Fenomena Kesepian di Tempat Kerja Makin Nyata: Survei Global Ungkap 1 dari 5 Karyawan Merasakannya

  • Pop
  • March 15, 2026

Suarakitanews – Gallup mengungkapkan bahwa kesepian di tempat kerja kini menjadi fenomena global yang semakin sering terjadi. Meski karyawan setiap hari menghadiri meeting, membalas pesan kerja, dan berinteraksi dengan rekan kerja, banyak di antara mereka tetap merasa sendirian.

Hal ini terungkap dalam laporan terbaru berjudul State of the Global Workplace 2025 Report, yang menyoroti kondisi kesejahteraan karyawan di berbagai negara.

Berdasarkan laporan tersebut, 22 persen karyawan di seluruh dunia mengaku mengalami kesepian yang parah pada hari sebelumnya saat survei dilakukan.

Satu dari Lima Karyawan di Dunia Mengalami Kesepian

Menurut laporan tersebut, sekitar satu dari lima pekerja global merasakan kesepian akut. Istilah “previous day” dalam survei ini merujuk pada hari sebelum responden diwawancarai, bukan berarti hari kemarin secara literal.

Namun demikian, kesepian yang dimaksud bukan sekadar tidak memiliki teman. Lebih dari itu, fenomena ini berkaitan dengan kurangnya koneksi emosional dan hubungan sosial yang bermakna di tempat kerja.

Akibatnya, banyak karyawan merasa hadir secara fisik atau virtual, tetapi tidak benar-benar terhubung dengan lingkungan kerja mereka.

Data Kesepian di Tempat Kerja Berdasarkan Gender dan Usia

Lebih lanjut, survei ini juga mengungkapkan perbedaan tingkat kesepian berdasarkan gender dan usia.

Berdasarkan gender:

  • 24% karyawan laki-laki mengalami kesepian
  • 19% karyawan perempuan mengalami kesepian

Sementara itu, berdasarkan usia:

  • 25% pekerja berusia di bawah 35 tahun merasa lebih sering kesepian
  • 20% pekerja berusia di atas 35 tahun mengalami hal serupa

Dengan kata lain, generasi pekerja muda ternyata lebih rentan merasakan kesepian di lingkungan kerja dibandingkan pekerja yang lebih senior.

Tingkat Jabatan Juga Berpengaruh

Tidak hanya usia dan gender, posisi jabatan juga memengaruhi tingkat kesepian di tempat kerja.

Data menunjukkan:

23% pekerja di level manajer merasa kesepian
22% pekerja di level individual contributor mengalami hal yang sama

Meskipun perbedaannya tidak terlalu besar, angka ini menunjukkan bahwa kesepian dapat dialami oleh siapa saja di dunia kerja, baik pemimpin maupun staf.

Pekerja Remote Lebih Rentan Merasa Kesepian

Selain itu, pola kerja atau work arrangement juga berpengaruh besar terhadap perasaan kesepian.

Berikut data yang ditemukan:

  • 27% pekerja remote (kerja jarak jauh penuh) mengalami kesepian
  • 23% pekerja hybrid merasa kesepian
  • 20% pekerja on-site tetapi remote-capable mengalami kesepian
  • 21% pekerja on-site non-remote-capable juga merasakannya

Dari data tersebut terlihat bahwa pekerja yang jarang datang ke kantor cenderung lebih rentan merasa kesepian dibandingkan pekerja yang bekerja secara langsung di tempat kerja.

Mengapa Kerja Remote Bisa Memicu Kesepian?

Menurut laporan tersebut, ada beberapa faktor yang membuat kerja jarak jauh lebih berisiko menimbulkan kesepian.

Pertama, interaksi yang terbatas pada layar dan internet membuat komunikasi terasa lebih kaku. Kedua, hubungan kerja sering kali menjadi lebih transaksional dan minim koneksi emosional.

Selain itu, tidak adanya percakapan santai, obrolan ringan, atau momen nongkrong bersama rekan kerja juga membuat hubungan sosial di tempat kerja menjadi berkurang.

Dampak Kesepian terhadap Produktivitas Kerja

Kesepian yang berlangsung dalam jangka panjang dapat berdampak langsung pada kinerja karyawan. Bahkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan stres dan burnout.

Beberapa dampak yang sering muncul antara lain:

  • Engagement atau keterlibatan kerja menurun
  • Sense of belonging atau rasa memiliki terhadap perusahaan berkurang
  • Produktivitas kerja menurun
  • Loyalitas terhadap perusahaan semakin melemah

Jika kondisi ini terus berlanjut, perusahaan berisiko kehilangan potensi terbaik dari para karyawannya.

Isu yang Sering Diabaikan di Lingkungan Kerja

Sayangnya, kesepian di tempat kerja sering kali menjadi isu yang tidak terlihat dan jarang dibicarakan. Banyak orang tampak sibuk bekerja, tetapi sebenarnya merasa tidak terhubung secara emosional dengan lingkungan sekitarnya.

Oleh karena itu, penting bagi perusahaan dan rekan kerja untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di lingkungan kerja.

Sebab, bisa jadi orang yang duduk di sebelahmu di kantor, atau bahkan dirimu sendiri, sedang mengalami kesepian tanpa disadari.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Tren Perempuan China Pakai Baju Pria: Lebih Hemat, Nyaman, dan Bebas Standar Kecantikan

China, Suarakitanews — Sebuah kebiasaan belanja yang tidak biasa kini menjamur di kalangan perempuan muda di China. Bukan lagi berburu gamis atau blus dengan potongan feminin, mereka justru memenuhi lemari…

Lanjutkan Membaca

// // //
  • Pop
  • April 29, 2026
  • //
Modus Investasi Ilegal WNA di Bali Terungkap: Sewa Airbnb hingga Skema Nomine yang Merugikan Lokal

Suarakitanews – Modus Investasi Ilegal WNA di Bali Kian Mengkhawatirkan. Fenomena investasi ilegal yang dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA) di Bali kini semakin mengkhawatirkan. Bahkan, praktik ini disebut-sebut berpotensi…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri