Suarakitanews – Pernah nggak sih, kamu cuma niat buka HP sebentar, tapi tiba-tiba sudah berjam-jam berlalu? Awalnya hanya ingin melihat resep masakan, namun tanpa sadar malah terjebak membaca berita buruk atau drama yang tak ada habisnya.
Fenomena ini dikenal sebagai doomscrolling. Meskipun terlihat sepele, kebiasaan ini ternyata bisa berdampak serius pada kesehatan mental.
Apa Itu Doomscrolling?
Secara sederhana, doomscrolling adalah kebiasaan menggulir layar secara terus-menerus untuk mengonsumsi informasi negatif, seperti berita bencana, krisis, atau konflik.
Istilah ini mulai populer sejak pandemi COVID-19, ketika banyak orang merasa perlu terus mengikuti perkembangan berita. Namun, alih-alih merasa lebih tenang, banyak orang justru mengalami peningkatan kecemasan.
Kenapa Kita Sulit Berhenti Scroll?
- Rasa Ingin Tahu yang Tinggi
Pertama, manusia secara alami ingin memahami situasi yang tidak pasti. Oleh karena itu, kita cenderung mencari informasi sebanyak mungkin untuk mengisi “celah ketidaktahuan”.
- FOMO (Fear of Missing Out)
Selain itu, rasa takut ketinggalan informasi membuat kita terus membuka media sosial. Akibatnya, kita merasa harus selalu update. - Bias Kognitif
Di sisi lain, otak kita cenderung mencari informasi yang memperkuat rasa cemas. Inilah yang disebut confirmation bias, sehingga kita terus mencari berita yang “membenarkan” kekhawatiran kita. - Siklus Negatif Tanpa Henti
Kemudian, meskipun ada berita positif, otak lebih mudah terpaku pada hal negatif. Akibatnya, kita masuk ke dalam siklus kecemasan yang sulit dihentikan.
Tanda-Tanda Kamu Terjebak Doomscrolling
Berikut beberapa tanda yang perlu kamu waspadai, seperti:
- Kelelahan mental akibat paparan informasi negatif terus-menerus
- Sulit fokus karena terbiasa dengan konten cepat dan singkat
- Gangguan tidur dan nafsu makan akibat overthinking
Apa yang Terjadi pada Otak Saat Doomscrolling?
- Penurunan Fokus (Attention Span)
Terlalu sering scrolling membuat otak terbiasa dengan stimulasi cepat. Akibatnya, aktivitas seperti membaca buku terasa lebih berat. - Cognitive Overload
Selain itu, otak menjadi kelebihan beban karena menerima terlalu banyak informasi dalam waktu singkat. - Distorsi Realitas
Lebih lanjut, paparan berita negatif terus-menerus membuat kita merasa dunia lebih berbahaya dari kenyataan sebenarnya.
Cara Mengatasi Doomscrolling
Namun, kabar baiknya, kebiasaan ini bisa diubah secara perlahan. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu coba:
- Batasi Waktu Screen Time
Gunakan fitur pengingat waktu agar tidak kebablasan scrolling. - Matikan Notifikasi Tidak Penting
Dengan begitu, kamu tidak terus tergoda membuka HP. - Hindari HP Sebelum Tidur
Setidaknya, berhenti menggunakan gadget 1–2 jam sebelum tidur agar kualitas istirahat lebih baik. - Alihkan ke Aktivitas Positif
Sebagai gantinya, kamu bisa mencoba jalan santai, memasak, atau menghabiskan waktu bersama orang terdekat.
Kesimpulan
Pada akhirnya, merasa cemas saat membaca berita buruk adalah hal yang wajar—itu tanda bahwa kamu punya empati. Namun demikian, jika dibiarkan, doomscrolling bisa berdampak buruk pada kesehatan mental.
Oleh karena itu, penting untuk mulai mengontrol kebiasaan ini dari sekarang. Yuk, cek screen time kamu hari ini dan mulai kurangi perlahan!
Penulis: Mita Putri








