Perjuangan 1.700 Pendidik PAUD Indramayu: Menuntut Kesetaraan di Balik Honor yang Terbatas

Suara Kita News. Com – INDRAMAYU – Di balik keceriaan ruang kelas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Indramayu, tersimpan jeritan sunyi dari 1.700 pendidik non-formal. Mereka adalah ujung tombak pendidikan karakter anak bangsa, namun hingga kini, nasib dan status profesi mereka masih terkatung-katung.

​Berada di bawah naungan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Indramayu, ribuan guru ini melayangkan desakan keras kepada pemerintah pusat: segera revisi UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

​Ketua Himpaudi Kabupaten Indramayu, Umiyati, M.Pd., menyoroti diskriminasi regulasi yang selama ini membelenggu guru PAUD non-formal. Menurutnya, UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen belum mengakui pendidik PAUD non-formal sebagai “guru” yang utuh.

​”Revisi UU Sisdiknas adalah harga mati. Kami ingin kesetaraan hak profesi, akses ke Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga sertifikasi. Bagaimana bisa kita membangun generasi emas jika pendidiknya saja tidak diakui secara hukum?” ujar Umiyati kepada media, Rabu (8/7/2026).

​Bagi 1.700 guru yang tersebar di 900-an sekolah di 31 kecamatan di Indramayu, mengabdi bukan sekadar pengabdian, melainkan perjuangan hidup. Umiyati mengungkap fakta miris di lapangan: honor yang minim dan kerap terlambat cair masih menjadi momok bagi para pahlawan tanpa tanda jasa ini.

​Himpaudi kini menaruh harapan besar kepada Presiden Prabowo serta Bupati Indramayu, Lucky Hakim, agar memberikan perhatian lebih serius. Mereka mendambakan skema percepatan kesejahteraan yang setara dengan guru ASN.

​”Guru-guru kami menghadapi kenyataan pahit. Kami menuntut bantuan kesejahteraan atau insentif bulanan yang adil dan cair tepat waktu,” tegas Umiyati, yang juga dikenal sebagai pejuang kesetaraan guru PAUD di tingkat nasional.

​Terkait insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu untuk tahun 2026, Umiyati mengingatkan kembali kesepakatan yang telah dibuat. Anggaran sebesar Rp100 ribu per bulan atau Rp1,2 juta per tahun yang telah ditetapkan, diharapkan dapat segera direalisasikan.

​”Kami berharap insentif tersebut bisa segera dicairkan, idealnya dalam dua tahap atau per semester, agar setidaknya dapat meringankan beban ekonomi para pendidik,” tambahnya.

​Selain urusan kesejahteraan, Himpaudi juga mendesak adanya solusi jangka panjang berupa:

  • ​Perluasan Kuota PPPK: Memberikan kesempatan yang lebih besar bagi pendidik PAUD untuk menjadi ASN lewat jalur PPPK.
  • ​Kepastian Status: Memberikan kejelasan karier bagi pendidik yang telah mengabdi selama belasan hingga puluhan tahun namun masih terjebak dalam status honorer.

​Di akhir pernyataannya, Umiyati menegaskan bahwa perjuangan ini tidak akan berhenti. Bagi mereka, pengakuan bukan hanya soal status di atas kertas, tetapi tentang martabat dan keberlangsungan pendidikan anak usia dini di Indonesia.

​(Arief)

  • Artikel Terkait

    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    Suara Kita News, Karawang – Gerakan atau forum Gelo Commando 2026 secara resmi menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia dengan mengusung 8 Poin Aspirasi Rakyat. Berbagai tuntutan ini mencakup isu kesejahteraan sosial,…

    Lanjutkan Membaca

    // // //
    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    Suara Kita News.com, Pilkades Desa Bangle, Kecamatan Majalaya, tengah menjadi sorotan hangat. Di tengah panggung pertarungan empat kandidat kuat, atmosfer pemilihan kali ini terasa jauh berbeda. Warga tidak lagi sekadar…

    Lanjutkan Membaca

    // // //

    Rekomendasi

    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    • October 12, 2026
    Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    • October 10, 2026
    Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

    Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

    • October 9, 2026
    Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

    Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

    • October 8, 2026
    Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

    Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

    • October 8, 2026
    Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

    Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

    • October 8, 2026
    Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri