Suarakitanews – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah serangkaian serangan rudal dan drone dilaporkan terjadi di beberapa negara Teluk. Bahrain mengonfirmasi bahwa dua hotel dan sebuah bangunan tempat tinggal di ibu kota Manama menjadi sasaran serangan udara yang diduga terkait dengan Iran.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Bahrain, serangan tersebut menyebabkan kerusakan material cukup besar. Namun demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
Serangan Rudal dan Drone Meluas
Sementara itu, Arab Saudi dan Qatar menyatakan berhasil mencegat sejumlah drone yang memasuki wilayah udara mereka. Kementerian Pertahanan Qatar mengungkapkan bahwa Angkatan Udara mereka berhasil menggagalkan serangan drone yang menargetkan Pangkalan Udara Al Udeid, yang merupakan pangkalan militer Amerika Serikat terbesar di Timur Tengah.
Sebelumnya, pemerintah Qatar bahkan telah mengirimkan peringatan keamanan kepada warga melalui pesan telepon seluler. Dalam peringatan tersebut, masyarakat diminta menjauhi jendela dan ruang terbuka sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan udara.
Ketegangan AS dan Iran Meningkat
Di sisi lain, konflik juga semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington harus memiliki peran langsung dalam menentukan kepemimpinan baru di Iran. Selain itu, Trump juga menyerukan agar militer Iran meletakkan senjata.
Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan bahwa Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer dan fasilitas pemerintahan di Iran.
Serangan Terhadap Fasilitas Kesehatan
Lebih lanjut, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan bahwa setidaknya 13 fasilitas kesehatan di Iran telah menjadi sasaran serangan dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, satu serangan juga dilaporkan terjadi di Lebanon.
Menurutnya, berdasarkan hukum humaniter internasional, fasilitas kesehatan seharusnya dilindungi dan tidak boleh menjadi target serangan dalam konflik bersenjata.
Kapal Perang Iran Dilaporkan Tenggelam
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengklaim bahwa sebuah kapal selam Amerika telah menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia.
Namun demikian, otoritas Sri Lanka menyatakan penyebab tenggelamnya kapal tersebut masih belum diketahui secara pasti. Meski begitu, Angkatan Laut Sri Lanka berhasil menyelamatkan 32 orang awak kapal, sementara sekitar 140 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Ancaman Penutupan Selat Hormuz
Di tengah meningkatnya konflik, Iran juga mengeluarkan ancaman serius terkait Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.
Seorang pejabat tinggi Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa negaranya dapat menyerang kapal-kapal yang mencoba melintasi selat tersebut jika konflik terus meningkat. Padahal, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur strategis ini.
Dampak Global Mulai Terasa
Akibat konflik yang semakin meluas, sejumlah sektor ekonomi global mulai terdampak. Harga minyak dunia dilaporkan mengalami kenaikan tajam, sementara saham maskapai penerbangan di kawasan Asia-Pasifik mengalami penurunan.
Selain itu, beberapa fasilitas energi di Arab Saudi dan Qatar juga dilaporkan mengalami gangguan operasional setelah menjadi target serangan drone.
Situasi Timur Tengah Semakin Tidak Stabil
Dengan serangkaian serangan yang terjadi di berbagai negara, konflik Timur Tengah kini berpotensi meluas ke kawasan yang lebih besar. Oleh karena itu, banyak pihak internasional menyerukan deeskalasi dan dialog diplomatik untuk mencegah konflik berubah menjadi perang regional yang lebih besar.
Penulis: Mita Putri








