Suarakitanews – Nama Nemesio Oseguera Cervantes, atau yang lebih dikenal sebagai El Mencho, selama lebih dari satu dekade menjadi simbol kebrutalan perang narkoba di Meksiko. Ia merupakan pendiri dan pemimpin Cartel Jalisco Nueva Generación (CJNG), salah satu kartel paling kuat dan kejam di Amerika Latin.
Selama bertahun-tahun, El Mencho menjadi buronan utama pemerintah Meksiko dan Amerika Serikat. Bahkan, pemerintah AS menawarkan hadiah hingga Rp252 miliar untuk penangkapannya—angka fantastis yang menunjukkan betapa besar ancaman yang ia representasikan.
Namun demikian, pada Minggu (22/02), operasi gabungan militer Meksiko yang didukung intelijen AS akhirnya mengakhiri pelariannya.
Kronologi Operasi Penangkapan El Mencho
Operasi militer tersebut berlangsung di wilayah pegunungan Tapalpa, sekitar 130 kilometer dari Guadalajara, negara bagian Jalisco—basis utama CJNG.
Menurut Kementerian Pertahanan Nasional Meksiko (Sedena):
- Pasukan khusus militer dikerahkan dengan dukungan udara.
- CJNG memberikan perlawanan sengit menggunakan kendaraan lapis baja dan peluncur roket.
- Tujuh anggota kartel tewas, termasuk El Mencho yang mengalami luka parah dan meninggal saat evakuasi.
- Tiga tentara Meksiko mengalami luka serius.
Di satu sisi, pemerintah Meksiko menegaskan bahwa ini adalah operasi nasional. Namun di sisi lain, Gedung Putih melalui juru bicara pemerintahan Donald Trump mengonfirmasi adanya dukungan intelijen Amerika Serikat.
Sejauh Mana Keterlibatan Amerika Serikat?
Kerja sama bilateral menjadi kunci dalam operasi ini. Unit khusus AS bernama Joint Interagency Task Force-Counter Cartel (JITF-CC) dilaporkan memberikan paket intelijen penting terkait pergerakan El Mencho.
Meski demikian, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan prinsip “koordinasi tanpa subordinasi”, artinya kerja sama dilakukan tanpa intervensi langsung pasukan AS di wilayah Meksiko.
Dengan kata lain, meskipun AS berperan dalam pengumpulan informasi, operasi lapangan sepenuhnya dijalankan oleh militer Meksiko.
Dari Imigran Gelap Hingga Raja Kartel
Perjalanan hidup El Mencho penuh ironi. Lahir di Michoacan dari keluarga sederhana, ia sempat menjadi imigran ilegal di California pada 1980-an. Setelah menjalani hukuman penjara di AS dan dideportasi, ia kembali ke Meksiko dan bergabung dengan Kartel Milenio.
Namun kemudian, ia mendirikan CJNG dan dengan cepat memperluas jaringan ke berbagai wilayah strategis. Terlebih lagi, runtuhnya Kartel Sinaloa pasca ekstradisi Joaquin Guzman membuka ruang bagi CJNG untuk mengambil alih jalur perdagangan fentanil dan metamfetamin ke AS.
Akibatnya, CJNG tumbuh menjadi kekuatan dominan dalam perdagangan narkoba lintas negara.
Dampak Kematian El Mencho: Kekerasan Meluas
Alih-alih mereda, kematian El Mencho justru memicu gelombang kekerasan baru.
Blokade jalan (narcobloqueos) terjadi di sedikitnya 20 negara bagian, termasuk:
- Jalisco
- Michoacan
- Guanajuato
- Tamaulipas
- Guerrero
Di Guadalajara dan Puerto Vallarta, kendaraan dibakar dan jalan raya ditutup. Bahkan beberapa penerbangan internasional terpaksa dibatalkan akibat situasi keamanan.
Dengan demikian, meskipun pemerintah menyebut kematian El Mencho sebagai kemenangan, realitas di lapangan menunjukkan potensi konflik baru.
Apakah CJNG Akan Melemah?
Secara historis, kematian bos kartel jarang benar-benar mengakhiri organisasi kriminal. Sebaliknya, sering kali terjadi perebutan kekuasaan internal yang justru meningkatkan kekerasan.
Para analis memperkirakan:
- Akan muncul penerus dari lingkaran dalam CJNG.
- Fragmentasi kelompok bisa memicu perang saudara internal.
- Kartel rival mungkin memanfaatkan kekosongan kekuasaan.
Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa El Mencho adalah figur sentral dalam ekspansi agresif CJNG. Tanpa kepemimpinannya, arah kartel tersebut bisa berubah signifikan.
Akhir Era atau Awal Babak Baru?
Kematian El Mencho menandai salah satu momen paling dramatis dalam sejarah perang narkoba Meksiko. Di satu sisi, ini adalah kemenangan simbolis bagi pemerintah Meksiko dan AS. Akan tetapi, di sisi lain, dampak jangka panjangnya masih belum pasti.
Apakah CJNG akan runtuh? Ataukah justru lahir pemimpin baru yang lebih brutal?
Yang jelas, perang melawan kartel narkoba belum berakhir—dan Meksiko kembali berada di persimpangan sejarahnya.
Penulis: Mita Putri








