Suara Kita News.com, SUBANG – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Subang bersama Polsek Purwadadi bergerak cepat mengamankan delapan orang warga Desa Wanakerta, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Sabtu (7/2/2026) dini hari.
Penangkapan ini merupakan buntut dari aksi pengeroyokan dan main hakim sendiri terhadap dua pria yang diduga melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Insiden brutal tersebut menyebabkan satu terduga pelaku tewas dan satu lainnya dalam kondisi kritis.
Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, melalui Kasatreskrim AKP Bagus Panuntun, mengonfirmasi bahwa operasi penangkapan dilakukan mulai pukul 01.00 hingga 04.30 WIB.
“Polisi berhasil mengamankan seluruh terduga pelaku di kediaman masing-masing tanpa perlawanan berarti. Penangkapan dilakukan kurang dari 24 jam setelah kejadian tragis tersebut berlangsung,” ujar AKP Bagus Panuntun dalam keterangan resminya.
Peristiwa berdarah ini bermula pada Jumat (6/2/2026) pagi sekitar pukul 08.30 WIB di area persawahan Blok Sukajaya, Desa Wanakerta. Saat itu, seorang petani bernama Casdi memergoki dua orang pria tengah berusaha menggasak sepeda motor Yamaha Vega miliknya yang terparkir di pinggir sawah.
Melihat motornya hendak dibawa kabur, Casdi spontan berteriak hingga mengundang perhatian warga sekitar. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Pelarian kedua pelaku terhenti setelah mereka terjatuh di lahan kosong kawasan
Massa yang tersulut emosi langsung mengepung dan menghakimi kedua pria tersebut. Meski personel Polsek Purwadadi sempat tiba di lokasi untuk meredam situasi, jumlah massa yang terlalu besar membuat aksi main hakim sendiri sulit terbendung.
Akibat pengeroyokan tersebut:
- OM (36): Dinyatakan meninggal dunia akibat luka serius.
- DS (23): Saat ini dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di RSUD Ciereng Subang.
Pihak kepolisian menyayangkan terjadinya aksi main hakim sendiri ini. Polres Subang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwajib jika menemukan tindak pidana di lingkungan mereka.
Saat ini, kedelapan warga yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Subang untuk menentukan peran masing-masing dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Penulis : Madun






