Suarakitanews.com – Love scamming atau modus penipuan yang memanfaatkan hubungan romantis bukanlah suatu fenomena baru. Namun, dengan semakin banyaknya orang-orang yang mencari pasangan lewat dunia maya, menyebabkan kasus ini semakin menjadi.
Biasanya para pelaku membangun identitas palsu, yang sangat terlihat kredibel. Mereka menciptakan kisah hidup yang menyentuh, penuh perjuangan, dan akhirnya membuat korban mereka merasa istimewa.
Beragam Modus Love Scamming di Dating Apps
Ternyata, metode yang digunakan juga sangat beragam. Ada yang meminta uang secara langsung, ada pula yang menawarkan skema investasi atau bisnis yang terlihat begitu menjanjikan. Namun, polanya tetap sama, membangun kepercayaan, menciptakan urgensi, dan akhirnya menggiring korban untuk mengeluarkan uang.
Kisah Korban Love Scamming: Haqie dan Lidya
Berikut adalah beberapa contoh kasus penipuan melalui dating apps.
Haqie Fahmia menjalin hubungan dengan Eric Santoso yang dikenalnya melalui dating app. Namun, belum sempat ke jenjang pernikahan, Haqie ditipu oleh Eric, yang dalam profilnya di dating app tersebut menyebutkan dirinya adalah seorang tenaga IT di salah satu perusahaan di Jakarta.
Eric pun meminta Haqie mengisi tautan dengan alasan untuk menguji sistem yang sedang diperbaikinya. Haqie pun masuk dalam perangkap yang membuatnya harus top up sebanyak 4 kali dengan total Rp 87 juta. Haqie pun berusaha untuk menarik uangnya kembali, sayangnya hal itu sudah tidak bisa.
Kondisi serupa juga terjadi pada Lidya yang mencari pasangan di aplikasi kencan. Ia bertemu dengan pria yang mengaku berasal dari Taiwan. Seiring berjalannya waktu, pria tersebut menawarkan jasa part time yang menjanjikan profit.
Awalnya semuanya terlihat masuk akal, bahkan Lidya bisa menarik dana hingga USD 400. Namun, jebakan mulai terasa ketika uang hasil transaksi sebelumnya tak kunjung cair, tetapi Lidya terus diminta untuk menyetorkan dana baru. Lidya baru sadar sudah tertipu dan kehilangan dana hingga USD 3.000 atau sekitar Rp 48,82 juta.
Apa yang dialami oleh Haqie dan Lidya ini termasuk dalam love scamming, penipuan dengan memanfaatkan hubungan romantis yang belakangan marak terjadi.
Love Scamming: Masalah Literasi Digital
Pengamat ketenagakerjaan, Tajudin Nur Efendy, menilai banyak orang yang menganggap pekerjaan sebagai simbol status sosial. Tidak heran, jika banyak yang tergoda dengan profil pekerjaan seseorang. Termasuk di dalam dating app sekalipun.
Sedangkan, Pengamat Ketenagakerjaan, Timboel Siregar, menegaskan bahwa love scamming merupakan masalah dari literasi digital, yang juga harus mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah dan aparat penegak hukum.
“Penipuan bisa terjadi dengan menggunakan preferensi korban terhadap suatu hal, salah satunya adalah masalah pekerjaan. Karena media sosial sekalipun tidak dapat memverifikasi terkait dengan informasi secara detail,” kata Ekonom CELIOS, Nailul Huda.
Tips Menghindari Love Scamming di Dating Apps
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tips menghindari love scamming agar tidak menjadi korban:
- Jangan terburu-buru percaya dengan orang yang baru dikenal di dating app.
- Waspadai jika ada orang yang baru dikenal langsung menyatakan cinta atau mengajak menikah.
- Jangan pernah memberikan informasi pribadi atau keuangan kepada orang yang baru dikenal.
- Jangan ragu untuk mencari tahu lebih lanjut tentang identitas orang yang baru dikenal, terutama jika mereka mengaku memiliki pekerjaan atau bisnis yang sukses.
- Jika ada tawaran investasi atau bisnis yang terlalu menggiurkan, jangan terburu-buru menerima. Cari tahu lebih lanjut tentang tawaran tersebut.
- Jika merasa curiga atau tidak nyaman dengan seseorang, jangan ragu untuk mengakhiri hubungan.
Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat terhindar dari love scamming di dating apps dan dapat mencari pasangan dengan aman dan nyaman.
Penulis : Mita
Courtesy by Instagram @kumparancom








