Suarakitanews – Violet Gibson: Wanita yang Nyaris Mengubah Sejarah dengan Menembak Benito Mussolini. Violet Gibson nyaris mengubah arah sejarah dunia ketika ia menembak Benito Mussolini di Roma pada 7 April 1926. Namun, takdir berkata lain—peluru yang dilepaskan hanya menggores hidung sang diktator.
Awal Mula Upaya Pembunuhan
Saat itu, Mussolini tengah berada di tengah kerumunan. Tanpa diduga, Violet muncul dan menembaknya dari jarak sangat dekat. Akan tetapi, tepat sebelum peluru mengenai target fatal, Mussolini sedikit menoleh.
Akibatnya, tembakan tersebut gagal membunuhnya.
Lebih lanjut, Violet sempat mencoba menembak untuk kedua kalinya. Namun demikian, pistolnya macet. Momen ini menjadi titik balik yang menyelamatkan Mussolini dari kematian.
Nyaris Dibunuh Massa
Setelah percobaan pembunuhan itu, situasi langsung berubah menjadi kacau. Massa pendukung Mussolini yang marah hampir saja menghakimi Violet di tempat.
Beruntung, polisi segera mengamankannya. Jika tidak, besar kemungkinan ia akan tewas di tangan massa.
Latar Belakang yang Tak Biasa
Menariknya, Violet bukanlah sosok biasa. Ia berasal dari keluarga aristokrat kaya. Ayahnya bahkan menjabat sebagai pejabat hukum tertinggi di Irlandia.
Namun, seiring waktu, Violet memilih jalan hidup yang berbeda. Ia berpindah keyakinan menjadi Katolik dan mendukung ideologi sosialisme—keputusan yang membuat keluarganya kecewa.
Gangguan Mental dan Motivasi Ideologis
Di sisi lain, kehidupan Violet juga diwarnai masalah kesehatan mental. Ia mengalami depresi berat setelah kematian tunangannya, bahkan pernah mencoba bunuh diri.
Meski begitu, ada faktor lain yang mendorong tindakannya.
Menurut berbagai sumber, meningkatnya kekerasan rezim fasis—termasuk pembunuhan Giacomo Matteotti—memperkuat tekadnya.
Dengan kata lain, aksinya merupakan campuran antara dorongan ideologis dan kondisi psikologis.
Dampak yang Justru Berbalik Arah
Alih-alih melemahkan kekuasaan Mussolini, peristiwa ini justru memberikan efek sebaliknya.
Sebaliknya, kegagalan upaya pembunuhan tersebut memperkuat citra Mussolini sebagai pemimpin “tak terkalahkan”. Ia bahkan dianggap dilindungi oleh takdir.
Akibatnya, posisi politiknya semakin kokoh di Italia.
Nasib Akhir Violet Gibson
Setelah ditangkap, Violet dipenjara di Italia. Namun kemudian ia dideportasi ke Inggris.
Di sana, ia menghabiskan sisa hidupnya di institusi psikiatri hingga meninggal pada 1956.
Akhir Kekuasaan Mussolini
Sementara itu, perjalanan hidup Mussolini berakhir tragis. Pada 1945, ia ditangkap oleh pasukan partisan Italia saat mencoba melarikan diri.
Tak lama kemudian, ia dieksekusi—menandai runtuhnya rezim fasis yang ia bangun.
Kisah Violet Gibson adalah potret kompleks antara keberanian, keyakinan, dan tragedi. Di satu sisi, ia dipandang sebagai sosok yang berani melawan tirani. Namun di sisi lain, tindakannya tetap memicu perdebatan panjang tentang kekerasan politik.
Yang jelas, satu tembakan di Roma pada 1926 itu hampir saja mengubah jalannya sejarah dunia.
Penulis: Mita Putri








