Suarakitanews – Laut yang luas seharusnya menjadi jalan mimpi bagi Fiki Mutakim. Namun, perjalanan pertama pelaut muda asal Indonesia itu justru berubah menjadi tragedi ketika dirinya disandera bajak laut Somalia bersama awak kapal Honour 25.
Di usia 24 tahun, Fiki berlayar dengan harapan sederhana, yaitu mencari nafkah, membahagiakan keluarga, dan mempersiapkan masa depan bersama sang kekasih. Akan tetapi, nasib berkata lain.
Pada 21 April lalu, kapal tanker Honour 25 yang berlayar dari Oman menuju perairan Somalia dibajak kelompok perompak bersenjata. Sejak saat itu, Fiki bersama tiga WNI lainnya dan belasan kru asing hidup dalam ketidakpastian.
Pesan Terakhir Fiki kepada Sang Ibu
Sebelum insiden penyanderaan terjadi, Fiki sempat menghubungi ibunya, Aat Setiyawati. Dalam percakapan singkat itu, Fiki meminta doa agar dirinya bisa pulang ke Indonesia dengan selamat.
“Ma, doain biar pulang ke Indonesia selamat,” ucap Fiki kepada ibunya.
Namun, setelah beberapa hari, komunikasi mendadak terputus. Aat mulai merasa gelisah karena pesan yang dikirim melalui WhatsApp tidak pernah dibalas.
Tidak lama kemudian, ia menerima kabar mengejutkan dari teman-teman Fiki yang mengirim tautan berita mengenai pembajakan kapal Honour 25 oleh bajak laut Somalia.
Sejak saat itu, kehidupan Aat berubah menjadi penantian panjang penuh kecemasan.
Janji Membahagiakan Ibu Belum Terwujud
Fiki dikenal sebagai sosok pekerja keras dan penuh tanggung jawab. Selama setahun terakhir, ia rutin mengirim uang untuk membantu kebutuhan keluarga dan membiayai adik-adiknya sekolah.
Selain itu, Fiki juga bernazar ingin menghentikan pekerjaan ibunya sebagai pekerja rumah tangga setelah dirinya sukses menjadi pelaut.
“Fiki harapan saya satu-satunya,” kata Aat dengan suara lirih.
Tak hanya itu, Fiki juga berencana melanjutkan sekolah pelayaran di Jakarta sepulang dari pelayaran internasionalnya.
Rencana Pernikahan yang Kini Menggantung
Di tengah tragedi penyanderaan tersebut, ada kisah cinta yang ikut tertahan. Kartika Sari, kekasih Fiki, mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya telah merencanakan pernikahan tahun depan.
“Kami rencananya menikah tahun depan,” ujar Kartika.
Meski begitu, tragedi pembajakan kapal di Somalia membuat semua rencana itu kini menggantung. Kendati demikian, Kartika tetap percaya Fiki akan pulang dengan selamat.
“Saya berharap Kak Fiki bisa kembali tanpa mengganggu rencana kami,” katanya.
Detik-Detik Kapal Honour 25 Dibajak
Pamannya, Wawan Gunawan, menjadi salah satu orang terakhir yang berkomunikasi dengan Fiki sebelum penyanderaan terjadi.
“Om… Fiki putusin dulu ya, soalnya kapal Fiki mau dibajak,” kata Fiki panik melalui sambungan telepon.
Awalnya, Wawan mengira keponakannya hanya bercanda. Akan tetapi, sambungan telepon langsung terputus.
Menurut informasi yang diterima komunitas pelaut, saat ini para sandera masih berada dalam proses negosiasi pembebasan oleh kelompok perompak Somalia.
Bajak Laut Somalia Kembali Bangkit
Kasus pembajakan kapal di Somalia kembali meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sempat menurun sejak 2012 karena patroli internasional, aksi perompakan kini kembali marak.
Para perompak diketahui menargetkan kapal tanker dan kapal dengan pengamanan minim untuk meminta uang tebusan bernilai besar.
Selain itu, konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah disebut ikut memengaruhi berkurangnya fokus patroli laut internasional di wilayah Somalia.
Ancaman bagi Para Sandera
Meski para sandera dilaporkan masih hidup dan diberi makan, ancaman terhadap keselamatan mereka tetap besar. Berdasarkan catatan International Maritime Bureau (IMB), banyak sandera bajak laut Somalia mengalami kekerasan fisik hingga penyakit akibat kondisi penahanan yang buruk.
Bahkan, proses negosiasi pembebasan sandera bisa berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Karena itu, keluarga Fiki kini hanya bisa berharap pemerintah dan pihak terkait segera menemukan jalan terbaik agar seluruh awak kapal Honour 25 dapat kembali dengan selamat.
Ulang Tahun dalam Penantian
Di tengah ketidakpastian, keluarga Fiki terus menghitung hari menuju ulang tahunnya yang ke-25 pada 27 Mei mendatang.
Kartika mengaku sudah menyiapkan hadiah spesial untuk sang kekasih.
Namun, baginya kini hanya ada satu harapan terbesar.
“Semoga negosiasinya cepat selesai dan Fiki bisa segera pulang,” ujarnya.
Sementara itu, sang ibu hanya mampu memanjatkan doa agar putranya tetap sehat dan selamat.
“Saya cuma ingin anak saya pulang,” kata Aat penuh harap.
Penulis: Mita Putri








