Suara Kita News. Com -KARAWANG – Di tengah hiruk-pikuk kesibukan roda pemerintahan, sebuah momen hangat tersaji di pusat Kabupaten Karawang. Bukan soal seremoni birokrasi, melainkan tentang ketulusan dalam bingkai “Berbagi Rezeki”. Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, hadir langsung menyapa ratusan penarik becak dan anak yatim dalam sebuah agenda santunan yang penuh khidmat.
Acara yang disiarkan secara langsung oleh Karawang Suara Hukum ini bukan sekadar penyerahan bantuan materi. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang bagi pimpinan daerah untuk mengetuk pintu langit melalui doa-doa tulus dari masyarakat yang membutuhkan.
Simbol Kepedulian Kolektif
Bantuan yang disalurkan kali ini memiliki makna khusus. Dana yang terkumpul merupakan wujud kepedulian kolektif dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Karawang. Bupati Aep menegaskan bahwa gerakan ini adalah bentuk rasa syukur atas segala rahmat yang diterima oleh jajaran pemerintahan.
“Kami hadir di sini membawa amanah. Ini adalah bentuk rasa syukur kami, para pelayan masyarakat, untuk sedikit meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar Bupati Aep di sela-sela kegiatannya.
Mengetuk Pintu Langit
Suasana berubah haru saat Bupati Aep secara khusus memohon keikhlasan doa dari para anak yatim dan penarik becak yang hadir. Di hadapan mereka, orang nomor satu di Karawang ini menitipkan harapan agar dirinya dan seluruh jajaran ASN senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan umur panjang untuk terus melayani warga Karawang.
“Doa dari Bapak-Bapak penarik becak dan anak-anakku sekalian adalah kekuatan bagi kami. Mohon doakan kami agar tetap amanah, sehat, dan mampu membawa Karawang ke arah yang lebih baik,” tuturnya dengan nada rendah hati.
Dampak Sosial dan Harapan
Aksi filantropi ini diharapkan dapat memicu semangat gotong royong yang lebih luas di Karawang. Bagi para penarik becak, perhatian kecil ini dirasakan sebagai oase di tengah sulitnya kondisi ekonomi lapangan.
Senyum merekah dari wajah para penerima manfaat menjadi penutup yang manis dalam agenda hari itu. Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Karawang seolah ingin menegaskan bahwa di balik setiap kebijakan publik, harus selalu ada detak jantung kemanusiaan yang menyertainya.
penulis : Yerrydewa






