Fenomena “Italian Brainrot”: Meme Absurd yang Kini Jadi Strategi Marketing Brand di TikTok

  • Pop
  • April 18, 2025

Suarakitanews.com – Di tengah maraknya konten viral di media sosial, tren Italian Brainrot mencuri perhatian dengan keunikannya yang absurd dan penuh unsur humor. Dari suara robotic yang menyebut “Tung tung tung Sahur!” hingga makhluk aneh seperti Bombardino Crocodilo dan Tralalero Tralala, konten ini bukan hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga berubah menjadi ritual partisipatif di internet.

Apa Itu Italian Brainrot?

Mengacu pada situs Know Your Meme, Italian Brainrot adalah tren konten bergaya brainrot yang menampilkan video AI, karya seni, atau meme dengan gaya surealis. Biasanya, konten ini menggabungkan hewan dengan benda seperti pesawat atau kelapa, dan seringkali diberi fitur manusia seperti kaki.

Fenomena ini mulai muncul di TikTok pada awal Januari 2024, diawali dengan meme Tralalero Tralala, sebelum akhirnya melahirkan berbagai makhluk dan frasa viral lainnya seperti:

  • Bombardino Crocodilo
  • Tung Tung Tung Sahur
  • Brr Brr Patapim

Tren ini menyebar luas berkat kreativitas para pengguna TikTok dan kini hadir hampir di seluruh platform media sosial.

Dari Meme ke Strategi Brand

Menariknya, tren Italian Brainrot tak hanya berhenti sebagai hiburan internet. Beberapa brand ternama seperti Ryanair dan Samsung Belgia mulai mengadopsi gaya meme ini ke dalam strategi konten mereka di TikTok. Hasilnya? Konten mereka mendapat lonjakan views yang signifikan dibandingkan konten biasa.

Menurut Francesco De Nittis, manajer di agensi Human Centric Group, tren ini mencerminkan bagaimana generasi Z mencari konten yang spontan, instan, dan lucu.

“Brand yang cerdas mengenali tren ini bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga sebagai bentuk partisipasi. Mereka menunjukkan bahwa mereka paham leluconnya, bukan sekadar ikut-ikutan,” ujarnya.

Mengapa Gen Z Menyukai Brainrot?

Berdasarkan data dari GWI, sebanyak 76% Gen Z menggunakan TikTok untuk menonton video lucu. Sementara itu, laporan dari Lifewire menyebutkan bahwa 57% dari mereka juga menggunakan video pendek untuk melakukan riset produk.

Konten brainrot dinilai ringan, tidak membutuhkan beban berpikir, dan memberikan hiburan cepat. Kamu hanya tinggal scroll, tertawa, lupakan, dan ulangi. Namun, penting untuk diingat bahwa mengikuti tren saja tidak cukup. Agar konten berdampak, brand perlu menyisipkan keunikan dan karakter mereka sendiri.

Brainrot: Simbol Kecemasan Digital?

Kata Brain Rot bahkan dinobatkan sebagai Oxford Word of the Year 2024. Menurut Andrew Przybylski, profesor psikologi dari Oxford University, istilah ini digunakan publik untuk menggambarkan ketidakpuasan mereka terhadap dunia digital.

“Brain rot bukanlah kondisi medis. Istilah ini lebih sebagai simbol dari rasa frustrasi kita terhadap media sosial,” jelas Andrew.

Di sisi lain, Dr. Michael Rich, pendiri Digital Wellness Lab di Boston Children’s Hospital, menyatakan bahwa mereka yang senang mengonsumsi konten semacam ini mungkin memiliki kondisi mendasar seperti ADHD. Namun, belum ada bukti kuat bahwa konten brainrot berdampak langsung pada kesehatan mental.

Italian Brainrot adalah fenomena unik yang berhasil menciptakan ruang partisipatif baru di media sosial. Meski terlihat absurd, tren ini mencerminkan selera humor dan pola konsumsi konten instan yang digemari Gen Z. Untuk brand, memanfaatkan tren ini bisa menjadi langkah strategis—selama tetap menyisipkan nilai otentik dari brand itu sendiri.

Penulis : Mita Putri
Sumber : instagram @ussfeed

Mita Putri

Artikel Terkait

Tren Perempuan China Pakai Baju Pria: Lebih Hemat, Nyaman, dan Bebas Standar Kecantikan

China, Suarakitanews — Sebuah kebiasaan belanja yang tidak biasa kini menjamur di kalangan perempuan muda di China. Bukan lagi berburu gamis atau blus dengan potongan feminin, mereka justru memenuhi lemari…

Lanjutkan Membaca

// // //
  • Pop
  • April 29, 2026
  • //
Modus Investasi Ilegal WNA di Bali Terungkap: Sewa Airbnb hingga Skema Nomine yang Merugikan Lokal

Suarakitanews – Modus Investasi Ilegal WNA di Bali Kian Mengkhawatirkan. Fenomena investasi ilegal yang dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA) di Bali kini semakin mengkhawatirkan. Bahkan, praktik ini disebut-sebut berpotensi…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri