Masuk Board of Peace Sudah, Giliran Perusahaan Energi Terafiliasi Israel Dipersilakan Masuk

  • News
  • February 21, 2026

Suarakitanews – Ormat Menang Lelang Proyek Panas Bumi Halmahera Barat
Keputusan pemerintah menunjuk PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai pengelola proyek panas bumi Telaga Ranu di Halmahera Barat, Maluku Utara, menuai sorotan publik.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sebagai bagian dari strategi mencapai target net zero emission 2060.

Namun demikian, di tengah semangat transisi energi terbarukan, muncul polemik terkait dugaan afiliasi perusahaan tersebut dengan Israel. Hal inilah yang kemudian memicu perdebatan publik, terutama dalam konteks solidaritas terhadap Palestina.

Siapa Itu Ormat Technologies?

Ormat Technologies, Inc. merupakan perusahaan energi berbasis panas bumi yang didirikan pada tahun 1965 dan berkantor pusat di Amerika Serikat. Perusahaan ini bergerak dalam pengembangan serta pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di berbagai negara.

Beberapa fakta terkait Ormat yang menjadi sorotan:

  • Memiliki fasilitas manufaktur utama di Yavne, wilayah yang berada di bawah administrasi Israel.
  • Tercatat di bursa saham Tel Aviv Stock Exchange.
  • Beroperasi di berbagai proyek geothermal global, termasuk Indonesia.

Karena itu, sebagian pihak menilai keterkaitan bisnis Ormat dengan Israel tidak bisa diabaikan, terutama dalam konteks geopolitik Timur Tengah yang sensitif.

Jejak Ormat di Indonesia: Dari Ijen hingga Sarulla

  1. PLTP Ijen, Jawa Timur

    Proyek PLTP Ijen menjadi salah satu keterlibatan besar Ormat di Indonesia. Unit 1 PLTP Ijen mulai beroperasi secara komersial pada awal 2025.
    Namun sebelumnya, pada 26 April 2020, sempat terjadi insiden ledakan dan kepulan awan panas yang menimbulkan kekhawatiran masyarakat sekitar.
    Selain itu, muncul laporan mengenai dampak terhadap sumber air dan infrastruktur lokal.
  2. Proyek Sarulla, Sumatera Utara

    Sarulla Operations Ltd.
    Selain Ijen, Ormat juga memiliki sekitar 12,75% saham dalam konsorsium proyek geothermal Sarulla yang telah berjalan sejak 2018.

Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran Ormat dalam industri panas bumi Indonesia bukanlah hal baru, melainkan bagian dari investasi jangka panjang di sektor energi terbarukan nasional.

Potensi Panas Bumi Indonesia: Raksasa yang Belum Maksimal

Secara geografis, Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik, menjadikannya salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia.

Menurut laporan Project InnerSpace tahun 2025, Indonesia memiliki potensi panas bumi mencapai 2.160 gigawatt (GW). Angka ini jauh melampaui kapasitas terpasang saat ini.

Oleh sebab itu, pengembangan geothermal memang menjadi strategi penting dalam bauran energi nasional. Akan tetapi, transisi energi seharusnya tetap memperhatikan prinsip keadilan lingkungan dan sosial.

Dampak Lingkungan dan Sosial: Kekhawatiran yang Mengemuka

Meski energi panas bumi dikenal sebagai energi bersih, pada praktiknya tetap memiliki risiko.

Beberapa isu yang muncul di lapangan antara lain:

  • Gangguan terhadap ekosistem hutan, termasuk laporan kerusakan hutan kayu putih di Maluku.
  • Potensi pencemaran sumber air.
  • Kekhawatiran hilangnya mata pencaharian masyarakat sekitar proyek.
  • Trauma masyarakat akibat insiden operasional sebelumnya.

Dengan demikian, pertanyaan yang muncul bukan hanya soal afiliasi geopolitik, melainkan juga soal tata kelola lingkungan dan perlindungan masyarakat lokal.

Energi Terbarukan vs Isu Geopolitik: Di Mana Posisi Indonesia?

Di satu sisi, Indonesia membutuhkan investasi besar untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan. Namun di sisi lain, kerja sama dengan perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan Israel dinilai sebagian kalangan sebagai bentuk inkonsistensi terhadap sikap politik luar negeri Indonesia yang mendukung Palestina.

Karena itu, publik mempertanyakan:

  • Apakah fokus pada energi terbarukan harus mengorbankan prinsip politik luar negeri dan solidaritas kemanusiaan?
  • Ataukah seharusnya pemerintah lebih selektif dalam menentukan mitra strategis?

Kesimpulan

Proyek panas bumi Halmahera bersama Ormat menjadi cerminan dilema Indonesia dalam transisi energi.

Di satu sisi, potensi panas bumi Indonesia sangat besar dan perlu dikelola secara optimal untuk mencapai target net zero emission 2060. Namun di sisi lain, transparansi, keadilan lingkungan, serta sensitivitas geopolitik juga tidak boleh diabaikan.

Transisi energi seharusnya tidak hanya soal angka dan investasi, tetapi juga soal nilai, keberpihakan, dan tanggung jawab sosial.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Laporan Khusus: Jejak Sunyi Sang “Manusia Bayangan Republik” Zulkifli Lubis

Suara Kita News. Com, Dalam lembaran sejarah Indonesia, panggung utama kerap dikuasai oleh mereka yang bersuara lantang di atas mimbar. Namun, di balik layar sejarah kemerdekaan, terdapat figur-figur yang memilih…

Lanjutkan Membaca

// // //
  • News
  • July 1, 2026
  • //
Biaya Visa Jepang Resmi Naik 5 Kali Lipat per 1 Juli 2026, Turis Indonesia Wajib Tahu!

Suarakitanews — Kabar penting bagi Anda yang berencana liburan ke Negeri Sakura: biaya visa Jepang naik secara signifikan mulai 1 Juli 2026. Kenaikan ini bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan lonjakan…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri