Indonesia Punya Potensi Energi Terbarukan 3.687 GW, Siapkah Tampil di Konferensi TAFF Dunia?

  • News
  • April 22, 2026

Suarakitanews – Indonesia, raksasa energi terbarukan yang belum sepenuhnya bangkit, di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap krisis iklim, Indonesia justru berada di persimpangan penting. Kurang dari dua minggu lagi, forum global Transition Away from Fossil Fuels (TAFF) akan digelar di Kolombia. Namun, hingga kini Indonesia belum mengonfirmasi kehadirannya.

Padahal, jika berbicara soal potensi, Indonesia bukan pemain kecil. Sebaliknya, Indonesia adalah salah satu negara dengan sumber energi terbarukan terbesar di dunia.

Potensi Energi Terbarukan Indonesia Capai 3.687 GW

Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi energi terbarukan Indonesia mencapai 3.687 GW pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan peluang besar untuk keluar dari ketergantungan energi fosil.

Namun demikian, kapasitas terpasang saat ini masih jauh dari optimal. Hingga tahun 2023, realisasinya baru mencakup:

  • 6.784,2 MW tenaga air
  • 573,8 MW tenaga surya
  • 154,3 MW tenaga angin

Artinya, meskipun potensinya besar, pemanfaatannya masih tertinggal.

Contoh Nyata: Energi Terbarukan Sudah Berjalan

Meski belum maksimal, Indonesia sebenarnya sudah memiliki berbagai proyek energi bersih yang terbukti berhasil.

Sebagai contoh:

  • PLTS Cirata di Jawa Barat mampu menerangi sekitar 50.000 rumah
  • PLTB Sidrap di Sulawesi Selatan melayani hingga 90.000 pengguna listrik
  • PLTA Saguling di Jawa Barat menghasilkan 2.156 GWh per tahun

Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk meragukan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan energi terbarukan.

RUPTL “Paling Hijau”, Tapi Perlu Percepatan

Selanjutnya, pemerintah telah merancang RUPTL 2025–2034 yang disebut sebagai rencana paling hijau. Dalam dokumen tersebut, ditargetkan:

  • 17,1 GW tenaga surya
  • 11,7 GW tenaga air
  • 7,2 GW tenaga angin

Namun, tantangan utamanya terletak pada waktu implementasi. Jika pembangunan justru difokuskan di akhir periode, maka percepatan transisi energi bisa terhambat.

Di sisi lain, ambisi membangun 100 GW PLTS dalam dua tahun membutuhkan komitmen yang jauh lebih serius dari pemerintah, khususnya Kementerian ESDM.

Dukungan Dana JETP: Peluang yang Tak Boleh Terlewat

Lebih jauh lagi, Indonesia sebenarnya sudah memiliki dukungan internasional melalui skema Just Energy Transition Partnership (JETP).

Kesepakatan yang lahir dari G20 Bali ini menyediakan pendanaan sebesar US$ 20 miliar (sekitar Rp 300 triliun) dalam bentuk pinjaman lunak dan hibah.

Dengan adanya JETP, Indonesia memiliki modal kuat untuk mempercepat transisi energi. Meski demikian, transparansi dan implementasi tetap menjadi kunci utama.

Kesadaran Publik Meningkat, Momentum Semakin Kuat

Menariknya, dukungan masyarakat terhadap transisi energi juga terus meningkat. Survei Ipsos Global (2024) menunjukkan bahwa 82% responden menyadari pentingnya energi bersih.

Selain itu, generasi muda—terutama Gen Z—sudah memahami bahwa cuaca ekstrem berkaitan erat dengan krisis iklim.

Dengan kata lain, pemerintah tidak berjalan sendiri. Ada dukungan sosial yang kuat untuk mendorong perubahan.

TAFF: Momentum yang Tidak Boleh Dilewatkan

Akhirnya, pertanyaannya sederhana: apakah Indonesia akan mengambil peran, atau hanya menjadi penonton?

Konferensi TAFF di Kolombia bukan sekadar forum biasa. Ini adalah panggung global untuk menunjukkan komitmen nyata dalam meninggalkan energi fosil.

Jika Indonesia hadir dengan strategi yang jelas, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi pemimpin transisi energi di kawasan, bahkan dunia.

Kesimpulan

Singkatnya, Indonesia memiliki semua yang dibutuhkan:

  • Potensi energi melimpah
  • Proyek yang sudah berjalan
  • Dukungan pendanaan global
  • Kesadaran publik yang tinggi

Namun tanpa langkah nyata dan keberanian mengambil posisi di forum global, semua itu bisa menjadi peluang yang terlewat. Saatnya Indonesia tidak hanya punya potensi, tapi juga aksi.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Laporan Khusus: Jejak Sunyi Sang “Manusia Bayangan Republik” Zulkifli Lubis

Suara Kita News. Com, Dalam lembaran sejarah Indonesia, panggung utama kerap dikuasai oleh mereka yang bersuara lantang di atas mimbar. Namun, di balik layar sejarah kemerdekaan, terdapat figur-figur yang memilih…

Lanjutkan Membaca

// // //
  • News
  • July 1, 2026
  • //
Biaya Visa Jepang Resmi Naik 5 Kali Lipat per 1 Juli 2026, Turis Indonesia Wajib Tahu!

Suarakitanews — Kabar penting bagi Anda yang berencana liburan ke Negeri Sakura: biaya visa Jepang naik secara signifikan mulai 1 Juli 2026. Kenaikan ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan lonjakan…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri