Suarakitanews – Bulan suci Ramadan 2026 diperkirakan dimulai pada 18 atau 19 Februari 2026, tergantung pada rukyatul hilal di masing-masing negara. Seperti diketahui, kalender Islam berbasis peredaran bulan, sehingga Ramadan selalu bergeser sekitar 10–11 hari lebih awal setiap tahunnya dalam kalender Masehi.
Namun, tahukah Anda bahwa durasi puasa Ramadan 2026 berbeda-beda di setiap wilayah dunia? Bahkan, ada daerah yang berpuasa lebih dari 14 jam, sementara di tempat lain hanya sekitar 2–3 jam. Lantas, di mana lokasi berpuasa paling lama sepanjang Ramadan 2026?
Mengapa Durasi Puasa Ramadan Berbeda di Setiap Negara?
Perbedaan durasi puasa sangat dipengaruhi oleh letak geografis dan musim.
Pertama, wilayah yang berada jauh dari garis khatulistiwa mengalami perbedaan panjang siang dan malam yang sangat ekstrem. Kedua, pada Februari 2026, belahan bumi selatan masih berada dalam musim panas, sehingga durasi siang hari lebih panjang. Sebaliknya, belahan bumi utara sedang mengalami musim dingin yang membuat siang hari lebih pendek.
Dengan demikian, umat Islam di belahan bumi selatan cenderung menjalani puasa lebih lama dibandingkan dengan mereka yang tinggal di belahan bumi utara.
Lokasi dengan Puasa Terlama di Awal Ramadan 2026
Puerto Williams, Cile
Kota yang sering disebut sebagai kota paling selatan di dunia ini mencatat durasi puasa sekitar 14,5 jam pada awal Ramadan 2026.
Puasa dimulai sekitar pukul 06.30 dan berakhir pukul 21.00 waktu setempat. Hal ini terjadi karena wilayah selatan bumi sedang mengalami musim panas, sehingga waktu siang lebih panjang.
Lokasi dengan Puasa Terpendek di Awal Ramadan 2026
Longyearbyen, Norwegia
Sebaliknya, di wilayah paling utara dunia ini, durasi puasa hanya sekitar 2,5 jam pada awal Ramadan. Waktu puasa berlangsung kira-kira dari pukul 10.50 hingga 13.30.
Karena kondisi ekstrem tersebut, umat Islam di kawasan ini sering mengikuti waktu puasa di Mekkah agar ibadah tetap dapat dijalankan secara proporsional.
Bagaimana dengan Kota-Kota Besar Lainnya?
Selain dua lokasi ekstrem tersebut, berikut beberapa contoh durasi puasa Ramadan 2026 di berbagai kota dunia:
- Mekkah, Arab Saudi: sekitar 11,5–12 jam
- Buenos Aires, Argentina: sekitar 13 jam 15 menit
- Auckland, Selandia Baru: sekitar 13 jam
- Nuuk, Greenland: sekitar 9 jam di awal Ramadan
Menariknya, durasi puasa di belahan bumi selatan akan semakin pendek menjelang akhir Ramadan karena siang hari mulai memendek. Sementara itu, di belahan bumi utara, durasi puasa justru akan bertambah panjang mendekati bulan Maret.
Tren Durasi Puasa Hingga 2031
Secara keseluruhan, Ramadan akan terus bergeser hingga jatuh pada musim dingin di belahan bumi utara pada tahun 2031, tepat di sekitar 21 Desember.
Artinya, umat Islam di Eropa dan Amerika Utara akan mengalami durasi puasa yang semakin pendek setiap tahun hingga periode tersebut.
Sebaliknya, umat Islam di Australia, Amerika Selatan, dan Afrika bagian selatan akan merasakan durasi puasa yang semakin panjang hingga 2031.
Di Mana Puasa Paling Lama Ramadan 2026?
Berdasarkan data awal Ramadan 2026, Puerto Williams, Cile, menjadi salah satu lokasi dengan durasi puasa terlama, yakni sekitar 14,5 jam per hari.
Sementara itu, Longyearbyen, Norwegia, menjadi salah satu wilayah dengan durasi puasa terpendek, sekitar 2,5 jam.
Dengan demikian, durasi puasa 2026 sangat bergantung pada posisi geografis dan musim di masing-masing wilayah. Oleh karena itu, umat Islam di seluruh dunia menjalani ibadah yang sama dengan tantangan waktu yang berbeda-beda.
Penulis: Mita Putri








