Suara Kita News. Com. Peringatan hari jadi atau milangkala sebuah daerah kerap kali terjebak dalam euforia seremonial yang megah dan penuh kemeriahan. Namun, nuansa yang jauh berbeda tersirat dalam perayaan Milangkala Kabupaten Karawang ke-393 tahun ini. Peringatan tiga abad lebih usia daerah ini tidak lagi dipandang sekadar angka di atas kalender, melainkan sebuah momentum reflektif yang sarat makna untuk meninjau kembali perjalanan sejarah serta peran krusial dunia pendidikan dalam membangun peradaban Karawang.
Mengusung tema strategis “Ngajaga Tradisi, Ngadorong Inovasi,” Drs. Wawan Setiawan, N.K., M.M., menegaskan secara lugas bahwa pembangunan Sumber Daya Manusa (SDM) berkualitas tinggi merupakan fondasi mutlak. Tanpa kesiapan SDM yang tangguh, cita-cita menjadikan Karawang sebagai daerah yang maju dan berdaya saing hanya akan menjadi angan-angan semata.
Selama ini, paradigma kualitas pendidikan di tengah masyarakat kerap direduksi menjadi sekadar perolehan angka rapor atau deretan prestasi akademis formal. Padahal, menurut pandangan kritis yang disuarakan oleh Drs. Wawan Setiawan, M.M., hakikat pendidikan yang sesungguhnya memiliki dimensi yang jauh lebih luas dan mendalam.
Ada tiga pilar utama yang menjadi sorotan dalam arah kebijakan pendidikan ke depan:
- Ngamumulé Jati Diri: Pendidikan wajib hadir untuk membimbing generasi muda agar tetap memiliki rasa cinta, bangga, dan komitmen kuat dalam melestarikan kearifan lokal serta budaya Sunda.
- Adaptif terhadap Zaman: Kuatnya akar tradisi tidak boleh menjadi alasan bagi generasi muda untuk menutup mata terhadap kemajuan teknologi global yang bergerak cepat.
- Semangat Motekar di Tengah Gempuran Industri: Transformasi Karawang menjadi salah satu kota industri raksasa di tanah air menuntut lahirnya kaum muda yang kreatif, terampil, dan motekar (inovatif), agar mereka tidak hanya menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri. Penulis : Red






