Gempa 7,7 Guncang Myanmar, Min Aung Hlaing Minta Bantuan Internasional: Langkah Langka dari Junta Militer

Suarakitanews.com – Pada Jumat, 28 Maret 2025, Myanmar diguncang gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 skala Richter. Kejadian ini memaksa pemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, untuk mengambil langkah mengejutkan: meminta bantuan dari komunitas internasional.

Dalam pidato yang disiarkan langsung di televisi nasional, Min Aung Hlaing menyampaikan,

“Saya ingin menyampaikan undangan terbuka ke organisasi dan negara mana pun yang bersedia datang dan membantu orang-orang yang membutuhkan di negara kita.”

Namun, seruan ini dianggap langkah yang sangat jarang terjadi—bahkan mengejutkan—bagi komunitas internasional dan pengamat politik Myanmar. Mengapa demikian?

Mengapa Seruan Ini Dianggap Langka?

Sejak merebut kekuasaan melalui kudeta militer pada tahun 2021, junta di bawah komando Min Aung Hlaing dikenal sangat tertutup terhadap dunia luar. Mereka bahkan kerap menolak bantuan kemanusiaan dan membatasi akses internet, serta mengontrol ketat masuknya informasi dari dan ke dalam Myanmar.

Lebih jauh, junta militer dikenal dengan pendekatan keras terhadap rakyat sipil. Berdasarkan laporan Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) yang dikutip oleh PBB per Januari 2025, tercatat 6.231 warga sipil tewas, termasuk 1.144 perempuan dan 709 anak-anak.

Tak hanya itu, jurnalis dibungkam, dan warga yang menentang kekuasaan diperlakukan dengan kekerasan. Perlawanan pun muncul dalam bentuk kelompok bersenjata sipil dan milisi lokal yang beroperasi dari hutan.

Komunitas Internasional Selama Ini Dijauhi

Sebelum bencana gempa ini, junta Myanmar hanya terbuka pada negara-negara yang dianggap sekutu, seperti Rusia, China, dan Korea Utara. Sementara itu, negara-negara Barat dan organisasi internasional kerap dicurigai dan ditolak bantuannya.

Karena itulah, permintaan bantuan terbuka dari Min Aung Hlaing kali ini dianggap sinyal penting dan tidak biasa—meski sebagian pihak masih meragukan ketulusannya.

Min Aung Hlaing Diburu ICC atas Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Di tengah krisis ini, nama Min Aung Hlaing juga tetap menjadi sorotan dunia internasional. Sejak 2019, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menyelidiki kejahatan terhadap kemanusiaan yang diduga dilakukan oleh dirinya, terutama terhadap etnis Rohingya.

Menurut penyelidikan ICC, antara 25 Agustus hingga 31 Desember 2017, terjadi deportasi dan penganiayaan besar-besaran terhadap warga Rohingya oleh militer Myanmar yang saat itu dipimpin Min Aung Hlaing. Surat perintah penangkapan atas dirinya telah diajukan pada tahun 2024.

Penutup

Permintaan bantuan internasional dari Min Aung Hlaing memang menjadi berita besar dan tak terduga. Namun, pertanyaannya kini adalah: apakah ini benar-benar menjadi awal keterbukaan Myanmar, atau sekadar taktik dalam menghadapi bencana dan tekanan internasional?

Penulis : Mita Putri
Sumber : instagram @cnnindonesia

Mita Putri

Artikel Terkait

Krisis Migran Ceuta dan Melilla: Pengerahan Militer Spanyol di Tengah Sengketa Kedaulatan Berabad-Abad

Suarakitanews – Tegangan diplomatik kembali memanas di Selat Gibraltar setelah Pemerintah Spanyol mengerahkan pasukan militer tambahan ke Ceuta, sebuah wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara. Langkah drastis ini diambil sebagai…

Lanjutkan Membaca

// // //
Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela: Kisah Perempuan Berjam-jam Mencari Kabar Keluarganya di Caracas

Venezuela, Suarakitanews — Sebuah pesan suara singkat di WhatsApp menjadi awal dari berjam-jam kecemasan yang tak terlupakan. “Baru saja terjadi gempa yang sangat hebat, saat ini masih terasa gunangannya,” demikian…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri