Pasar Tanah Abang Sepi Jelang Lebaran 2025: Dampak E-Commerce dan Daya Beli Melemah

  • News
  • March 24, 2025

Suarakitanews.com – Jakarta – Pasar Tanah Abang, pusat perdagangan tekstil terbesar di Asia Tenggara, kini menghadapi tantangan besar. Menjelang Lebaran 2025, suasana pasar yang biasanya padat kini terlihat lebih lengang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Fenomena ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk gempuran produk impor, melemahnya daya beli masyarakat, dan meningkatnya tren belanja online.

Sepinya Pasar Tanah Abang Menjelang Lebaran

Sebagai pusat grosir tekstil yang selalu menjadi tujuan utama pembeli menjelang Idul Fitri, Tanah Abang biasanya dipadati pengunjung. Namun, kondisi saat ini berbeda. Lorong-lorong yang biasanya sesak kini lebih longgar, bahkan beberapa kios terlihat sepi dari pembeli.

“Tahun sebelumnya para pembeli bagaikan tawaf karena jalan cuma selangkah. Pembeli menurun 50 persen dari tahun sebelumnya yang sehari bisa mencapai sekitar 150 orang,” ujar Edo (35), salah satu pedagang di Pasar Tanah Abang.

Senada dengan Edo, Novi, pedagang lainnya, juga merasakan dampak penurunan penjualan. “Kalau sekarang dapat dikatakan sepi. Sedangkan, kalau tahun lalu, sejak pagi, pembeli sudah berdesak-desakan. Pendapatan juga berkurang 50 persen, sekarang sekitar Rp 5 juta sehari,” ungkapnya.

Penyebab Sepinya Pasar Tanah Abang

Berbagai faktor menjadi penyebab menurunnya aktivitas perdagangan di Pasar Tanah Abang menjelang Lebaran, di antaranya:

  1. Gempuran Produk Impor
    Pasar dalam negeri semakin dibanjiri oleh produk tekstil impor dengan harga lebih murah, yang membuat pedagang lokal kesulitan bersaing.
  2. Tren Belanja Online
    Platform e-commerce menawarkan kemudahan dalam berbelanja dengan harga yang lebih kompetitif dan beragam pilihan produk. Pembeli kini lebih selektif dan membandingkan harga sebelum membeli.
  3. Melemahnya Daya Beli Masyarakat
    Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya, terutama untuk kebutuhan sekunder seperti pakaian.
Sejarah Singkat Pasar Tanah Abang

Pasar Tanah Abang memiliki sejarah panjang sejak didirikan oleh saudagar Belanda, Justinus Vinck, pada tahun 1735. Awalnya, pasar ini hanya beroperasi setiap hari Sabtu dengan komoditas yang dikontrol oleh Pemerintah Belanda. Seiring berjalannya waktu, jam operasionalnya bertambah hingga akhirnya menjadi pusat perdagangan tekstil terbesar di Asia Tenggara.

Pada era Gubernur Ali Sadikin, Pasar ini pun mengalami renovasi besar pada tahun 1973 dengan anggaran Rp 4,9 miliar. Dengan luas bangunan 11.154 meter persegi dan pelataran 7.600 meter persegi, pasar ini diresmikan pada 21 Agustus 1975 dan terus berkembang hingga kini.

Tantangan dan Harapan Ke Depan

Pasar ini harus beradaptasi dengan perubahan pola belanja masyarakat. Para pedagang diharapkan bisa memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, seperti berjualan melalui marketplace dan media sosial.

Pemerintah dan pengelola pasar juga perlu memberikan solusi untuk membantu para pedagang bersaing di era digital, seperti pelatihan pemasaran online dan insentif bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

Meskipun menghadapi tantangan besar, Pasar ini masih memiliki potensi sebagai pusat grosir utama. Dengan strategi yang tepat, pasar ini dapat kembali bergairah dan menjadi destinasi belanja utama bagi masyarakat Indonesia.

Penulis : Mita Putri
Sumber : intagram @thefilonomics

Mita Putri

Artikel Terkait

Laporan Khusus: Jejak Sunyi Sang “Manusia Bayangan Republik” Zulkifli Lubis

Suara Kita News. Com, Dalam lembaran sejarah Indonesia, panggung utama kerap dikuasai oleh mereka yang bersuara lantang di atas mimbar. Namun, di balik layar sejarah kemerdekaan, terdapat figur-figur yang memilih…

Lanjutkan Membaca

// // //
  • News
  • July 1, 2026
  • //
Biaya Visa Jepang Resmi Naik 5 Kali Lipat per 1 Juli 2026, Turis Indonesia Wajib Tahu!

Suarakitanews — Kabar penting bagi Anda yang berencana liburan ke Negeri Sakura: biaya visa Jepang naik secara signifikan mulai 1 Juli 2026. Kenaikan ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan lonjakan…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri