Lindungi Anak dari Dampak Buruk Gadget: Tiru Strategi Unik Swedia

Suara Kita News.com – Dikutip dari Media Indonesia.com, Pemerintah Swedia baru-baru ini akan memberlakukan aturan ketat berhubungan dengan penggunaan gadget pada anak.

Sayangnya terlalu sering terpapar layar di usia dini pada anak bayi bisa menghambat perkembangan otak dan mengganggu pola tidur. Oleh karena itu, penting sekali untuk melakukan pembatasan waktu screen time sejak usia dini.

Otak Anak Terancam Mandul: Batasi Waktu Layar Sekarang Juga!

Pada balita penggunakan layar maksimal hanya satu jam per hari dan anak berusia enam sampai dua belas tahun menggunakan maksimal satu hingga dua jam sehari. Sementara bagi remaja tiga belas tahun hingga delapan belas tahun, waktu penggunaan layar maksimal dua hingga tiga jam sehari.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan waktu menatap layar yang berlebihan dikaitkan dengan masalah kesehatan fisik dan mental pada anak-anak, seperti obesitas, depresi, masalah perilaku dan kecemasan.

Anak-anak bisa juga mengalami tidur yang cukup, sehingga berdampak pada kinerja mereka di kelas. Penggunaan gadget berlebihan berdampak pada pengembangan keterampilan sosial mereka, seperti menjadi kurang sabar dan berjarak dengan sosial.

Kecanduan Gadget Merajalela: Ancaman Tersembunyi di Balik Layar Smartphone

Pada 2023 lalu, The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah mengimbau negara-negara di dunia untuk melarang penggunaan handphone (HP) di sekolah. Menurut laporan UNESCO, penggunaan HP di sekolah terbukti mengganggu pembelajaran siswa.

Penggunaan HP dan komputer saat belajar juga dinilai membuat siswa kehilangan fokus. Bahkan siswa akan butuh waktu 20 menit untuk kembali bisa fokus ke pelajaran.

Daripada menggunakan gadget di lingkungan sekolah, hal ini bisa memicu timbulnya permasalahan lain. Seperti cyberbullying di lingkungan sekolah. Seperti, adanya pengambilan gambar yang dilakukan siswa lain pada temannya kemudian mengunggahnya ke media sosial mereka dengan tujuan tertentu. Tentunya hal ini dapat menimbulkan permasalahan mental. Dan penyembuhan bagi gangguan mental ini, tidak mudah.

Oleh karea itu, memang penting sekali membuat peraturan yang berlaku dalam penggunaan gadget. Agar pengguna bisa menikmati manfaatnya dan meminimalisir permasalahan yang muncul baik dari segi fisik maupun kesehatan. (Mita)

  • Mita Putri

    Artikel Terkait

    Krisis Migran Ceuta dan Melilla: Pengerahan Militer Spanyol di Tengah Sengketa Kedaulatan Berabad-Abad

    Suarakitanews – Tegangan diplomatik kembali memanas di Selat Gibraltar setelah Pemerintah Spanyol mengerahkan pasukan militer tambahan ke Ceuta, sebuah wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara. Langkah drastis ini diambil sebagai…

    Lanjutkan Membaca

    // // //
    Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela: Kisah Perempuan Berjam-jam Mencari Kabar Keluarganya di Caracas

    Venezuela, Suarakitanews — Sebuah pesan suara singkat di WhatsApp menjadi awal dari berjam-jam kecemasan yang tak terlupakan. “Baru saja terjadi gempa yang sangat hebat, saat ini masih terasa gunangannya,” demikian…

    Lanjutkan Membaca

    // // //

    Rekomendasi

    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    • October 12, 2026
    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    • October 10, 2026
    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

    • October 9, 2026
    Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

    Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

    • October 8, 2026
    Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

    Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

    • October 8, 2026
    Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

    Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

    • October 8, 2026
    Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri