Suara Kita News. Com. Karawang — Gelombang penolakan terhadap keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) yang dinilai merusak moral publik kembali memanas. Teranyar, organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Siliwangi Indonesia (GSI) ikut turun ke jalan dalam aksi demonstrasi besar-besaran menuntut penutupan permanen eks lokasi tempat hiburan malam Holywings.
Kehadiran massa GSI di tengah kepungan demonstran menjadi sorotan, menegaskan sikap tegas elemen masyarakat adat dan kepemudaan terhadap menjamurnya bisnis hiburan yang dinilai menabrak norma.
Ketua Umum DPP Gerakan Siliwangi Indonesia (GSI), Enjang Effendi, menyatakan bahwa keterlibatan pasukannya dalam aksi ini adalah bentuk panggilan moral. Menurutnya, GSI tidak akan tinggal diam melihat tempat-tempat yang berpotensi merusak masa depan generasi bangsa tetap beroperasi secara bebas.
”Gerakan Siliwangi Indonesia berkomitmen penuh dan turut serta dalam memberantas tempat hiburan malam yang dinilai akan merusak generasi anak muda,” ujar Enjang Effendi dengan tegas di sela-selas aksi demonstrasi.
Enjang juga memberikan peringatan keras kepada para pengusaha hiburan malam serta pemangku kebijakan setempat. Ia menegaskan, jika tempat hiburan malam tersebut masih nekat beroperasi secara sembunyi-sembunyi atau berganti nama demi mengelabui hukum, pihaknya siap mengambil langkah yang lebih masif.
”Jika tempat hiburan malam yang bermasalah ini masih terus membandel dan beroperasi, jangan salahkan masyarakat jika terjadi gejolak yang lebih besar. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tempat tersebut benar-benar ditutup secara permanen dan izinnya dicabut total,” lanjutnya.
Aksi demo yang berjalan cukup progresif ini diakhiri dengan tuntutan agar Pemerintah Daerah dan aparat penegak hukum tidak masuk angin dalam menegakkan aturan zonasi serta izin operasional THM.
Bagi GSI, penutupan ini bukan sekadar urusan bisnis, melainkan penyelamatan masa depan moralitas remaja di kawasan tersebut dari bahaya peredaran minuman keras dan gaya hidup bebas yang tidak terkontrol. Rasa kecewa publik dinilai sudah memuncak, dan respons cepat dari pihak berwenang kini tengah dinantikan.
penulis : Yerrydewa






