Suara Kita News.com, LOMBOK BARAT – Nasib 3.000 hektar sawah di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini memasuki babak baru yang lebih menjanjikan. Kekhawatiran akan rembesan air dan inefisiensi irigasi kini perlahan hilang setelah sistem pengairan Daerah Irigasi (DI) Pengga tuntas direvitalisasi menggunakan teknologi modern, Precast.
Revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan, melainkan upgrade total yang diharapkan menjadi tulang punggung baru pertanian Lombok Barat.
DI Pengga yang selama ini mengairi ribuan hektar lahan seringkali terganggu oleh masalah klasik: kebocoran dan rembesan yang membuat pasokan air ke sawah di ujung saluran menjadi tidak maksimal.
Dengan menggunakan teknologi beton precast (beton cetak pabrik), saluran irigasi kini memiliki struktur yang jauh lebih rapat dan kedap air.
“Teknologi precast ini adalah game changer. Keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk mereduksi adanya rembesan air secara drastis,” jelas salah satu petugas teknis proyek. “Artinya, setiap tetes air yang masuk ke saluran bisa lebih optimal dalam menyuplai kebutuhan lahan petani.”
Dampak dari efisiensi air yang disuplai ke sawah seluas lebih dari 3.000 hektar ini sangat fundamental bagi kesejahteraan petani. Air yang cukup dan stabil memungkinkan para petani untuk lebih berani dalam mengatur jadwal tanam.
Hasil panen per hektar diharapkan melonjak seiring pasokan air yang terjamin. Petani bisa menanam dan memanen lebih sering dalam setahun (misalnya dari IP 100 menjadi IP 200 atau 300), yang secara langsung akan melipatgandakan pendapatan mereka.
Proyek revitalisasi ini selaras dengan visi pemerintah pusat, yang menekankan pentingnya modernisasi infrastruktur pertanian. Upaya ini merupakan langkah strategis daerah untuk mendukung pencapaian swasembada pangan, sebuah target besar yang diusung dalam program Asta Cita Presiden Prabowo.
Revitalisasi DI Pengga ini membuktikan bahwa sinergi antara teknologi modern dan komitmen pemerintah daerah adalah kunci untuk memastikan ketahanan pangan di masa depan. Lombok Barat kini siap menjadi contoh nyata bagaimana investasi di sektor pengairan dapat mengubah nasib ribuan petani.






