Suara Kita News – Ketimpangan sosial di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Data terbaru menunjukkan indeks Gini meningkat, pertanda kesenjangan antara kaya dan miskin semakin lebar, bahkan setelah 100 hari kerja Kabinet Merah Putih.
Dengan adanya rencana kenaikan PPN 12% yang kembali mencuat mengancam daya beli masyarakat. Studi terbaru menunjukkan bahwa kenaikan PPN sebesar 2% dapat meningkatkan inflasi hingga 0,5%. Hal ini tentu akan membebani masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang lebih rentan terhadap kenaikan harga.
Di saat masyarakat mengeluhkan beban pajak yang semakin berat, wacana Tax Amnesty Jilid III justru mencuat. Program pengampunan pajak ini dikhawatirkan akan mengurangi penerimaan negara triliunan, yang seharusnya dapat digunakan untuk membiayai program-program kesejahteraan rakyat.
Adanya rencana pembekuan Family Office, yang mengelola aset senilai triliunan rupiah, mengundang banyak pertanyaan. Kebijakan ini dikhawatirkan akan mengurangi aliran investasi domestik dan memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional.
Kebijakan pembebasan pajak bagi miliarder semakin memperparah ketimpangan di mana 1% penduduk terkaya menguasai 50% kekayaan nasional. Langkah ini jelas bertentangan dengan prinsip keadilan sosial dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi yang merata.
Kenaikan pesat kekayaan triliuner dunia di tengah pandemi COVID-19 adalah tamparan keras bagi kita semua. Sementara jutaan orang kehilangan pekerjaan dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, segelintir orang justru semakin kaya raya. Ini adalah bukti nyata kegagalan sistem ekonomi global yang semakin memperlebar jurang antara si kaya dan si miskin.
Masalah kesenjangan sosial bisa diatasi dengan penerapan pajak kekayaan. Studi CELIOS menunjukkan, pajak 2% dari 50 orang terkaya Indonesia dapat menghasilkan Rp 81,6 triliun yang bisa digunakan untuk program-program pro rakyat.
Sudah saatnya kita mendesak pemerintah untuk segera menerapkan pajak progresif bagi orang super kaya. Dengan begitu, kita dapat membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera bagi semua.








