Kebakaran Hutan Nagan Raya Aceh Meluas 90 Hektare, Api Ancam Permukiman Warga

ACEH, Suarakitanews — Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, terus meluas hingga mencapai 90 hektare dan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Kondisi cuaca panas ekstrem disertai angin kencang menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api, sekaligus menghambat upaya pemadaman oleh tim gabungan di lapangan.

Pusat Kebakaran: Di Mana Titik Api Berada?

Berdasarkan informasi dari otoritas terkait di Aceh, pusat kebakaran hutan dan lahan terkonsentrasi di dua lokasi utama, yaitu:

  • Desa Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur
  • Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur

Kebakaran pertama kali dilaporkan sejak Kamis, 29 Mei 2025, dan terus meluas dalam beberapa hari berikutnya. Direktorat Pusdalops BNPB mencatat bahwa eskalasi titik api terbesar saat ini memang terkonsentrasi di Kabupaten Nagan Raya.

Perkembangan Terkini: Seberapa Luas Kebakaran?

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, luas kebakaran telah mencapai 60 hektare, sementara sejumlah media melaporkan angka yang lebih besar, yakni 90 hektare.

Kepala BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, menyatakan pada Kamis (04/06) bahwa pihaknya telah berhasil memadamkan sekitar 40 hektare lahan yang terbakar. Namun, ia menegaskan bahwa “api berpotensi terus meluas” jika kondisi cuaca tidak segera membaik.

Selain itu, tim pemadam telah mengerahkan dua unit mesin pompa air portable untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses.

Kendala Pemadaman: Cuaca Panas, Angin Kencang, dan Keterbatasan Air

Upaya pemadaman kebakaran hutan di Nagan Raya menghadapi sejumlah tantangan serius. Pertama, cuaca panas ekstrem disertai angin kencang membuat api cepat menyebar ke area yang lebih luas. Kedua, sumber air yang sangat terbatas di lokasi kebakaran menyulitkan operasi pemadaman.

Lebih jauh lagi, ditemukan lapisan tanah yang menyimpan bara api, sehingga tim pemadam tidak cukup hanya memadamkan api di permukaan. Mereka juga harus melakukan pendinginan secara menyeluruh agar tidak terjadi kebakaran susulan.

“Tim gabungan ini terus berjibaku di lokasi demi menyekat pergerakan api agar tidak mendekati permukiman warga,” ungkap Irfanda.

Tim pemadam sendiri melibatkan anggota dari TNI, Polri, dan petugas BPBD setempat.

Dampak Kabut Asap: Permukiman Warga Terselimuti

Akibat kebakaran yang terus meluas, kabut asap tebal kini mulai menyelimuti kawasan permukiman penduduk di sekitar lokasi kebakaran. Kabut asap dilaporkan muncul di sejumlah titik di Kecamatan Darul Makmur dan Kecamatan Tripa Makmur.

Oleh karena itu, BPBD Nagan Raya mengimbau seluruh warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi kering saat ini sangat rawan memicu bencana yang lebih luas.

BNPB: Api Masih Bisa Meluas di Sejumlah Wilayah Aceh

Tidak hanya di Nagan Raya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Aceh lainnya.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan pada Selasa (02/06):

“Hasil pemantauan visual, api belum berhasil dipadamkan dan masih dalam penanganan. Diperkirakan api masih bisa meluas mengingat kondisi cuaca saat ini panas dan angin kencang.”

Kebakaran Meluas ke Kabupaten Lain di Aceh

Selain Nagan Raya, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi secara bersamaan di beberapa kabupaten lain di Aceh, antara lain:

  1. Kabupaten Aceh Barat
  2. Kabupaten Aceh Tengah
  3. Kabupaten Aceh Selatan
  4. Kabupaten Aceh Barat Daya

Upaya pemadaman di wilayah-wilayah tersebut menghadapi kendala serupa, yakni cuaca panas, angin kencang, serta karakteristik lahan dengan lapisan bara di dalam tanah.

Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Disengaja

Sementara itu, Polda Aceh menyatakan tengah mengusut dugaan unsur kesengajaan di balik sejumlah kasus kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang “memburu terduga pelaku pembakaran” di beberapa wilayah.

Polda Aceh pun turut mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut dapat berujung pada ancaman pidana.

Kesimpulan

Kebakaran hutan dan lahan di Nagan Raya, Aceh, merupakan bencana serius yang membutuhkan penanganan cepat dan kolaboratif. Dengan demikian, kolaborasi antara BPBD, BNPB, TNI, Polri, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah api semakin meluas dan melindungi permukiman warga dari dampak kabut asap.

Masyarakat diharapkan untuk tidak membakar lahan dalam kondisi apa pun, terutama di musim kemarau, demi mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Suara Kita News, Karawang – Gerakan atau forum Gelo Commando 2026 secara resmi menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia dengan mengusung 8 Poin Aspirasi Rakyat. Berbagai tuntutan ini mencakup isu kesejahteraan sosial,…

Lanjutkan Membaca

// // //
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Suara Kita News.com, Pilkades Desa Bangle, Kecamatan Majalaya, tengah menjadi sorotan hangat. Di tengah panggung pertarungan empat kandidat kuat, atmosfer pemilihan kali ini terasa jauh berbeda. Warga tidak lagi sekadar…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri