Suarakitanews – Harga komoditas global mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Kamis (14/05). Penurunan terjadi pada sejumlah komoditas utama seperti batu bara, crude palm oil (CPO), nikel hingga timah. Sementara itu, harga minyak mentah dunia bergerak stabil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Selain dipengaruhi kondisi geopolitik, pasar juga masih dibayangi kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang dinilai dapat menekan permintaan global.
Harga Minyak Dunia Stabil di Tengah Konflik Iran
Harga minyak mentah dunia ditutup relatif stabil setelah media pemerintah Iran melaporkan sekitar 30 kapal berhasil melintasi Selat Hormuz. Namun demikian, pasar energi global masih mencermati gangguan distribusi pasokan akibat meningkatnya tensi perang Iran.
Mengutip Reuters, kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup naik 9 sen atau 0,09 persen ke level USD 105,72 per barel. Bahkan, harga Brent sempat menyentuh level tertinggi harian di USD 107,13 per barel sebelum kembali bergerak melemah selama sesi perdagangan.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 15 sen atau 0,15 persen menjadi USD 101,17 per barel.
Di sisi lain, Gedung Putih disebut tengah berupaya membatasi dampak ekonomi dan politik akibat konflik Iran. Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping juga dilaporkan sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka demi menjaga stabilitas pasokan energi global.
Harga Batu Bara dan CPO Ikut Turun
Selain minyak, harga batu bara juga mengalami penurunan pada perdagangan Kamis. Berdasarkan data Trading Economics, harga batu bara turun 0,56 persen ke level USD 130,40 per ton.
Kemudian, harga minyak kelapa sawit atau CPO turut melemah. Berdasarkan data Barchart, harga CPO turun 0,38 persen menjadi MYR 3.950 per ton.
Penurunan ini terjadi seiring melemahnya sentimen pasar komoditas global dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek ekonomi dunia.
Harga Nikel dan Timah Melemah Tajam
Di pasar logam, harga nikel tercatat turun cukup dalam. Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), harga nikel melemah 1,45 persen menjadi USD 18.889 per ton.
Sementara itu, harga timah menjadi komoditas dengan pelemahan terbesar pada perdagangan kali ini. Harga timah anjlok 2,48 persen dan ditutup di level USD 54.656 per ton.
Penurunan harga logam industri tersebut dipicu oleh kekhawatiran perlambatan permintaan global, khususnya dari sektor manufaktur dan industri teknologi.
Pasar Masih Menanti Arah Kebijakan Global
Ke depan, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan geopolitik Timur Tengah serta arah kebijakan suku bunga AS. Sebab, kedua faktor tersebut dinilai akan sangat memengaruhi pergerakan harga komoditas dunia dalam jangka pendek.
Selain itu, stabilitas rantai pasok global dan permintaan dari negara-negara industri besar juga menjadi faktor penting yang menentukan arah pasar komoditas selanjutnya.
Penulis: Mita Putri








