Ormas Keagamaan di Indonesia Kompak Kecam Serangan AS–Israel ke Iran, Serukan Perdamaian Dunia

Suarakitanews – Serangan militer besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu reaksi keras dari berbagai organisasi keagamaan di Indonesia. Serangan tersebut bahkan dilaporkan menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat penting lainnya meninggal dunia.

Akibatnya, ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat dan memicu kekhawatiran akan dampak konflik yang lebih luas. Sejumlah organisasi keagamaan di Indonesia pun menyuarakan keprihatinan sekaligus menyerukan perdamaian dunia.

NU Ajak Warga Membaca Qunut Nazilah

Pertama, Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh warganya untuk membaca Qunut Nazilah dalam setiap salat.

Instruksi tersebut bertujuan sebagai bentuk solidaritas dan doa bagi masyarakat sipil yang terdampak konflik.

Menurut surat resmi PBNU, doa tersebut diharapkan dapat menghadirkan keselamatan bagi korban konflik sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dan keadilan.

Selain itu, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) juga menyampaikan keprihatinannya atas konflik yang terus memanas.

“Jangan sampai konflik ini berdampak luas secara global,” ujarnya.

NU sendiri memiliki lebih dari 95 juta anggota, sehingga sikap organisasi ini dinilai sangat berpengaruh terhadap opini publik di Indonesia.

Muhammadiyah: Serangan Melanggar Hukum Internasional

Sementara itu, Muhammadiyah juga menyampaikan kecaman keras terhadap serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataan resmi yang ditandatangani Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni, organisasi ini menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional.

Selain mengecam serangan tersebut, Muhammadiyah juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei dan korban lainnya dalam konflik tersebut.

Lebih lanjut, Muhammadiyah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengambil langkah tegas guna menghentikan kekerasan dan mencegah konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

MUI Kutuk Serangan dan Serukan Penghentian Agresi

Selanjutnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengutuk keras serangan militer yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Menurut MUI, tindakan tersebut bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan melanggar kedaulatan negara lain.

Dalam tausiyah resmi yang ditandatangani Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, MUI juga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Ali Khamenei.

Selain itu, MUI menduga bahwa serangan tersebut memiliki motif strategis untuk melemahkan posisi Iran di kawasan Timur Tengah sekaligus mengurangi dukungan terhadap perjuangan Palestina.

PGI: Serangan Ini Menginjak Martabat Manusia

Tidak hanya organisasi Islam, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap konflik tersebut.

Sekretaris Umum PGI Pendeta Darwin Darmawan menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang merusak peradaban dan menginjak martabat manusia.

Menurutnya, dalam setiap konflik bersenjata, warga sipil selalu menjadi korban utama.

Oleh karena itu, PGI mendorong para pemimpin dunia untuk mengedepankan dialog dan menghentikan kekerasan yang berpotensi memicu krisis global.

MATAKIN Serukan Dialog dan Diplomasi

Di sisi lain, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) juga mengecam keras segala bentuk agresi militer.

Wakil Ketua Umum MATAKIN Chandra Setiawan menegaskan bahwa peperangan hanya akan membawa penderitaan bagi rakyat sipil yang tidak bersalah.

Menurutnya, konflik antarbangsa seharusnya diselesaikan melalui dialog dan diplomasi, bukan melalui kekuatan militer.

Selain itu, MATAKIN juga mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak terpecah akibat perbedaan pandangan politik luar negeri.

Sikap Pemerintah Indonesia

Di tengah meningkatnya ketegangan global, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog diplomatik.

Bahkan, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan siap memfasilitasi dialog perdamaian antara pihak-pihak yang berkonflik jika diminta.

Namun demikian, beberapa pengamat menilai Indonesia memiliki keterbatasan pengaruh untuk menjadi mediator dalam konflik besar tersebut.

Konflik Iran Berpotensi Berdampak Global

Para pengamat internasional menilai konflik ini dapat membawa dampak serius terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan bahkan berpotensi memicu krisis global.

Meski demikian, banyak pihak berharap agar semua negara dapat menahan diri dan kembali ke meja perundingan demi mencegah perang yang lebih besar.

Pada akhirnya, berbagai organisasi keagamaan di Indonesia sepakat bahwa perdamaian, kemanusiaan, dan dialog harus menjadi prioritas utama dalam menyelesaikan konflik internasional.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Krisis Migran Ceuta dan Melilla: Pengerahan Militer Spanyol di Tengah Sengketa Kedaulatan Berabad-Abad

Suarakitanews – Tegangan diplomatik kembali memanas di Selat Gibraltar setelah Pemerintah Spanyol mengerahkan pasukan militer tambahan ke Ceuta, sebuah wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara. Langkah drastis ini diambil sebagai…

Lanjutkan Membaca

// // //
Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela: Kisah Perempuan Berjam-jam Mencari Kabar Keluarganya di Caracas

Venezuela, Suarakitanews — Sebuah pesan suara singkat di WhatsApp menjadi awal dari berjam-jam kecemasan yang tak terlupakan. “Baru saja terjadi gempa yang sangat hebat, saat ini masih terasa gunangannya,” demikian…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri