuai kritik tajam, terutama dari organisasi masyarakat (ormas). Salah satu yang paling vokal dalam memberikan respons adalah Asep Mulyana, Ketua GMBI Karawang, yang menilai bahwa pernyataan Gubernur Jawa Barat berpotensi menciptakan stigma negatif terhadap semua ormas yang ada di wilayah tersebut.
GMBI Karawang Tantang Gubernur dengan Satgas Preman Berdasi
Tidak hanya sekadar mengkritik, Asep Mulyana melangkah lebih jauh dengan menyatakan bahwa GMBI Karawang siap membentuk “Satgas Preman Berdasi.” Menurut Asep, jika Satgas Antipremanisme diluncurkan, GMBI tidak akan tinggal diam dan mereka akan menggagas sebuah kelompok yang berfokus pada pemberantasan para pejabat yang terlibat dalam korupsi.
“Kami mendukung upaya pemberantasan premanisme, tapi jangan sampai ini menggeneralisasi dan menyudutkan seluruh ormas. Kami juga memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kondusifitas, namun kami juga punya tanggung jawab untuk mengawasi potensi kejahatan lain, terutama korupsi,” ujar Asep Mulyana dengan tegas.
Satgas Anti Preman Berdasi: Menargetkan Pejabat Koruptor
Lebih lanjut, Asep Mulyana mengungkapkan bahwa Satgas Preman Berdasi yang akan dibentuk oleh GMBI Karawang tidak hanya berfokus pada preman jalanan. “Kami akan libas habis pejabat-pejabat yang melakukan korupsi. Ini bukan hanya soal kerugian negara, tetapi juga soal keadilan bagi masyarakat Jawa Barat,” tambahnya.
Dengan demikian, fokus dari kedua satgas ini jelas berbeda. Satgas Antipremanisme akan mengatasi masalah kejahatan jalanan, sedangkan Satgas Preman Berdasi bertekad memberantas korupsi yang terjadi di kalangan pejabat dan penguasa. Munculnya dua kekuatan ini memunculkan pertanyaan besar: Apakah kedua satgas ini akan saling bersinergi atau justru bersaing dalam menyelesaikan masalah di Jawa Barat?
Peran Masyarakat dan Pemerintah dalam Menangani Keamanan dan Korupsi
Masyarakat Jawa Barat kini menantikan bagaimana kedua inisiatif ini akan berkembang. Publik semakin kritis terhadap langkah pemerintah daerah dan reaksi dari ormas yang ada. Apakah Gubernur Jawa Barat akan merespons tantangan dari GMBI dan mengadakan dialog terbuka? Dan apakah dua satgas ini mampu bekerja efektif dalam menghadirkan perubahan nyata di Karawang?
Sementara itu, GMBI Karawang menegaskan bahwa mereka memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga kondusifitas di wilayah tersebut dan memberantas segala bentuk kejahatan. Namun, mereka juga menekankan bahwa pemberantasan kejahatan harus dilakukan secara objektif, tanpa memandang status atau organisasi.
Menanti Langkah Selanjutnya dari Pemerintah dan Ormas
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Gubernur Jawa Barat mengenai tantangan terbuka dari GMBI maupun pembentukan kedua satgas ini. Namun, situasi ini jelas mencerminkan adanya dinamika yang berkembang pesat dalam pengelolaan keamanan dan pemerintahan di daerah tersebut. Masyarakat pun semakin sadar akan pentingnya transparansi dan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Dengan ketegangan yang semakin meningkat, publik akan terus memantau perkembangan situasi ini, berharap agar pemerintah dan ormas dapat bekerja sama dalam membangun Jawa Barat yang lebih aman dan bebas dari praktik premanisme serta korupsi.
.Penulis : Hend
Editor Yerrydewa






