Suarakitanews – Gallup mengungkapkan bahwa kesepian di tempat kerja kini menjadi fenomena global yang semakin sering terjadi. Meski karyawan setiap hari menghadiri meeting, membalas pesan kerja, dan berinteraksi dengan rekan kerja, banyak di antara mereka tetap merasa sendirian.
Hal ini terungkap dalam laporan terbaru berjudul State of the Global Workplace 2025 Report, yang menyoroti kondisi kesejahteraan karyawan di berbagai negara.
Berdasarkan laporan tersebut, 22 persen karyawan di seluruh dunia mengaku mengalami kesepian yang parah pada hari sebelumnya saat survei dilakukan.
Satu dari Lima Karyawan di Dunia Mengalami Kesepian
Menurut laporan tersebut, sekitar satu dari lima pekerja global merasakan kesepian akut. Istilah “previous day” dalam survei ini merujuk pada hari sebelum responden diwawancarai, bukan berarti hari kemarin secara literal.
Namun demikian, kesepian yang dimaksud bukan sekadar tidak memiliki teman. Lebih dari itu, fenomena ini berkaitan dengan kurangnya koneksi emosional dan hubungan sosial yang bermakna di tempat kerja.
Akibatnya, banyak karyawan merasa hadir secara fisik atau virtual, tetapi tidak benar-benar terhubung dengan lingkungan kerja mereka.
Data Kesepian di Tempat Kerja Berdasarkan Gender dan Usia
Lebih lanjut, survei ini juga mengungkapkan perbedaan tingkat kesepian berdasarkan gender dan usia.
Berdasarkan gender:
- 24% karyawan laki-laki mengalami kesepian
- 19% karyawan perempuan mengalami kesepian
Sementara itu, berdasarkan usia:
- 25% pekerja berusia di bawah 35 tahun merasa lebih sering kesepian
- 20% pekerja berusia di atas 35 tahun mengalami hal serupa
Dengan kata lain, generasi pekerja muda ternyata lebih rentan merasakan kesepian di lingkungan kerja dibandingkan pekerja yang lebih senior.
Tingkat Jabatan Juga Berpengaruh
Tidak hanya usia dan gender, posisi jabatan juga memengaruhi tingkat kesepian di tempat kerja.
Data menunjukkan:
23% pekerja di level manajer merasa kesepian
22% pekerja di level individual contributor mengalami hal yang sama
Meskipun perbedaannya tidak terlalu besar, angka ini menunjukkan bahwa kesepian dapat dialami oleh siapa saja di dunia kerja, baik pemimpin maupun staf.
Pekerja Remote Lebih Rentan Merasa Kesepian
Selain itu, pola kerja atau work arrangement juga berpengaruh besar terhadap perasaan kesepian.
Berikut data yang ditemukan:
- 27% pekerja remote (kerja jarak jauh penuh) mengalami kesepian
- 23% pekerja hybrid merasa kesepian
- 20% pekerja on-site tetapi remote-capable mengalami kesepian
- 21% pekerja on-site non-remote-capable juga merasakannya
Dari data tersebut terlihat bahwa pekerja yang jarang datang ke kantor cenderung lebih rentan merasa kesepian dibandingkan pekerja yang bekerja secara langsung di tempat kerja.
Mengapa Kerja Remote Bisa Memicu Kesepian?
Menurut laporan tersebut, ada beberapa faktor yang membuat kerja jarak jauh lebih berisiko menimbulkan kesepian.
Pertama, interaksi yang terbatas pada layar dan internet membuat komunikasi terasa lebih kaku. Kedua, hubungan kerja sering kali menjadi lebih transaksional dan minim koneksi emosional.
Selain itu, tidak adanya percakapan santai, obrolan ringan, atau momen nongkrong bersama rekan kerja juga membuat hubungan sosial di tempat kerja menjadi berkurang.
Dampak Kesepian terhadap Produktivitas Kerja
Kesepian yang berlangsung dalam jangka panjang dapat berdampak langsung pada kinerja karyawan. Bahkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan stres dan burnout.
Beberapa dampak yang sering muncul antara lain:
- Engagement atau keterlibatan kerja menurun
- Sense of belonging atau rasa memiliki terhadap perusahaan berkurang
- Produktivitas kerja menurun
- Loyalitas terhadap perusahaan semakin melemah
Jika kondisi ini terus berlanjut, perusahaan berisiko kehilangan potensi terbaik dari para karyawannya.
Isu yang Sering Diabaikan di Lingkungan Kerja
Sayangnya, kesepian di tempat kerja sering kali menjadi isu yang tidak terlihat dan jarang dibicarakan. Banyak orang tampak sibuk bekerja, tetapi sebenarnya merasa tidak terhubung secara emosional dengan lingkungan sekitarnya.
Oleh karena itu, penting bagi perusahaan dan rekan kerja untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di lingkungan kerja.
Sebab, bisa jadi orang yang duduk di sebelahmu di kantor, atau bahkan dirimu sendiri, sedang mengalami kesepian tanpa disadari.
Penulis: Mita Putri








