Suarakitanews – Pemerintah Amerika Serikat tengah mempersiapkan langkah bersejarah sekaligus kontroversial — mencetak uang kertas pecahan US$250 bergambar Presiden Donald Trump. Rencana ini mencuat ke publik dan langsung memantik perdebatan panas di kalangan politisi, ekonom, hingga masyarakat umum.
Namun, apakah rencana ini benar-benar akan terwujud? Berikut fakta lengkapnya.
Mengapa Uang Kertas US$250 Bergambar Trump Jadi Sorotan?
Pertama-tama, penting untuk dipahami bahwa undang-undang federal AS saat ini melarang pencetakan mata uang dengan wajah seseorang yang masih hidup. Oleh karena itu, rencana ini tidak bisa berjalan begitu saja tanpa perubahan hukum.
Sebagai solusi, sejumlah sekutu Trump di Kongres telah mengajukan rancangan undang-undang baru yang secara khusus membuka jalan bagi pencetakan uang peringatan tersebut. RUU ini pertama kali diajukan oleh Anggota DPR Joe Wilson, politisi Partai Republik dari South Carolina.
Selain itu, pemilihan nominal US$250 bukan tanpa alasan. Angka tersebut secara simbolis merepresentasikan peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat yang jatuh pada 4 Juli 2026 — sebuah momen bersejarah bagi bangsa Amerika.
Departemen Keuangan AS Sudah Mulai Bergerak
Menariknya, Departemen Keuangan AS tidak tinggal diam menunggu kepastian hukum. Seorang juru bicara resmi mengonfirmasi bahwa lembaga tersebut “sedang melakukan perencanaan yang sesuai dan uji tuntas” sebagai respons atas usulan RUU di Kongres.
Lebih jauh, Bureau of Engraving and Printing (BEP) — sublembaga Departemen Keuangan yang bertugas memproduksi mata uang AS — dilaporkan telah meminta desain konsep untuk uang kertas tersebut. Meskipun demikian, konsep artistiknya belum dirilis ke publik demi mencegah pemalsuan.
Dalam pernyataan resminya, BEP menyebutkan:
“Jika mandat legislatif ini ditandatangani menjadi undang-undang, BEP bergerak secara proaktif untuk memproduksi uang peringatan US$250 yang akan secara tepat mengakui peringatan 250 tahun negara besar kita.”
Bagaimana Tampilan Uang Kertas US$250 Ini?
Sampai saat ini, desain resmi belum dipublikasikan. Hal ini sesuai dengan kebijakan standar BEP yang biasanya baru merilis desain enam hingga delapan bulan sebelum uang kertas diedarkan, semata-mata untuk tujuan edukasi publik.
Sebagai perbandingan, uang kertas terbesar yang beredar saat ini adalah US$100 bergambar Benjamin Franklin, salah satu bapak pendiri Amerika Serikat. Sebelumnya, AS pernah menerbitkan pecahan lebih besar seperti US$500, US$1.000, hingga US$10.000, namun semuanya dihentikan pada tahun 1969.
Tantangan Hukum yang Harus Dilalui
Terlepas dari persiapan teknis yang sudah berjalan, proses legalisasinya masih panjang. Ada dua hambatan hukum utama yang harus diatasi:
- Larangan gambar orang hidup pada mata uang — memerlukan amandemen undang-undang federal
- Daftar denominasi resmi yang diizinkan saat ini tidak mencakup pecahan US$250 — sehingga butuh legislasi tambahan
RUU terkait masih harus melewati persetujuan DPR dan Senat AS sebelum bisa ditandatangani menjadi undang-undang.
Menteri Keuangan Scott Bessent pun menegaskan bahwa keputusan ini “sepenuhnya berada di tangan Kongres” dan Departemen Keuangan akan mengikuti hukum yang berlaku jika legislasi berhasil disahkan.
Kontroversi dan Reaksi Politisi
Tentu saja, rencana ini tidak lepas dari kritik keras, terutama dari kubu oposisi.
Senator Mark Warner dari Virginia, anggota Komite Perbankan Senat, melontarkan sindiran tajam:
“Ketika warga Amerika susah payah menghadapi kenaikan harga bensin, bahan makanan, perumahan, dan perawatan kesehatan, prioritas Presiden Trump untuk penggunaan dana pajak benar-benar tidak menyentuh tantangan nyata keluarga Amerika sehari-hari.”
Warner bahkan menambahkan, “Jika Gedung Putih mengerahkan setengah dari energi yang sama untuk menurunkan biaya seperti yang dilakukannya untuk memicu ego presiden, keluarga Amerika tidak akan membutuhkan uang kertas US$250 baru itu hanya untuk mengisi tangki bensin mereka.”
Bukan Pertama Kali: Tren “Branding Trump” pada Simbol Nasional
Uang kertas US$250 ini sesungguhnya hanyalah bagian dari pola yang lebih besar. Sejak menjabat kembali, Trump dan para pendukungnya secara konsisten berupaya menempatkan nama dan wajahnya pada berbagai institusi serta simbol nasional Amerika, antara lain:
- Air Force One sedang dicat ulang sesuai selera Trump
- Kennedy Center telah diubah namanya untuk menyertakan nama Trump
- Paspor AS akan menampilkan potret Trump
- Tanda tangan Trump dijadwalkan muncul pada uang kertas AS dalam rangka perayaan 250 tahun
Bisakah Uang Ini Siap Sebelum 4 Juli 2026?
Ini menjadi pertanyaan besar. Secara normal, pengembangan uang kertas baru memerlukan waktu bertahun-tahun dan melibatkan berbagai lembaga, mulai dari Federal Reserve Board hingga US Secret Service.
Dengan tenggat peringatan 250 tahun pada 4 Juli 2026, waktu yang tersedia sangat terbatas. Oleh karena itu, sangat tidak pasti apakah uang kertas ini bisa selesai tepat waktu, bahkan seandainya RUU-nya disahkan sekalipun.
Kesimpulan
Rencana pencetakan uang kertas US$250 bergambar Trump adalah fenomena yang mempertemukan politik, hukum, simbolisme, dan ekonomi sekaligus. Di satu sisi, ini adalah bagian dari perayaan sejarah besar 250 tahun Amerika. Di sisi lain, langkah ini membutuhkan perubahan hukum yang signifikan dan memicu perdebatan tentang batas antara kepentingan nasional dan kepentingan politik pribadi.
Satu hal yang pasti: dunia akan terus memperhatikan setiap langkah yang diambil Washington dalam isu yang semakin menarik perhatian global ini.
Penulis: Mita Putri








