Suara Kita News.com –KARAWANG – Menjelang puncak arus mudik, gerbang utama Jawa Barat, Kabupaten Karawang, resmi menetapkan status siaga penuh. Dalam sebuah apel gelar pasukan yang berlangsung khidmat di Mapolres Karawang, Bupati H. Aep Syaepuloh bersama jajaran Forkopimda menegaskan bahwa kenyamanan pemudik adalah prioritas harga mati.
Tidak kurang dari 1.785 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, serta instansi terkait mulai diterjunkan ke titik-titik krusial sepanjang jalur arteri Tanjungpura hingga Cikalong. Langkah ini diambil guna memastikan rute legendaris bagi para pemudik roda dua dan empat tersebut tetap kondusif.
Bupati Aep Syaepuloh menekankan bahwa operasi tahun ini melampaui sekadar penjagaan lalu lintas. Ini adalah tentang menghadirkan kehadiran negara di setiap kilometer perjalanan warga.
“Alhamdulillah, sore ini kami sudah pastikan seluruh personel siap siaga. Jika TNI-Polri menjaga keamanan dan kelancaran arus, kami dari Pemerintah Daerah memastikan seluruh sarana prasarana penunjang bagi pemudik tersedia dengan kualitas terbaik,” ujar Bupati Aep usai mengikuti gelar pasukan.
Memahami lelahnya perjalanan panjang, Pemda Karawang melalui Dinas Kesehatan, PMI, dan BPBD telah menyulap posko-posko mudik menjadi titik henti yang komprehensif. Inovasi yang dihadirkan meliputi:
Kesiapan tim medis untuk menangani keluhan fisik akibat kelelahan berkendara. Area yang dirancang agar pemudik bisa memulihkan energi sebelum melanjutkan perjalanan. Penyiagaan personel di titik rawan untuk mengantisipasi dinamika di lapangan.
Keberhasilan mudik tahun ini, menurut Bupati, terletak pada satu kata: Kolaborasi. Penyatuan visi antara aparat keamanan dan penyedia layanan publik diharapkan mampu meminimalisir kendala yang kerap muncul di jalur pantura Karawang.
“Dengan sinergitas seluruh pihak, kami ingin memastikan tradisi mudik tahun ini berjalan aman, lancar, dan berkesan. Karawang siap menyambut para pejuang rindu dengan pelayanan terbaik,” pungkasnya.
Penulis : Yerrydewa






