John Walker: Apoteker Inggris yang Tidak Sengaja Menemukan Korek Api Modern pada 1826

Suarakitanews – Pernahkah Anda membayangkan dunia tanpa korek api? Sebelum tahun 1826, menyalakan api adalah pekerjaan yang melelahkan dan penuh risiko. Namun, berkat sebuah kecelakaan kecil di laboratorium seorang apoteker Inggris, cara manusia menciptakan api berubah selamanya. Inilah kisah di balik penemuan korek api modern yang mengubah peradaban.

Siapa John Walker, Penemu Korek Api Modern?

John Walker lahir pada 29 Mei 1781 di Stockton-on-Tees, Durham, Inggris, tepat di tengah gelombang besar Revolusi Industri. Ia sejatinya adalah seorang ahli bedah terlatih. Akan tetapi, karena tidak tahan dengan kondisi ruang operasi abad ke-18 yang serba berdarah, ia memutuskan beralih profesi menjadi seorang apoteker.

Selain meracik obat-obatan untuk manusia, kuda, sapi, hingga ayam, Walker juga dikenal sebagai pribadi yang nyentrik dan penuh rasa ingin tahu terhadap ilmu kimia. Kebiasaan itulah yang kemudian mengantarkannya pada salah satu penemuan terbesar dalam sejarah.

Bagaimana Penemuan Korek Api Terjadi Secara Tidak Sengaja?

Peristiwa bersejarah ini bermula ketika Walker sedang bereksperimen mencampurkan bahan kimia untuk membuat tutup perkusi — alat yang memungkinkan senjata api bisa ditembakkan — bagi teman-temannya para petani.

Suatu hari, setelah mencampurkan komposisi kimia tersebut dan membiarkannya mengering pada sebuah batang kayu, Walker secara tidak sengaja menggesekkan batang kayu itu ke permukaan batu di depan perapian. Hasilnya mengejutkan: api langsung menyala!

“Itulah momen kejeniusan yang belum pernah dilakukan siapapun di dunia sebelumnya,” ungkap Alan Middleton, penulis buku A Tale of Hope and Despair.

Menariknya, Walker tidak merancang penemuan ini secara sistematis. Sebaliknya, ini adalah kecelakaan murni yang ternyata menyimpan potensi komersial luar biasa.

Apa Itu Friction Lights, Korek Api Pertama Buatan Walker?

Walker menamai penemuannya “Friction Lights” atau korek gesek. Produk ini berupa batang kayu pipih tipis yang ujungnya dicelupkan ke dalam pasta khusus berisi campuran:

  • Kalium klorat
  • Sulfida antimon
  • Getah arab
  • Air

Cara penggunaannya pun unik: batang kayu itu dijepitkan ke dalam kertas amplas yang dilipat, lalu ditarik dengan cepat hingga menimbulkan gesekan dan percikan api.

Penjualan pertama tercatat pada April 1827, dan korek gesek ini dijual dalam kaleng berisi ratusan batang sekaligus. Ini merupakan tonggak penting dalam sejarah korek api dunia.

Mengapa Walker Tidak Mematenkan Penemuan Korek Api Ini?

Meskipun Walker menyadari nilai komersial penemuannya, ia memilih merahasiakan formulanya alih-alih mematenkannya. Akibatnya, pada 1829, seorang pebisnis bernama Samuel Jones dari London menjiplak Friction Lights dan meluncurkan versi tiruannya bernama “Lucifers” — yang justru menjadi korek api pertama yang diproduksi secara massal.

Selanjutnya, berbagai pihak terus menyempurnakan formula dan desain kemasan korek api. Baru pada 1844, korek api modern benar-benar mencapai popularitasnya berkat produksi massal dari Swedia, dan itulah korek api pertama yang resmi dipatenkan.

Dampak Penemuan Korek Api bagi Kehidupan Manusia

Sebelum korek api ditemukan, manusia harus bersusah payah menjaga bara tetap menyala, terutama untuk menggerakkan mesin-mesin uap yang menjadi tulang punggung Revolusi Industri. Dengan hadirnya korek gesek, api bisa dibuat seketika, kapan saja, di mana saja, hanya dengan satu gerakan tangan.

Dampaknya pun sangat luas:

  • Proses industri menjadi lebih cepat dan efisien.
  • Kegiatan rumah tangga seperti memasak dan menerangi ruangan jauh lebih mudah.
  • Korek api mendorong pertumbuhan industri baru — dari pabrik besar hingga usaha rumahan.

Bahkan hingga hari ini, korek api tetap digunakan secara luas. Kini, korek api juga hadir sebagai aksesori mode dengan kemasan eksklusif yang dijual hingga US$250.

Warisan John Walker yang Terlupakan

Ironisnya, meski penemuannya mengubah dunia, nama John Walker nyaris terlupakan oleh sejarah. Tidak seperti James Watt atau George Stephenson yang namanya abadi, Walker memilih untuk tidak mengejar ketenaran atau kekayaan dari penemuannya.

“Walker adalah sosok dalam sejarah yang tidak ingin mengejar penemuannya. Seandainya ia melakukannya, ia bisa menjadi sangat terkenal,” kata Derek Judd, ketua British Matchbox Label and Bookmatch Society.

Sebagai bentuk penghormatan, pada 29 Mei 2026, warga Stockton-on-Tees merayakan 200 tahun penemuan korek api modern. Berbagai acara digelar untuk akhirnya memberikan pengakuan yang selayaknya bagi sang penemu.

“Penemuan korek gesek memungkinkan api dibuat seketika dengan sedikit usaha. Percikan yang ia ciptakan terus menginspirasi orang hingga saat ini,” kata Lisa Evans, pemimpin dewan kota Stockton.

Kesimpulan

Kisah John Walker adalah pengingat bahwa inovasi besar tidak selalu lahir dari rencana besar. Terkadang, satu gesekan kecil yang tidak disengaja pun bisa mengubah dunia. Warisan Walker — penemuan korek api modern — terus menyala hingga dua abad kemudian, membuktikan bahwa cahaya yang ia ciptakan jauh melampaui batas ruang dan waktu.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Ketika Sang Perintis Disingkirkan Pewarisnya—Kisah Tragis Tiga Serangkai PKI

Narasi arus utama sejarah Indonesia kerap mereduksi dinamika Partai Komunis Indonesia (PKI) hanya seputar figur D.N. Aidit dan tragedi berdarah tahun 1965. Padahal, jauh sebelum era kepemimpinan Aidit yang radikal,…

Lanjutkan Membaca

// // //
Laporan Khusus: Jejak Sunyi Sang “Manusia Bayangan Republik” Zulkifli Lubis

Suara Kita News. Com, Dalam lembaran sejarah Indonesia, panggung utama kerap dikuasai oleh mereka yang bersuara lantang di atas mimbar. Namun, di balik layar sejarah kemerdekaan, terdapat figur-figur yang memilih…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri