Picu Kericuhan : Parlemen Korea Selatan Voting Cabut Penetapan Darurat Militer Oleh Presiden Yoon Suk-Yeol

Suara Kita News – Usai Presiden Yoon Suk Yeol mengumumkan darurat militer di Korea Selatan pada Selasa (3/12/2024), sejumlah massa besar mencoba memasuki gedung Majelis Nasional di Seoul. Siaran langsung dari Kantor Berita Yonhap menunjukkan kerumunan orang yang berusaha masuk lewat beberapa pintu, dengan suara berteriak-teriak terdengar di latar belakang. Hanya anggota parlemen, staf, dan wartawan yang diizinkan masuk, demikian laporan Yonhap.

Partai Demokrat, pemimpin oposisi utama, meminta semua anggotanya berkumpul di parlemen. Ketika Ketua Parlemen Woo Won-shik tiba, dia berencana untuk mengajukan pemungutan suara untuk mencabut darurat militer, menurut anggota Parlemen Hong Kee-won. Hong juga menyebutkan keberadaan pasukan khusus di dalam gedung, namun tujuan mereka tidak diketahui. Polisi di luar gedung parlemen yang ditutup terlihat menjaga ketat.

Kerumunan besar massa mencoba merangsek masuk gedung parlemen Korea Selatan.

Yonhap juga melaporkan bahwa mereka yang melanggar darurat militer bisa ditangkap tanpa surat perintah. Selain itu, semua media dan penerbit akan berada di bawah kontrol darurat militer. Dan semua staf medis termasuk dokter koas diperintahkan kembali bekerja dalam waktu 48 jam.

Parlemen Korea Selatan dengan cepat merespons dengan memilih untuk mencabut darurat militer tersebut pada hari yang sama. Dari 300 anggota parlemen, 190 yang hadir setuju dengan keputusan ini. Ketua Parlemen Woo Won-shik menyatakan bahwa deklarasi darurat militer oleh presiden tidak lagi berlaku setelah pemungutan suara dan mendesak presiden untuk mencabutnya segera.

Baca Juga : Breaking News! : Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Umumkan Status Darurat Militer

Sebelumnya, Presiden Yoon Suk-yeol mengumumkan keadaan darurat militer dalam pidato yang disiarkan langsung di televisi. Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk melindungi negara dari “kekuatan komunis Korea Utara dan elemen-elemen anti-negara” di tengah pertikaian parlemen mengenai rancangan Undang-undang anggaran. Setelah pertemuan darurat, ia menyebut akan ada kelumpuhan kekuasaan karena upaya pemakzulan terhadapnya. Panglima darurat militer, Jenderal Park An-su, mengeluarkan perintah untuk menangguhkan kegiatan parlemen dan partai politik, serta mengontrol semua media. Situasi di sekitar parlemen menjadi sangat kacau, dengan pemeriksaan identitas ketat dan barikade yang dipasang untuk mengamankan area.

-spectre-

Artikel Terkait

Krisis Migran Ceuta dan Melilla: Pengerahan Militer Spanyol di Tengah Sengketa Kedaulatan Berabad-Abad

Suarakitanews – Tegangan diplomatik kembali memanas di Selat Gibraltar setelah Pemerintah Spanyol mengerahkan pasukan militer tambahan ke Ceuta, sebuah wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara. Langkah drastis ini diambil sebagai…

Lanjutkan Membaca

// // //
Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela: Kisah Perempuan Berjam-jam Mencari Kabar Keluarganya di Caracas

Venezuela, Suarakitanews — Sebuah pesan suara singkat di WhatsApp menjadi awal dari berjam-jam kecemasan yang tak terlupakan. “Baru saja terjadi gempa yang sangat hebat, saat ini masih terasa gunangannya,” demikian…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri