Tragedi Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny: Antara Takdir, Tanggung Jawab, dan Dugaan Kelalaian

Suarakitanews – Sidoarjo, sebanyak 67 orang tewas dalam tragedi ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. Peristiwa memilukan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat luas.
Menurut pengamat konstruksi, kegagalan struktur kolom diduga menjadi penyebab utama runtuhnya bangunan tersebut. Namun di sisi lain, muncul perdebatan antara pandangan religius tentang takdir dan tanggung jawab manusia atas kelalaian.

Antara Takdir dan Tanggung Jawab

Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny, Abdus Salam Mujib, menyebut peristiwa ini sebagai “takdir Allah” dan mengimbau semua pihak untuk bersabar.
Beberapa wali santri juga menganggap peristiwa tersebut sebagai ujian dari Tuhan.

“Dunia pesantren itu sami’na wa atho’na (kami mendengar dan kami patuh) kepada kiai, dan saya yakin ini bukan faktor kesengajaan,” ujar Muhammad Sukron, wali santri asal Sampang, Madura.

Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh Ismail Al-A’lam, peneliti dari Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina.
Ia menilai bahwa menyebut tragedi ini sebagai “takdir Allah” tanpa menyelidiki unsur kelalaian bisa menjadi bentuk pelepasan tanggung jawab.

“Dalam Islam, manusia memang diperintahkan untuk beriman dan bertawakal, tapi juga untuk berikhtiar. Tidak bisa berlindung di balik takdir untuk menghindari tanggung jawab,” tegasnya.

Aspek Hukum: Dugaan Kelalaian Harus Diusut

Selain aspek moral dan religius, para ahli hukum juga menyoroti sisi pertanggungjawaban pidana dalam kasus ini.
Agustinus Pohan, pakar hukum pidana dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), menegaskan bahwa dugaan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa harus diproses secara hukum.

“Penindakan oleh kepolisian harus dilakukan, terlepas ada atau tidaknya aduan dari keluarga korban. Tujuannya agar tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Kepolisian setempat menyatakan, penyelidikan akan dimulai setelah proses evakuasi korban dan pembersihan puing-puing selesai dilakukan.

Kesimpulan

Tragedi ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny bukan hanya menyisakan kesedihan, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar tentang tanggung jawab, etika, dan keselamatan bangunan di lembaga pendidikan keagamaan.
Meski keyakinan tentang takdir tetap dipegang teguh, masyarakat berharap agar evaluasi dan penegakan hukum dilakukan secara transparan, agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.

Penulis: Mita Putri

Mita Putri

Artikel Terkait

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Suara Kita News, Karawang – Gerakan atau forum Gelo Commando 2026 secara resmi menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia dengan mengusung 8 Poin Aspirasi Rakyat. Berbagai tuntutan ini mencakup isu kesejahteraan sosial,…

Lanjutkan Membaca

// // //
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Suara Kita News.com, Pilkades Desa Bangle, Kecamatan Majalaya, tengah menjadi sorotan hangat. Di tengah panggung pertarungan empat kandidat kuat, atmosfer pemilihan kali ini terasa jauh berbeda. Warga tidak lagi sekadar…

Lanjutkan Membaca

// // //

Rekomendasi

Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

  • October 12, 2026
Gelo Commando 2026 Rilis 8 Poin Aspirasi Rakyat untuk Pemerintah dan Aparat

Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

  • October 10, 2026
Bangle Ngahiji: Menyongsong Era Baru Desa Bangle Bersama Ralli Saripudin, S.H.

Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

  • October 9, 2026
Gebrakan Baru Penempatan Kerja, Disnakertrans Jabar Gandeng KIIC Gelar Bursa Kerja Online Interaktif

Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

  • October 8, 2026
Darurat WASH di Pesisir Karawang: Ketika Infrastruktur Pemerintah Berhenti di Angka “Selesai Dibangun”

Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

  • October 8, 2026
Bupati Aep Syaepuloh: Kesaktian Pancasila Harus Wujud dalam Pelayanan Publik dan Aksi Nyata

Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri

  • October 8, 2026
Pemkab Karawang Terima Bantuan 220 Becak Listrik Presiden Prabowo dan Program Kesejahteraan Peruri